Presdir Galak!

Bab 759 Satu Serangan Mematikan

Bab 759 Satu Serangan Mematikan

"Nona Ruan? Benar bukan?"

Oyong mengangkat alisnya, menatap wanita jangkung di depannya.

"Apa yang kamu lakukan kepada Wisnu?"

Diandra Ruan tampak dingin, sorot matanya melihat Oyong dengan tegas.

"Tidak disangka perasaan Nona Ruan terhadap Wisnu begitu mendalam, sebuah pesan singkat saja dapat membuatmu menerjang kemari," kata Oyong dengan sorot mata jahat dan terasa menyindir.

AlasanDiandra Ruan bisa muncul di sini, karena sebuah pesan singkat yang berasal dari nomer telepon Wisnu, isinya adalah: Nona Ruan, Tuan Xiao mungkin sedang mengalami sedikit kesulitan, dia membutuhkan bantuan Anda. Datanglah ke rumah elit Guanyun.

Dia, Diandra Ruan tidaklah bodoh, sekali lihat langsung tahu kalau Wisnu mengalami masalah.

Tanpa berpikir panjang dia langsung datang kemari, dia mengira akan ada sebuah perkelahian sengit, tetapi yang siapa tahu kalau sepanjang jalan dilaluinya dengan lancar dan dia dengan cepat bertemu dalang semua ini yaitu Oyong.

"Jangan banyak omong kosong lagi, cepat katakan bagaimana agar kamu mau melepaskan Wisnu!"

Diandra Ruan tidak suka berputar-putar, tujuannya datang ke sini adalah untuk menyelamatkan Wisnu dengan apa pun harganya.

***

"Nona Ruan benar-benar orang yang lugas! Aku tidak akan berbicara banyak lagi, aku menyuruhmu datang ke sini untuk melawan seseorang, menurutku kamu pasti juga mengenal orang ini, orang ini adalah mantan penyewamu."

Wajah tua Oyong mengerut menjadi satu, terlihat sangat mengerikan.

"Apa yang kamu maksud, Lukman?"

Ekspresi wajah Diandra Ruan tidak stabil, apakah orang ini ingin memanfaatkan dirinya untuk melawan Lukman?

"Ha ha ha, Nona Ruan benar-benar pintar, benar sekali, bocah itu, Lukman. Terakhir kali di vila itu, kamu beraksi dengan Wisnu, walaupun aku tidak menyaksikannya sendiri, tetapi aku tahu, kamu belum mengerahkan segenap tenagamu, kali ini, kuharap Nona Ruan dapat memikirkan baik-baik tentang Tuan Xiao!"

Perkataan rubah tua ini berputar-putar dan terus memanggilnya Nona Ruan yang membuat Diandra Ruan jijik ingin muntah.

"Baik! Aku kan mengeluarkan segenap tenagaku, tapi aku harap kamu tidak mengingkari janjimu, kalau sampai kamu seorang Tuan Ouyang mengingkari janji, kurasa jalan ini, Anda juga tidak akan bisa berjalan terlalu jauh.

Diandra Ruan dengan tegas menatap Oyong, rubah tua ini.

"Ini tentu saja, Nona Ruan silahkan bersiap-siap, sebuah pertempuran sengit akan segera dimulai! Ha ha ha ha."

Ketika Lukman berdiri di depan pintu gerbang manor, tidak terlihat ada bekas pertempuran di sekujur tubuhnya. Acong berdiri di belakangnya, lengan baju kirinya terlihat bekas darah karena diserempet oleh peluru.

Orang-orang yang lain berdiri di belakang Lukman, dengan pistol di tangan mereka.

Oyong bersembunyi di kegelapan, ketika melihat wajah Lukman, dia merasa terkejut.

Bagaimana bocah ini dapat dengan mudah menerobos pertahanan itu?

rubah tua

seperti itu untuk mencoba menghentikanku," kata

terlalu sombong, tetapi hatinya

untuk membuat Lukman kehilangan sebagian kekuatannya, tetapi dia tidak menyangka sudah tiga tahun tidak bertemu dengannya, bocah ini sepertinya semakin

bayangan yang kemudian berdiri

yang hendak menembaknya, tetapi

adalah Diandra Ruan.

cahaya,

khawatir kamu harus melewatiku terlebih dahulu. Sebagai orang yang belajar ilmu bela diri, kamu

mengenakan pakaian hitam ketat, tubuh indahnya adalah sinyal bahaya.

gadis ini."

menggelengkan kepalanya, orang yang berlatih ilmu bela diri pasti paham, pihak lawan

saja tidak dimengerti maka dia, Lukman dapat dikatakan telah sia-sia melatih ilmu beladirinya selama 20 tahun ini.

dia memberi isyarat kepada

mendekati Anissa pasti ada

sejak awal sudah dapat

terkejut, hari itu sewaktu bertemu dengannya di bar, Lukman telah mengingat

tentu ada tujuannya. Sayang sekali, sekarang situasi telah berubah, aku

***

adalah Lukman yang begitu kuat, tetapi dia

hatinya, seseorang yang hanya dapat

hati orang itu, tetapi dia tidak peduli, dapat melakukan sesuatu demi orang yang dicintainya, itu sudah

hatinya bangkit. Bagi Lukman memanfaatkan orang lain adalah hal yang sudah biasa, tetapi dia tidak bisa membiarkan

mana Oyong, si

tidak

tidak akan bisa menemui siapa pun!" kata Diandra Ruan dengan keras, tangannya telah diletakkan di punggungnya, menggenggam senjatanya.

pernah melawan seorang wanita,

Diandra Ruan sudah dengan langkah lebar menerjang ke arahnya.

lincah. Diandra Ruan mengeluarkan

tenang, dia merentangkan kedua tangannya yang bertenaga yang menggenggam dua buah

telah menerjang sampai ke hadapannya, sebelum Lukman menembak, Diandra Ruan yakin belati ini pasti akan menancap kuat di dada Lukman.

Lukman juga bukan orang yang lemah, lengannya yang kuat diangkat dan pistol itu digunakan untuk menghalangi tusukan belati yang ganas itu.

pistolnya yang tersembunyi di lengan bajunya juga meluncur ke tangannya.

bisa satu demi satu ditembakkan, terdengar sangat mengejutkan.

melangkah dengan hati-hati, jika sampai terkena peluru,

melompat ringan, seluruh tubuh melayang di udara, pada saat ini sepasang tangan Lukman telah diangkat tanpa ampun, kemudian ditembakkan ke arah

mesiu menyebar di

di tanah, tetapi tidak disangka, di udara melakukan sebuah upaya kemudian tiba-tiba menerjang kembali ke arah Lukman,

langsung melengkungkan tubuhnya ke belakang, membentuk huruf "n" sehingga belati Diandra Ruan dapat dihindari

mengernyit, tidak diduga kekuatan wanita ini begitu besar, responnya juga sangat

Ruan selanjutnya sudah mendekat, terlihat moncong pistolnya telah diarahkan padanya, peluru itu sepertinya mempunyai mata ditembakkan "dor

dengan cepat sambil terus menembakkan

cepat tubuhnya, tubuh anehnya itu dapat menghindar

pria itu mempunyai kecepatan yang mengerikan seperti

saja dapat

Bình Luận ()

0/255