My Sweetheart

Bab 85 Bryan Memaksa Lia Pulang

Bab 85 Bryan Memaksa Lia Pulang

"Ah... sangat sakit, tolong, tolong..."

Lia merasa sakit marah dan takut, dia takut begitu dia terseret pulang oleh Bryan, dia tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Gerakan besar seperti itu, segera mengagetkan tamu dan pelayan di dalam kafe dan beberapa tamu dan pelayan muda dengan segera ingin menghentikannya.

Bryan dengan tampang ganas, menendang keras meja di sampingnya dan berteriak pada orang-orang, "Jangan ada yang ikut campur, dia adalah istriku, dibelakangku dia berselingkuh dengan laki-laki lain, dia sudah selama lebih dari sepuluh hari tidak pulang ke rumah, apakah salah saya membawanya pulang sekarang, kalian bilang, apakah akumelakukan sesuatu hal yang salah?"

Ketika semua orang mendengarnya, mereka tiba-tiba berhenti dan menatap Lia dengan tatapan tanpa rasa iba dan kasian, hanya tersisa pandangan benci dan jijik.

"Bukan, bukan, aku bukan istrinya... Ah..."

Lia ingin menjelaskan, siapa tahu Bryan kembali memukul "plak" suara tamparan keras di wajah Lia, itu langsung membuat Lia pusing, dua telinganya terdengar suara gemuruh.

"Bryan... kamu brengsek, lepaskan Lia... Jelas-jelas kamu yang selingkuh dengan wanita lain, kamu brengsek masih ada muka berasa di sini dan berkata seperti itu, kamu bukan laki-laki..."

Sasa dengan satu tangan menggenggam perutnya yang ditendang sangat keras oleh Bryan dan satu tangannya lagi mencoba mengangkat badannya dan mulai bergerak maju, mencoba menghentikan kekerasan yang dilakukan Bryan terhadap Lia.

Mendengar ini, cerita telah berubah 360 derajat, orang-orang di sekitar tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah dengan, akibatnya, tidak ada yang mau membantu.

orang, belum lagi faktanya bahwa mereka

cafe tiba-tiba terbuka, seorang priag yang sangat tinggi, sangat tampan, merangkul gadis cantik sambil mengobrol dan

harapan

pria ini

mendengar seseorang meneriakkan namanya langsung menoleh, melihat Lia yang dipermalukan,

ajar dari mana ini, berani-beraninya kamu menyentuh wanita kak Steven,

Tommy berceloteh sebentar, melangkah maju dan tidak

tahu Tommy akan langsung menghajarnya, dengan gerakannya yang sangat cepat, dia tidak bisa menyingkir dan terhajar di wajah kirinya, rasa sakit yang hebat membuat Bryan tidak bisa lagi memikirkan Lia yang berasa digenggamannya, tangan kanannya

segera berlari ke arah Sasa yang berada di

berhasil meninju, mengangkat kakinya dan menendangnya, tendangan

sendiri sangat tinggi, kekuatannya sangat kuat, tendangan satu ini, Bryan yang

"Hei!"

bahkan dengan gigi berdarah, Bryan dengan lemah menopang di sisi

cepat menghentikannya, "Tommy, sudahlah, jangan pukul lagi, jika kamu membunuhnya,

Bryan akan dipukul

keren, memasang jari tengah di tangan kanannya menghina Bryan dan kemudian berkata kepada Lia dan Sasa, "Mobilku di luar, aku mengantar kalian berdua pergi ke rumah

berdiri tegak dan kedua wajah

Tommy tiba-tiba membawa wanita lain, tiba-tiba wajah

menutup pintu, tidak membiarkannya naik ke atas

pintu, aku

Bình Luận ()

0/255