Poor CEO

Bab 71 Itik Tidak Akan Bisa Berubah Menjadi Angsa

Bab 71 Itik Tidak Akan Bisa Berubah Menjadi Angsa

Raline memilih pindah di hari Sabtu, kebetulan hari itu Amel ada urusan dan balik ke rumah lamanya, oleh karena itu Darwin yang bertugas untuk mengantar Raline dan anaknya.

"Pak Direktur, ini adalah alamat dan data mengenai lokasinya."

Pak Tito memang asisten terhandal Nicholas Sanjaya. hanya dalam waktu dua hari ia sudah melacak dimana tempat tinggal Raline.

Setelah Nicholas Sanjaya melihatnya, ia pun merasa sakit kepala.

Nama Pemilik rumah tersebut tertulis nama Darwin.

Kenapa bisa dia?

Apa hubungan dia dengan Raline?

Teman, saudara, atau ... kekasih?

Jika teman, Raline tidak mungkin membiarkan World Talk Group yang sebesar itu dan tidak memanfaatkannya, malah membiarkan dirinya diintimidasi oleh keluarganya.

Jika mereka adalah saudara, keluarga Lin pasti tidak perlu lagi menjual putri mereka demi uang.

kekasih?

Harga diri seorang pria yang angkuh dan kuat tampaknya telah tersakiti. Selama ini,Nicholas Sanjaya selalu menganggap bahwa Raline adalah miliknya seorang.

Tetapi tepat pada saat ini, tiba-tiba Darwin muncul!

Pria manapun pasti tidak akan bisa menerima wanitanya sendiri berselingkuh. Apalagi jika wanita tersebut berselingkuh didepan hadapannya.

Nicholas Sanjaya sangat kesal, ia ingin sekali segera memanggil Raline dan mencabik-cabiknya!

Setelah lumayan lama , amarah Nicholas Sanjaya mereda.

Wajahnya terlihat sangat seram, terpancar cahaya dingin dari matanya yang tajam itu. Suara yang ia keluarkan juga terdengar dingin seperti hujan es di musim dingin.

sebelahnya." ia

Tito mengangguk dan berkata, "Sudah terlambat Pak Direktur. tapi, ada pemilik lantai atas yang bermaksud untuk menjual

yang akan dilakukan olehnya, dan ia sudah

waktu sehari, segera selesaikan masalah

beberapa masakan. "Oh

juga

Sejak kapan ya?

Sanjaya memang

senang atau tidak, Nicholas Sanjaya selalu menghentikannya di tengah jalan, kalau bukan makan pasti bertemu dengan orang. Setiap ia tidak setuju, Nicholas Sanjaya akan

bertemu dengannya demi masalah pekerjaan saja susah, dan sikap Pak Tito terhadapnya juga

masih

tertawa sambil menggelengkan kepalanya, dia benar-benar pria yang

masih ada urusan." Raline merasa bahwa ia perlu

temui muncul sendiri ketika ia sedang berjalan

diikuti oleh tim sekretarisnya, mereka terlihat hormat dan mengikuti langkah atasan

"Direktur."

senyum lembut yang akrab

dan menatapnya selikas. Sikap acuh tak acuh seperti ini jarang

"Ada apa Nona Raline?"

Tanya Pak Tito.

Sanjaya dengan penuh kecurigaan, ada apa dengan pria ini?

yang dikirim dari cabang luar negeri,

lain kali langsung serahkan saja kepada ketua

"......"

Sanjaya lebih dingin lagi daripada

ini tampak seperti hubungan antara

"Tapi ..."

ia ingin lanjut mengatakan sesuatu, ada suara

lakukan? Apakah kamu tidak tahu bahwa kami sedang mempersiapkan pertemuan penting! Kamu hanya seorang penerjemah. Hal-hal ini jelas hanya perlu diserahkan kepada ketua sekretaris saja. Kamu malah datang mencari Direktur, Apakah kamu merasa Direktur tidak cukup sibuk?

lain adalah Pamela yang baru diturunkan pangkatnya menjadi

bicaranya yang dingin dan tinggi ia menegur

mengerutkan keningnya, ia merasa curiga, tetapi lebih

Bình Luận ()

0/255