One More Time

Bab 142 Kejujuran, Membalas tanpa kegagalan

Bab 142 Kejujuran, Membalas tanpa kegagalan

Samantha Shen terus mengikuti Timothy Huo sambil memikirkan banyak hal dalam pikirannya, tanpa sadar sudah menyampai pintu ruang bawah tanah, namun karena dia tidak memperhatikan jalan dia tiba-tiba tersandung, dan tubuhnya langsung jatuh ke arah Timothy Huo. Terlambat bagi Santo Song untuk menopangnya, Samantha Shen jatuh ke pelukan Timothy Huo dan duduk di paha Timothy Huo. Perasaan lembut yang di rasakan Timothy Huo langsung menangkapnya, dia bahkan tak sadar telah memeluk pinggang mungil Samantha Shen. Pinggangnya lembut dan tipis, layaknya ular air.

Timothy Huo tak dapat mengelak. Samantha Shen merasakan sepasang tangan besar di pinggangnya yang menopang dengan solid dan kuat dengan hangat, membuatnya bangun tanpa sadar. Secara tiba-tiba, dia langsung mengangkat kepalanya dan sontak bertemu dengan dagu Timothy Huo. Tidak diketahui kapan dan kenapa Timothy Huo menundukkan kepalanya, seperti ingin mengecek bagaimana keadaannya, tetapi hanya Timothy Huo yang tahu, pada saat itu, dia dengan sepenuh hati peduli pada wanita di depannya. Jika bukan karena Samantha Shen yang mendadak menaikkan kepalanya, dia tidak akan tahu apakah dia bisa mencium Samantha Shen atau tidak.

Memikirkan tindakannya sekarang, Timothy Huo merasa agak malu. Sekarang, di mata Samantha Shen yang terpancar jernih dan bingung, Timothy Huo merasa seperti penjahat. "Apa kau tak apa-apa?"Timothy Huo berkata dengan langsung dengan suara yang serak dan matanya sangat gelap. Sekarang Samantha Shen bukan lagi seorang gadis kecil. Dia pasti mengerti apa yang dimaksud tatapan Timothy Huo sekarang dengan alami. Dia dengan cepat berdiri dan dengan malu berkata, "Maafkan aku. Tiba-tiba ada sesuatu yang muncul di pikiranku, aku benar-benar minta maaf.

ada sesuatu yang keluar dari hatinya. Dia ingin kembali mengambilnya, tetapi setelah semua yang terjadi, emosi dikalahkan secara rasional dan dia perlahan-lahan menarik tangannya kembali. "Tak masalah, masih ada beberapa langkah lagi, jadi berhati-hatilah. Timothy Huo berkata dengan santai, namun matanya tak dapat menatap langsung Samantha Shen lagi, matanya tak

Timothy Huo dan Samantha Shen untuk sesaat bingung harus berkata apa, hanya tetap diam berjalan. Lampu penjara bawah tanah cenderung menyesuaikan dengan orang yang datang jadi itu akan terus menerus menjadi terang saat orang datang. Samantha Shen memfokuskan perhatiannya pada penjara bawah tanah, dia merasa keluarga Huo benar-benar keluarga militer. Layaknya Timothy Huo tiba-tiba memikirkan suatu hal, dia berbisik, "Di sini banyak sesuatu yang berbau darah. Lebih baik Nona Samantha Shen menunggu di sini. Aku akan memanggil Landy Zhao keluar." Apakah tidak

duduk, menjadikannya tempat tuk sementara beristirahat, dengan suguhan teh panas di atas meja, yang suhunya pas. Santo Song melihat Samantha Shen memandangi teko sontak bertanya: "Nyonya Samantha Shen, apakah Anda haus?" "Tidak, rasanya aneh bagaimana bisa teko ini tetap hangat." Samantha Shen membisikkan keraguannya, Santo Song membalas: " Jadi untuk mengetahui keberadaan anak dan cucu mereka, Landy Zhao kami interogasi setiap hari. Diperkirakan Timoty Huo

percaya padanya? Keluarga Huo sekarang sangat lemah dan dapat menemukan anggotanya satu per satu. Tuan Huo juga sangat ingin melihat cucu nya." Mendengarkan kata-kata Santo Song, Samantha Shen teringat akan kehilangan putrinya. Dia merupakan seorang ibu, tentu tahu jelas sakitnya kehilangan anaknya seorang. Anak ketiga putra keliuarga Huo yang lebih tua meninggal dalam pertempuran, dan sekarang hanya ada Timothy Huo yang tersisa, dan kaki Timothy Huo tidak bisa berjalan dengan benar. Untuk sekarang, Samantha Shen sangat

Kakinya sangat jelas tak dapat lagi bisa berjalan. Dengan kondisi Landy Zhao yang seperti itu, kalau tidak ada seseorang yang datang untuk menyelamatkannya, dia

berkata dengan nada yang dingin, memberikan kesan penindasanan di atas tubuhnya. Landy Zhao sedikit mengernyitkan jidatnya, dan tubuhnya merinding sejenak. Sangat jelas, ada bayangan psikologis yang menghantuinya, tetapi

menculik anakku? Siapa yang memerintahkanmu?" Dia tak dapat bertanya apa yang terjadi lima tahun yang lalu, dan sekarang Timothy Huo ada di sana. Alis Landy Zhao mengerut lagi, seolah berpikir apakah akan berkata jujur atau tidak. Samantha Shen berkata lagi dengan dingin, "Mungkin saya tidak punya hak dari keluarga Ye dan keluarga Huo, namun saya bisa menemukan orang yang mau Anda lindungi. Jangan berpikir ada seseorang yang melindunginya, saya saja tak dapat menemukannya. Landy Zhao, Hidup dan mati Tria ada di tangan Anda. " Dia sudah melihat perasaan yang muncul saat Landy Zhao mengingat Tria. Apakah

dia tahu dari mulut seorang Samantha Shen bahwa dia tahu keberadaan Tria saat ini, Timothy Huo agak senang mendengar responnya. Samantha Shen berkata lagi dengan dingin, "Kau mengambil putra kesayanganku dari sisiku, dan hampir membuat putraku celaka. Apa yang kau piker sehingga kau dapat mencegahku menyentuh Tria? Kamu tidak benar-benar berpikir bahwa Messie Chu sanggup

Bình Luận ()

0/255