One More Time

Bab 134 Kau Sudah Lupa Siapa Dirimu Selama Ini, Bukan Begitu?"

Bab 134 Kau Sudah Lupa Siapa Dirimu Selama Ini, Bukan Begitu?"

Pernyataan ini benar-benar terlalu berat.

Sebelumnya, tak peduli siapa pun lawannya, Nelson akan percaya pada ucapan Bibi Zhang, ia menganggap Bibi Zhang adalah tetua keluarga Ye, tidak mungkin ia akan mengganggu seorang anak kecil, tapi sekarang siapa anak ini?

Dia adalah anak kandung Nelson!

Meskipun Bibi Zhang berkata bahwa dirinya adalah ibu susu Nelson, tapi Bibi Zhang adalah pelayan di keluarga Ye yang hidup dari gaji yang diberikan oleh keluarga Ye. Sekarang seorang pelayan berani menggertak tuannya, kemarahan Nelson Ye tidak bisa diredam sama sekali. Sebaliknya, kemarahan tersebut semakin membara.

Nelson bangkit berdiri dan memeluk Sean, ia baru menyadari bahwa Simon dan Ryu Ye yang seharusnya berada di rumah untuk melidungi Sean, menghilang tanpa jejak.

"Dimana Simon dan Ryu Ye?"

Nelson memandang dingin ke arah Bibi Zhang, pandangannya tidak bersahabat sama sekali.

Bibi Zhang berkata sambil mengeluarkan ingus dan air mata. "Tuan Muda agak demam, aku menyuruh Simon membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa. Tuan Muda adalah seorang ningrat, hal ini tidak boleh ditunda."

"Jika Ryu Ye adalah seorang ningrat, lantas kau bisa seenaknya menindas Sean begitu? Bibi Zhang, meskipun kau adalah ibu susu-ku, selama ini aku juga sudah sopan terhadapmu, tapi kau jangan lupa, kau juga seorang pelayan di keluarga Ye! Ditambah lagi, Sean adalah anakku! Anak kandungku! Hal ini sudah kuumumkan di depan seluruh masyarakat Manado. Bagaimana kau bisa memperlakukan majikanmu seperti ini? Kau sudah lupa siapa dirimu selama ini, bukan begitu?"

Kata-kata Nelson Ye seolah tanpa ampun, persis seperti sebilah pisau yang tajam, tajam menancap ke dalam dada Bibi Zhang.

Bibi Zhang sedikit terkejut melihat Nelson, hampir tidak percaya bahwa Nelson akan mengeluarkan kalimat seperti ini, entah mengapa ia jadi sangat amat kesal karenanya.

"Tuan, apa yang kau bilang itu benar, aku memang seorang pelayan, tapi selama dua puluh tahun ini aku selalu menganggap keluarga Ye sebagai keluargaku sendiri. Semua yang kulakukan adalah demi kebaikan Tuan dan keluarga ini!"

"Benarkah? Tanpa seizinku, kau bicara omong kosong pada ibuku, apakah itu yang dinamakan ‘demi kebaikanku’? Jelas-jelas kau tahu bahwa aku menyukai Kelselyn, jelas-jelas tahu bahwa Sean adalah anakku, tapi kau masih saja memanggilnya ‘anak liar’. Sean hanya anak kecil berusia empat tahun! Kau, orang tua yang sudah berusia lima puluhan, bagaimana bisa kau begitu kejam? Ditambah lagi masalah vas bunga ini, kau bilang Sean yang memecahkannya, aku ingin tanya, apa kau punya bukti bahwa dia yang melakukan? Pertama-tama jangan bicara dulu, kau jangan mengecek kamera pengawas manapun untuk membuktikan kebenaran dari masalah ini, meskipun memang Sean yang memecahkanya lalu apa masalahnya? Aku akan mewariskan keluarga Ye pada Sean, ia memecahkan sebuah vas bunga dan kau terus-menerus memberinya pelajaran dengan melontarkan kalimat tuduhan? Apa kau masih benar-benar berpikir dirimu adalah nyonya rumah keluarga Ye? Bukankah aku juga akan memberikan posisi presdir Semesta Abadi Group kepadamu?"

Kalimat ini bahkan lebih dingin lagi.

Bibi Zhang sudah tidak tahan.

Bibi Zhang telah mengira bahwa Nelson akan marah, Bibi Zhang juga mengira bahwa Nelson akan merasa tidak senang, tapi Bibi Zhang tak pernah sekalipun berpikir bahwa Nelson bisa mengatakan hal yang begitu kejam.

Di dalam rumah ini ada banyak pelayan, Bibi Zhang tidak membiarkan mereka meninggalkan ruang tamu demi mempermalukan Sean, tanpa diduga-duga malah Bibi Zhang sendiri yang diberi pelajaran oleh Nelson dan jadi bahan tontonan semua pelayan.

Bibi Zhang merasa wajahnya terbakar, kalimat ini jauh lebih sulit diterima oleh Bibi Zhang daripada ketika Bibi Zhang ditampar oleh Nelson di depan publik.

"Tuan, bagaimana kau bisa bicara begini tentang aku? Aku hanya…"

untuk melayanimu, bahkan memperlakukanmu seperti tetua, ini sudah menjadi hadiah yang paling besar untukmu. Apa aku sudah memberi persetujuan kau untuk kembali kesini? Siapa yang memberimu hak sehingga bisa keluar-masuk rumah keluarga Ye

Ye memaksa dengan agresif.

Zhang merasa

menyuruhku kembali, dia

begitu suka mendengarkan

Nelson tiba-tiba menginterupsi kalimatnya.

menatap lurus ke arah Nelson. Bibi

membenci diri

Bibi Zhang tiba-tiba merasa sedih tak terkira, air matanya tak

dan kau memperlakukanku seperti ini? Demi

dari kebakaran besar lima tahun silam. Posisimu tidak cukup bagiku untuk bisa menunjukkan hasil tes DNA kepadamu, tapi aku akan memberitahumu dengan jelas bahwa Sean Shen

Nelson menggendong Sean ke lantai

Zhang benar-benar

Ye bilang

anak Nelson dan

Mana mungkin?

dalam kebakaran besar lima tahun yang

Samantha juga ‘Shen’, kemudian marga Kelselyn pun

saudara

pernah dengar Samantha memiliki saudara

di pinggangnya, ia

menggendong Sean masuk kamar. Melihat memar yang ada di

"Apakah sakit? Kutiup ya?"

bisa membujuk seorang

sesekali tinggal bersama Ryu

barusan, tapi melihat Nelson marah-marah demi dirinya, Sean menggelengkan kepala dan berkata. "Tidak sakit, benar-benar

"Anak bandel!"

Nelson berkata begini, tapi matanya

kedua lengannya lantas berkata dengan nada rendah. "Maafkan aku,

pada orang lain, tapi jika dihadapkan pada istri dan anaknya, pertahanan Nelson akan

Sean terluka jauh lebih menyakitkan. Dan

Sean bisa merasakan cinta dan kasih sayang dari pria

kemudian menepuk punggung Nelson

yang harusnya bersembunyi dalam pelukan Nelson adalah Sean yang telah diperlakukan tidak adil, tapi sekarang malah kebalikannya, justru Sean

dialami Sean sejak kecil, hingga bisa bersikap bijaksana

kesedihan yang mengendap di pelupuk matanya, namun ia tetap tak bisa menahan rasa sakit di dasar hatinya, rasa sakit itu bagaikan api yang membakar padang

Bình Luận ()

0/255