Pria Keberuntunganku

Bab 274 Kamu Yang Menyukaiku

Bab 274 Kamu Yang Menyukaiku

Melihat bibir Fred yang hampir menempel, Diana seketika menarik napas panjang, tiba tiba dia merasa bibirnya terasa hangat.

Terlihat wajah Fred menyiratkan senyum nakalnya, kemudian dia mengambil tissue untuk mengelap bibir Diana, "kamu makan tuh kemana mana ya, Diana, apa kamu masih berhayal?"

Diana seketika terdiam, tidak lama kemudian dia tersadar, ternyata Fred hanya ingin membantunya mengelap bibirnya, dia malah mengira....

Wajah Diana tiba tiba malah terasa begitu panas, dia tersenyum dan sambil mengulurkan tangan mendorongnya, "tidak perlu kamu lap, aku saja sendiri."

Saat dia akan mengangkat tangannya, lengannya langsung ditahan oelh Fred, selanjutnya Fred masih melanjutkan kegiatannya, mengelap bibir Diana dengan telaten sampai bersih.

Selanjutnya, saat dia akan menarik tangannya, seketika gerakannya terhenti, kemudian menarik dagu Diana dan dengan cepat memberikan kecupan lembut di bibir Diana, dan tidak lupa dia berbisik lirih, "kamu bagaimanapun juga aku tetap suka."

Perkataan yang langsung membuat wajah Diana semakin memerah, dia langsung mendorong tubuh Fred dan berjalan ke samping jendela, terdiam dan tidak mengatakan apapun.

Fred tersenyum dan mengikutinya, dia bertanya dengan tajam, "kenapa? Apa kamu merasa dirugikan?"

Melihat Diana yang tidak mengatakan apapun, Fred sengaja mendekatka dirinya kepada Diana, "apa mau menciumku sekali lagi?"

Diana yang mendengar guyonan Fred langsung memarahinya dengan tersenyum, "nakal!"

Mereka bebicara dan bersenda gurau, sama sekali tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berdiri di depan pintu ruang rapat.

Dari awal Juan sudah mematung di ruang rapat, melihat Diana dan Fred yang begitu bahagia, entah kenapa dia merasa hatinya begitu sakit.

Melihta dari dalam ruang rapat terdengar suara yang begitu lirih, dia menarik napas panjang, dan tanpa disadari dia sudah mengepalkan tangannya erat, dia selalu merasa bahwa masih ada kemungkinan untuknya bisa bersama dengan Diana, tetapi tidak disangka bahwa disampingnya sudah ada Fred yang tidak akan pernah melepaskannya.

Menahan hati dan amarahnya yang begitu menggebu gebu, Juan langsung berbalik badan dan berlalu.

yang baru keluar dari tempat menyduh teh, Bella yang melihat sosok Juan dari kejauhan, dan kemudian melihat kedua orang

lihat ke ruang rapat, siapa tau bisa mendapat mengenai perencanaan yang sedang mereka kerjakan, tidak disangka dia malah

dan dia langsung kembali

"halo? Aku disini ada

tersenyum cerah,

dari Linyu Real Estate

"benarkah? Apa

pernah mendengarnya, Juan adalah senior Diana saat kuliah dulu, dan tadi saat aku memergoki Juan saat melihat Diana dan Fred bersama, raut wajahnya seketika berubah menjadi tidak enak,

mendengar perkataan Bella langsung tersenyum renyah, "jika benar seperti apa yang kamu katakan, maka itu merupakan berita bagus, ternyata mereka

berkata seperti

dalam telepon masih terdengar suara Rumi, "gadis pintar, pantas dihadiahi, nanti malam setelah pulang kerja aku

ke atas, dan tanpa ragu dia langsung mengiyakan,

dan langsung menuju jalan kecil yang

Semua terserah kamu." Rumi dengan senyum

"stik, bagaimana?"

"ayo." Rumi langsung menginjak gas mobilnya dengan senyum secerah

Jeff yang datang dengan

melihat itu membuatnya begitu terkejut, dia langsung bertanya, "Jeff bagaimana bisa dia

hubungan Jeff dan Cassie sedang tidak baik, tidak heran jika mereka

sambil memundurkan mobilnya, Bella kemudian bertanya dengan

yang jelas Jeff adalah

menganguk tanpa

begitu malam, Bella mengira bahwa Rumi akan mengantarnya pulang kerumah,

menjadi cemas dan bertanya,

satu alisnya, "pergi ke

memerah dan dia langsung berkata,

dia tersenyum dan pelan pelan menginjak rem,

Bình Luận ()

0/255