Pria Keberuntunganku

Bab 280 Kagum Sama Keberaniannya

Bab 280 Kagum Sama Keberaniannya

Melihat Cassie yang menghilang di belokan balik tembok, Wawan akhirnya menghembuskan napas lega.

Tetapi yang dia tidak habis pikir adalah dia sebagai pegawai perusahaan, yang memiliki pekerjaan menumpuk, pesanan yang menumpuk sedang menunggunya, tetapi dia malah menemani tamu minum. Tidak disangka Cassie yang merupakan artis besar juga bisa melakukan hal seperti ini....

Dia menggelengakan kepalan dan langsung masuk kedalam toilet, dia dengan cepat membasuh wajahnya, saat dia kembali keluar, dia langsung mengeluarkan teleponnya dan mengirim pesan kepada Diana.

"kamu tebak aku di hotel restoran bertemu dengan siapa?"

"kamu pasti tidak bisa menebaknya!"

"aku bertemu dengan Cassie!"

Beberapa pesan itu dia kirimkan secara bersamaan, setelah menunggu beberapa menit, ternyata Diana tidak mengirimkan balasan.

Saat itu juga di ruangan Pratama Jaya Grup, Diana duduk di depan meja kerjanya, dia sedang menyusun jadwal Fred minggu ini.

Hapenya berdering beberapa kali, dia akhirnya mengalihkan pandangannya dari layar laptop, dia melihat Wawan yang mengiriminya begitu banyak pesan, dia meraih hapenya dan melihat apa yang Wawan kirimkan.

Saat dia melihat pesan yang dia kirimkan, dia tersenyum heran, dan kemudian membalas, "apa yang aneh dari hal itu, aku juga tiap hari melihatnya di iklan dan berita semua tentangnya."

Wawanseketika mengirimkan balasannya, "yang aku lihat dia yang sebenarnya! Dia ternyata bisa menemani pelanggan minum minum! Tunggu hingga kita bertemu nanti aku akan ceritakan semuanya!!!"

Diana yang melihat Wawanbegitu heboh dengan mgnirimkan begitu banyak tanda pentung, Diana hanya bisa menggeleng, dan tidak begitu memperdulikan pesan yang dia kirimkan, dan melanjutkan pekerjaannya.

Tidak terasa sudah masuk waktu pulang kerja, Diana sebenarnya hanya ingin lembur setengah jam saja, tidak disangka pesa dari Wawan sudah meledak ledak di hapenya, Diana akhirnya membereskan barang barangnya dan bersiap pulang.

Kedua orang itu sudah berjanji akan pergi makan barbeque bersama, Wawan sudah tidak sabar menunggu, "Diana! Akhirnya kamu datang juga!"

iris bentuk bunga, cumi hanya tinggal sedikit, kita

tidak peduli dengan penampilannya lagi, dia melihat daring iris berbentuk bunga hanya tinggal beberapa saja di nampan, dia

menabrak punggung dari orang itu, dia mendesah kesakitan, dan kemudian mengangkat pandangannya, seketika dia melihat sosok orang di depannya yang juga membalikkan badan

laki-laki itu yang begitu bening, wajahnya seketika memerah, dan dia hanya mematung disana

depanya begitu tinggi, dia mengenakan kacamata berwarna silver, terlihat begitu hangat dan elegan, dia melihat ke arah

merasa jantungnya berdetak begitu kencang, gugup

melihat temannya mematung seperti itu, dan kemudian kembal melihat ke arah

nya jadi semerah tomat, "aku tidak apa apa....

tersenyum dan kemudian berkata dengan lirih, "tidak apa

memerah, dia sedikit tidak enak hati menujuk nampan

mengambil nampan itu

semakin membuat suaranya pun hanya terdengar

menahan tawanya, Wawan yang sehari hari selalu berisik dan tidak bisa

sedikit, Wawan tiba tiba

tidak percaya bertanya dengan senyum tipis, "kamu

tanpa ragu menganguk, dari sosot

menyeletuk, "kalau

"tapi...."

kamu suka maka kamu pergi lah."

sedikit ragu, tetapi dia akahirnya memantapkan hatinya, dan mengangguk, "iya, perkataanmu ada benarnya juga, aku sekarang

yang di tangannya kepada Diana, dan

meja mereka, dia melihat Diana dengan wajah yang malu malu, dia mengoyang goyangkan hapenya dan berkata dengan begitu gembiranya,

tetapi

adalah Diana, mungkin dia tidak memiliki keberanian sebesar itu, apalagi dalam masalah perasaan, dia adalah orang yang selalu didekati

disampingnya, dia pasti tidak ragu ragu mengukurkan tangannya dan minta peluk, dan mengucapkannya dengan

Bình Luận ()

0/255