Poor CEO

BAB 65 Memberikan hadiah besar padanya

Bab 65 Memberikan hadiah besar padanya

Raline berdiri di depan cermin besar bergaya retro toilet, melepaskan selimut yang ada di tubuhnya.

Dibagian bawah leher, tulang leher, hampir seluruh tubuhnya dipenuhi dengan.....bekas!

Sialan!

Raline tidak menangis seperti wanita di dalam film, hanya merasa kali ini benar-benar gawat.

Dia bahkan ditiduri....direkturnya!

Harus bagaimana ini? Bukankah reputasi direktur akan...ternodai karena dirinya?

Bagaimana kalau direktur ingin dia membayar kompensasi?

Oh tuhan!

Dia adalah orang yang berharga triliunan, bagaimana dirinya sanggup membayarnya!

Raline buru-buru turun ke bawah, sekarang sudah sekitar jam 10, direktur seharusnya sudah pergi ke perusahaan kan?

Raline turun kebawah dengan heran, datang ke ruang tamu, mengangkat kepala melihat pria yang bagaikan peri sedang duduk di sofa.

Gawat.

Raline terdiam.

Sudahlah, hadapi saja. Lagian yang harus dilakukan juga sudah dia lakukan, tidak peduli apapun yang pria inginkan, asalkan dia sanggupp, dia pasti tidak akan menyesalinya.

??Direktur.??

Raline tidak ingin menghindar, dia berjalan ke hadapannya. Tapi, saat dirinya berdiri di depan Nicholas Sanjaya, satu kata, lemah!

Pria itu mengangkat kepala, tatapannya yang lembut tertuju padanya.

Raline hanya merasa jantungnya berdetak sangat kencang, setelah tersendak-sendak begitu lama, dia bahkan tidak bisa mengatakan apapun.

Baiklah!

memang memiliki banyak

identitasnya yang berbeda, seperti perbedaan budaya, seperti latar belakang keluarga yang berbeda, dan

??Sudah siap sarapan???

tatapan gelap Nicholas Sanjaya, terlihat sesuatu yang berbeda dari biasanya. Saat menatap Raline, tidak seperti biasanya lagi, itu adalah

??En.?? Wajah Raline memerah.

makan siang sudah

??Baik. ayo keluar jalan-jalan.??

Sanjaya berkata, menyodorkan kedua kaki panjangnya dan

menyadari, hari ini Nicholas Sanjanya tidak memakai pakaian kerja buatan tangan yang selalu tidak berubah itu. Pria memakai kaos corak tentara, bagian bawah

sedikit kusam, warna juga sudah pudar, dan dengan pas menunjukkan tubuh Nicholas Sanjaya yang tegap. Gaya kasual dan

mengikuti di

tatapannya tentu berada di bagian pantat

pertama kali merasa, ternyata pantat pria ini juga bisa begitu menggoda. Tidak besar dan tidak kecil, tidak montok dan juga

Pria di depannya tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, Raline tidak sempat

Hidungnya sakit!

Benar-benar canggung!

terlihat sinar yang bijaksana. Dia perlahan mengangkat bibirnya, cara bicaranya terdengar begitu

??Benar-benar ceroboh!??

aku hanya...melamun saja.?? Raline mengigit

bertanya, ??Apa yang kamu

apa? Melihat

berpikir seperti itu, tapi

pun menyadari tatapan pria terus tertuju pada wajahnya, ekspresi itu sepertinya sedang mengatakan, kamu jelas-jelas sedang mengintipku, masih

menciut, buru-buru

ini benar-benar

menyadari ternyata villa ini sangat besar, tidak hanya bagian dalam ruangan, hanya pekarangan saja sudah cukup besar, membangun 2-3 rumah di luar juga

dengan rerumputan, selain jalan dan trotoar, semuanya diselimuti oleh kerikil

dimengerti, apa gunanya membeli begitu banyak

ada

suka tempat ini??? pria menyadari tatapan

puluhan juta, mobil ratusan juta, tapi sepertinya belum ada yang memberikan rumah sebagai hadiah

menganggukkan kepala. Rumah ini begitu

??Ini untukmu.??

??Ah??? Raline terkejut.

kamu suka, aku

barang yang begitu mahal aku mana mungkin menerimanya.?? Raline

Bình Luận ()

0/255