Poor CEO

Bab 61 Kenyataan yang mengejutkan

Bab 61 Kenyataan yang mengejutkan

Wangsa menganggukkan kepala menyetujui, melihat Raline meminum bir itu. Wajahnya tidak senangnya berangsur-angsur menghilang, berubah menjadi ekspresi yang membuat orang merasa jijik.

Raline memang tidak begitu bisa minum bir, hari ini dia mencetak rekor sudah minum sebanyak 3-4 gelas.

Hanya merasa wajahnya sangat panas, jadi dia pun berdiri dan berkata: ??Aku pergi ke toilet dulu.?? Setelah itu pun pergi.

Senyuman di wajah Bu Alda menghilang setelah dia pergi.

Datang ke tilet, Raline menggunakan air untuk membasuhi wajahnya yang panas, benar-benar menyesal datang ke sini. Tapi untungnya makanan sudah hampir habis, palingan hanya berbincang sebentar lagi sudah bisa pulang.

Memikirkan ini, Raline pun merapikan aiannya dan keluar.

Tidak lama setelah Raline pergi, Nicholas Sanjaya pun muncul di jalan yang panjang ini.

Mereka berdua bergantian keluar dan melewatkan pertemuan ini.

Kembali ke ruangan, Pak Admaja dan Wangsa, dan juga Bu Alda, tetap berpura-pura berbincang. Wisnu yang idiot, setelah melihat Raline, air liur pun kembali mengalir keluar, begitu senang sampai menepuk tangan.

??Kakak cantik untuk kembali, cantik sekali, cantik sekali, aku sangat suka...??

Kakak? Siapa kakakmu!

Raline berpikir seperti itu di dalam hari, tapi dia sama sekali tidak menunjukkan di wajahnya.

Wangsa melihat putra idiotnya yang begitu senang, dalam hati pun merasa tidak tega dan senang.

??Anakku sayang, biarkan kakak cantik menjadi istirmu yah???

??Baik baik...??

Walaupun idiot, tapi saat mendengar ucapan ini dia juga terlihat sangat senang, benar-benar konyol.

Jantung Raline berdetak kencang, mulai mencurigai tujuan acara makan ini.

Jangan-jangan...

Wangsa, lalu berkata: ??Wangsa, kamu benar-benar suka bercanda. Raline ku mana mungkin

Bu Alda ini

melihat perubahan itu dan sama

Alda, sepasang mata yang jalang itu malah melihat ke arah

ini di dalam hati Wangsa sedang cemburu dengan anak idiotnya ini, wanita yang begitu cantik ini kalau ditiduri olehnya, maka seumur hidup

begitu banyak anggur merah pasti pusing kan. Minumlah jus ini,

Alda memberikan segelas jus

bilang kan, paman Wangsa adalah

dengan

kasih

merasa sedikit pusing, jadi dia

tidak menyadari, mata Wangsa saat melihat dia meminum jus itu, menunjukkan

kemudian, acara makan

mulai meninggalkan tempat duduk, ada yang mengambil baju,

tapi saat tubuhnya meninggalkan kursi dia pun merasa ada

pusing, matanya buram, seluruh tubuhnya lemas, mulut dan tenggorokkannya sangat

tidak tahan dan memegang

apa denganmu???Bu Alda yang sudah mengetahui semuanya berpura-pura memapangnya,

berusaha menggedipkan mata, ??Mungkin karena minum

berkata, dia melangkahkan kaki,

yang terjadi

walauupun Raline tidak

Sialani!

dan efek dari birnya sudah mulai

mengutuk dirinya dalam hati, berharap rasa malu ini bisa

sama sekali tidak

kobaran api terus muncul dari tubuhnya, semua ini membuat Raline merasa bukanlah kebetulan, melainkan ada orang

Dia sudah terjebak?

berpura-pura

ini, kebetulan dilihat

Bình Luận ()

0/255