My Sweetheart

Bab 75 Kencan Di Taman

Bab 75 Kencan Di Taman

Mendengar Bryan mengungkit kejadian malam itu tubuhnya gemetaran.

Malam itu merupakan mimpi buruk bagi Livia.

Akan tetapi mendengar bahwa Lia memberi Bryan obat, seketika segala kebencian dan amarahnya terhadap Bryan sirna dan berpindah pada Lia, menggertakkan giginya berkata, "Tidak disangka kakak melakukan hal seperti itu, mengapa ia berubah sejahat itu?"

Mengetahui segala kesakitan yang dia alami malam itu adalah ulah Lia, Livia terus bersumpah serapah di dalam hati.

Melihat dirinya berhasil melempar semua kesalahan pada Lia, dia merasa bangga dan memuji dirinya sendiri di dalam hati, bagaimana bisa otak dia ini memikirkan hal secemerlang ini untuk membujuk balik Livia. Dia melanjutkan dengan memajang wajah bersalah dan berkata, "Via, marahlah padaku, pukul aku atau kamu ingin membunuhku juga boleh, aku tidak akan menyalahkan segala tindakanmu padaku, aku benci diriku sendiri malam itu di bawah kontrol obat, aku merasakan pusing dan ditambah melihat dirimu yang cantik aku semakin tidak bisa mengontrol diriku..."

Dia memuji kecantikan Livia.

Mendengarnya hati Livia terasa senang dan manis, perempuan mana yang tidak suka dipuji, apalagi laki-laki yang memujinya adalah lelaki yang sudah pernah menidurinya.

"Kakak ipar, sudahlah, jangan kamu salahkan dirimu, aku juga tidak menyalahkanmu, ini semua kesalahan kak Lia. Iih! Lihat bagaimana aku membereskan dia ketika pulang nanti." Ucap Livia sambil memasang wajah galak.

Bryan tertawa keras di dalam hati mendengar perkataan Livia, kemudian meraih tangan kecil Livia dan berkata, "Via, malam ini pulang ya."

Bryan tidak bercinta dengan perempuan, dia sudah

"Iya!"

Livia bersemu dan mengangguk, dia tidak mengerti maksud terselubung di balik perkataan Bryan. Meskipun mengingat kembali kejadian malam itu yang kasar dan liar hatinya masih bisa merasakan sakit dan takut, akan tetapi itu semua tidak

semakin dalam menyukai rasa kenikmatan ini. Seiring bertambahnya usia, dia yang sekarang sudah berumur 19 tahun, telah

kehadiran Bryan, Livia sebenarnya sudah memasang target baru yaitu teman sekelasnya yang memiliki paras tampan, hanya saja

lama dari sekarang, kemungkinan dirinya sudah

saja Bryan tidak

pulang ke rumah, di rumah ada kedua orang tua

takut Livia masih trauma dengan kejadian sebelumnya.

malam, bagaimana kalau

jam malam, banyak mahasiswa yang berkencan di taman ini dan sekarang pun tidak sedikit pasangan yang saling berpelukan

kemudian menganggukkan

lebih, selain meginginkan dirinya di setiap kali pertemuan mereka, Bryan berlum pernah

ingin berjalan-jalan biasa dengannya

taman dan sampailah mereka ke

sudah berapa lama kita tidak bertemu, kamu rindu

Bình Luận ()

0/255