My Sweetheart

Bab 79 Berbelanja Barang Bermerek

Bab 79 Berbelanja Barang Bermerek

Erik terkejut mendengar pertanyaan Tommy, dia berusaha tetap dengan santai menjawab, "Tommy, kamu salah makan obat hari ini?"

Tommy melihat Erik menjawab sambil memalingkan wajah, dirinya semakin yakin akan dugaan dirinya sendiri, menarik kerah baju Erik dan berkata, "Erik, aku lihat yang salah makan obat itu kamu. Kamu tidak boleh mengingini perempuan ini karena dia milik Steven, dia adalah pelindung kita! Jangan sampai hanya karena perempuan kamu merusak 20 tahun persahabatan kita!"

Wajah Erik seketika berubah pucat, menggertakkan gigi dan dengan kasar mendorong Tommy, "Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, aku rasa kamu tidak hanya berubah menjadi tante tante tetapi juga berhalusinasi."

Erik langsung membalikkan badannya beranjak pergi.

Baru kali ini Tommy melihat warna wajah Erik yang kelam, dia termenung di tempat dan melihat Erik yang berjalan semakin jauh, berteriak, "Erik, kamu ingat! Kamu tidak boleh menyentuh Lia. Saat itu terjadi bukan hanya kak Steven yang tidak akan memaafkanmu, aku juga tidak akan memaafkan dirimu."

Erik tidak membalikkan badan terus berjaan ke depan, tangannya mengepal dan wajah kelamnya semakin kelam.

Mereka sedang berbelanja di sebuah Mall yang menjual barang-barang bermerek.

dipegangnya kaget, "Mahal sekali!

Lia mengembalikan baju

lihat harganya, kamu pilih yang kamu

menerima

dengan Lia, melambaikan tangan dan memanggil karyawan toko kemudian menunjuk 10 baju dan dengan santai berkata, "Tolong bungkus baju-baju ini, aku

anda

toko yang cantik itu dengan senang pergi

"Steven, baju-baju di sini sungguh sangat mahal, kamu sekali membeli banyak sekali, berapa uang yang kamu keluarkan, aku tidak mau, aku lebih memilih membeli baju di pasar,

sungguh bodoh, perempuan lain pasti sudah minta dibelikan lebih banyak lagi, kamu malahan mau membantu aku menghemat uang. Bagaimana ini, si bodoh, aku semakin mencintai

orang, jangan

Steven ini membuat wajah

mengeluarkan kartu dari dompetnya dan membiarkan karyawan itu membantu

Bình Luận ()

0/255