My Sweetheart

Bab 78 Helikopter Menjemput Steven Dan Lia

Bab 78 Helikopter Menjemput Steven Dan Lia

Erik dengan datar tertawa dan berkata, "Merasa bosan bekerja, mendengar Tommy akan pergi menjemput kalian berdua, aku datang menambah keramaian saja, lagian aku juga tidak ada urusan apa-apa hari ini."

Alasan ini sudah dia pikirkan sebelumnya.

Tommy yang sedang mengendalikan pesawat mencibirkan bibirnya dan berkata, "Kamu berkerja tidak ada urusan apa-apa, rumah sakit yang kamu buka ini dengar-dengar mematikan pasaran rumah sakit lain, setiap hari orang berbaris antri sampai ke pintu luar, mau rawat inap harus mendaftar 2 bulan lebih awal, kamu berkata bosan, siapa yang percayaaaaaa..."

Tommy belum selesa berkata-kata, Erik sudah memukul bagian belakang kepala Tommy, dengan marah berkata, "Untuk apa kamu mengurusi aku, rumah sakit milikku sendiri, aku ingin masuk kerja atau tidak terserah aku, sejak kapan kamu berubah cerewet seperti tante tante?"

"Hei, siapa yang kamu bilang tante tante? Erik, kamu bajingan ini, beraninya memukul aku saat aku mengendarai pesawat ini, tunggu nanti kita turun dari pesawat kita akan bertarung one by one!"

tersentak kaget, berkata, "Kak Steven, kamu tidak boleh diam saja, kalau hari ini kamu tidak membantuku membalas pukulan Erik, aku

jangan menggoda Tommy, kalau mau mengganggu tunggu sampai turun dari pesawat baru mengganggunya, apalagi kita sekarang duduk di dalam pesawat miliknya, nyawa kita berada ditangannya, aku takut perbuatan ini mengancam

dia berbicara, dia dengan menggebu-gebu marah berkata pada Lia, "Kakak ipar, kak Steven menjahiliku, kamu juga tidak baik-baik mengurusi dia, perempuan jangan mau dikendalikan laki-laki, kamu juga harus bisa mengendalikan laki-laki,

di belakang kepalanya dan yang

mengendalikan pesawatmu, tidak usah

Tommy, dengan segera meraih Lia ke dalam pelukannya dan dengan lembut berkata, "Jangan dengarkan perkataannya, semua yang dia

Lia tertawa tanpa berkata apa-apa, dia ikut senang melihat Steven memiliki 2 teman yang

yang pada awalnya tertawa, melihat Steven dengan mesra memeluk Lia, senyum dia seketika sirna. Dia langsung menoleh keluar jendela

terlihat dengan jelas oleh

di dalam otak Tommy, hatinya beredegup kencang dan seketika itu juga senyum diwajahnya

Bình Luận ()

0/255