One Hundred Days

Bab 112 Tuan Muda Ye Bertaruh, Dia Kehilangan Istrinya (2)

Bab 112 Tuan Muda Ye Bertaruh, Dia Kehilangan Istrinya (2)

"Kita akan bermain game, kalau kamu kalah, kamu tidak boleh memasuki kamarku tanpa seizinku. " Tujuan Wen Ruoqing sangat jelas dan terang-terangan, dia tidak menyembunyikannya sama sekali, tentu saja, dia tidak akan menyerah begitu saja.

"Kalau kamu yang kalah? " Ye Sichen tersenyum lagi, apa dia akan marah kepadanya lagi kali ini?

Tidak boleh masuk ke dalam kamarnya? Mereka adalah suami istri, suami istri yang sah, memangnya dia melakukan kesalahan apa sampai tidak boleh masuk ke dalam kamarnya?

Jadi, sebenarnya dia sama sekali tidak ingin memainkan permainan ini dengannya, tetapi, dia sedikit penasaran, kalau seandainya Wen Ruoqing yang kalah, keputusan apa yang akan dia buat.

"Kalau aku kalah, aku membiarkanmu melakukan hal apapun yang kamu inginkan. " Wen Ruoqing tahu, untuk membuat pria ini setuju untuk bermain dengannya, dia harus menawarkan hal yang sangat besar.

Wen Ruoqing tahu pasti, bahwa ‘boleh melakukan apapun yang dia inginkan’ adalah sebuah tawaran yang sangat menggoda.

Mengenai aspek psikologis seseorang, Wen Ruoqing selalu menganalisanya dengan baik.

Jadi, agar pria itu bersedia mengikuti permainannya, bisa dikatakan bahwa Wen Ruoqing rela mengorbankan apapun.

Satu hal yang pasti, Wen Ruoqing berani melakukan hal ini, karena dia sangat yakin bahwa dirinya akan menang.

Mata Ye Sichen sedikit bersinar, boleh melakukan hal apapun yang dia inginkan? Tawaran ini benar-benar sangat bagus! !

Sangat bagus sampai bisa membuat hatinya tergerak.

"Katakan, permainan apa yang ingin kamu mainkan? " Karena hatinya sedikit tergerak, Ye Sichen yang tadinya tidak ingin memainkan permainan dengannya, tiba-tiba langsung mengajukan pertanyaan ini.

"Suit, gunting batu kertas. Permainan satu babak. " Wen Ruoqing menatap ke arahnya, dia tersenyum manis, permainan ini adalah yang terbaik, sangat sederhana, sangat mudah, pemenangnya langsung bisa ditentukan, dan juga tidak akan mengekspos hal apapun.

Wen Ruoqing memilih permainan ini, karena dia sama sekali tidak pernah kalah dalam permainan ini sebelumnya.

Dia adalah seseorang yang ahli dalam bidang psikologi, melalui setiap pergerakan lawan, setiap perkataan lawan, bahkan setiap perubahan ekspresi yang ditunjukkan oleh lawannya, dia bisa menebak apa yang akan dikeluarkan oleh lawannya tersebut.

Ye Sichen: "....."

Kenapa dia merasa bahwa Wen Ruoqing sedang mencoba untuk membodohinya?

waktu itu, maka dia adalah seseorang yang ahli dalam bidang psikologi, dengan begitu, dia bisa mengamati segala tindakan yang dilakukan oleh lawannya, dan bisa menebak apa

dia ajukan ini benar-benar bagus.

dengan manja, dia menatap ke arahnya

yang penuh harap itu,

detik berikutnya Ye Sichen langsung menyesal.

Jelas-jelas wanita ini sedang mencoba membodohinya, tetapi mengapa dia

setuju, dia hanya takut

Wen Ruoqing tidak memberinya kesempatan sedikitpun untuk ragu-ragu dan menarik kata-katanya kembali, dia segera bersiap di posisinya, dia mengulurkan tangannya,

adalah permainan yang paling sederhana, menang atau kalah sebagian besar hanya berdasarkan keberuntungan.

benar-benar seorang yang ahli di

baginya utnuk menebak

senyuman tipis di wajahnya, ada sebuah senyuman penuh teka-teki yang tersembunyi di dalam matanya, dia merasa dia bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji wanita

biar bagaimanapun juga, perbedaan antara orang yang kalah

memasuki kamarnya lagi, tapi kalau

Bagus sekali! !

rencana mereka sendiri, mereka sangat bersemangat dengan

bertanding 3 ronde, tetapi hasilnya selalu

Sichen sedikit bergetar, alisnya berkerut, hasil yang seperti ini....

matanya langsung bergetar, situasi

Ruoqing memainkan permainan ini dengan orang lain, dia sama sekali tidak pernah kalah,

benar-benar di luar dugaannya, hal ini menunjukkan bahwa dia tidak bisa mengendalikannya.

bisa mengendalikannya, maka ada kemungkinan kalau

kalah, maka dia harus membiarkan Ye

boleh kalah, benar-benar tidak

bergetar, kemudian tiba-tiba dia mengangkat tangannya, dan menarik kerah kemejanya sendiri

gerakan ini karena refleks, sepertinya dia merasa tidak sabaran dan merasa hawanya sedikit panas disini, jadi tanpa sadar dia langsung menarik kerah kemejanya

ini, dua buah kancing kemejanya langsung terbuka, awalnya, satu buah kancingnya memang tidak dia kaitkan, dan sekarang, terbuka dua buah kancing lagi.

begini, ada sedikit pemandangan indah yang terlihat di hadapan Ye Sichen, yang tidak bisa dia tutupi sepenuhnya.

benar-benar bisa membuat orang lain tergoda, bisa memancing

berhadapan, tanpa perlu mengalihkan pandangannya, Ye Sichen langsung bisa melihat

wanita sebelumnya,

Bình Luận ()

0/255