Pria Keberuntunganku

Bab 275 Mengabulkan Harapan Ulang Tahunnya

Bab 275 Mengabulkan Harapan Ulang Tahunnya

Wajah Elly terlihat begitu pasi, setelah menunggu begitu lama, dia kemudian berjalan mendekat dengan cepat, melihat Fred, dan menghiraukan Diana begitu saja.

"Fred, kenapa kamu tidak melihatku?"

Fred menaikkan sebelah alisnya dan menjawab datar, "waktunya bekerja, jadwal padat."

Wajah Elly semakin terlihat begitu kesal, dia seperti menahan sebuah perkataan, dan dia hanya bisa menahannya di tenggorokan tanpa mengeluarkannya.

Fred masih saja bertanya dengan wajah datar, "ada masalah apa?"

Elly menarik napasnya panjang, dan berkata dengan serius di setiap perkataannya, "hari ini adalah ulang tahunku, kamu dulu sudah berjanji keadaku bahwa setiap tahun kamu akan mengabulkan satu permintaanku."

Fred menekankan kedua alisnya, belum sempat dia menjawab, Diana sudah melepaskan tangannya dari genggaman Fred.

Diana tersenyum ke arah Fred, "kalian ngobrol dulu saja, aku tunggu kamu diluar."

Setelah itu Diana langsung melangkahkan kakinya keluar.

Fred kembali mengerutkan keningnya, dia melihat pungggung Diana yang sudah menjauh, dalam hatinya seketika terasa begitu kesal, dan kemudian dia beralih melihat Elly dan berkata, "katakan."

Elly kembali menarik napas dalam, terdiam beberapa saat baru kemudian menjawab, "apa kamu bisa menemaniku menemui mama ku, hari peringatannya sudah hampir tiba."

Elly lima tahun lalu meninggal karena kanker, hal ini juga alasan kenapa Yohanes begitu menyayangi anak perempuannya ini.

Mendengar dia yang berkata seperi itu, Fred terlihat sedikit kaget, pada awalnya Fred berpikir dia akan meminta yang aneh aneh, tetapi tidak disangka....

Fred juga mengerti bagaimana rasanya kehilangan seorang ibu, dalam hatinya tidak

mengunjungi makam ibunya sendirian, dia

menghadapi permintaan dari Elly yang seperti ini, dia seketika tidak tau bagaimana

beberapa saat, Fred kemudian menajwab lirih dan mengiyakan permintaannya, "baiklah.

yang mendengar hal ini, telrihat ekspresi yang begitu terkejut di wajahnya, dia seketika mengulurkan tangannya dan menggenggam

yang berdiri di depan pintu melihat pemandangan ini seketika hatinya begitu geram, ada suatu perasaan campur aduk yang tidak bisa dijelaskan dengan kata kata seketika muncul di dalam benaknya, dalam hatinya jelas jelas dia percaya bahwa Fred tidak akan melakukan sesuatu yang menyakitinya, tetapi entah kenapa dia begitu mempermasalahkan

kemudian, dari belakang tubuhnya yerdengar suara langkah seseorang, belum sempat dia bereaksi, dia tiba

membahas masalah yang tadi, tetapi dia malah

tiba tiba langsung mengeluarkan

setelah itu dia langsung menutup

ingin bertanya tetapi takut nanti malah semakin membuat nya kesal, tetapi pada akhirnya dia masih saja bertanya, "apa

apa." Fred menjawab singkat. "Hanya membuat seseorang mendapatkan hukuman yang harus

sebuah duri yang bisa menyakitinya setiap saat, begitu menyakitinya langsung tidak bisa tertahan rasa

Cassie, dengan seperti itu dia sedikit bisa

jika mereka tau bahwa Fred lah yang mengungkapkan semua ini, mungkin

dendam mengenai yang sudah berlalu, yang jelas hidup

terdiam beberapa saat, "ada suatu hal yang bisa dilupakan, tetapi

yang sudah Yolana katakan kepada Fred, bagaimana bisa hingga membuatnya menajdi sekesa ini, tetapi dia juga tau, hal yang sudah Fred tentukan, bagaimanapun Diana

penjuru kota, yang dimuat di majalah ibu

harta, dengan mengandakan anaknya sebagai salah satu bagian keluarga Pratama, setidaknya bisa membuatnya bercengkerama

teh, saat pergi ke toilet dia sudah melihat beberapa orang yang sudah membicarakannya

kembali ke mejanya, dia baru saja berjalan hingga pintu masuk, tiba tiba dia mendengar suara yang begitu lirih dari dalam

hebat, lihat saja

disangka kehidupan pribadinya dengan diam diam menggoda para lelaki kaya,

Bình Luận ()

0/255