Pria Keberuntunganku

Bab 281 Mencintai Seseorang Dengan Sepenuh Hati

Bab 281 Mencintai Seseorang Dengan Sepenuh Hati

Tangan Diana menyentuh wajah Fred, dia sampai mengernyitkan alis dan bertanya, "Pasti sudah minum banyak kan? Sudah mandi saja masih begini panas…"

Begitu mendengar suara wanita yang menyalahkan orang, Fred pun tersenyum dengan mendalam dan mencubit pinggulnya dengan pelan, "Iya, karena banyak minum makanya perlu cari kamu yang bisa menghilangkan alkohol, ternyata kamu malah mau langsung pergi…"

Diana mengangkat mata dan melihat sup penghilang alkohol di samping, "Cepat minum sup ini."

Fred sengaja mengerjain dia, "Suapin."

Diana merasa kesal tetapi masih pengin tertawa, dia melihat Fred, "Kamu tidak punya tangan ya?"

Fred pura-pura marah, "Tidak. Cepat!"

Diana tersenyum, kemudian dia mengambil mangkok, lalu menyuap Fred dengan sendok.

Fred pun tersenyum, walaupun diminum dengan satu sendok demi satu sendok sangat meribetkan, tetapi dia tetap saja menunggu Diana menyuapnya satu sendok demi satu sendok dengan sabar.

Setelah minum setengah mangkok, tangan Diana pun pegal. Dia meletakkan mangkok sup dan pura-pura marah, "Sisanya tidak mau disuapin lagi, supaya tidak jadi kebiasaan, nanti malah minta semuanya mau disuap."

"Kalau tidak saya yang suap kamu saja?" Fred memegang dagu Diana, "Bagaimana rasanya bermain dengan temanmu itu?"

"Lumayan," begitu kepikiran saat Wawan meminta kontak di rumah makan panggang pada hari ini, Diana pun tersenyum, "Oh ya, Wawan bilang, dia bertemu dengan Cassie hari ini saat membahas masalah orderan…"

Begitu mendengar cerita Cassie dari Diana, wajah pria pun menjadi tegas.

Diana pun bertanya, "Menurut kamu, kenapa Cassie bisa ikut campur masalah Jeff? Bahkan dia bersedia menyuruh istrinya untuk menemani orang minum?"

Fred pun menaikkan alis dan mencubit tangan Diana, "Polos sekali, masih belum paham?"

"Mohon bimbingan."

tidak akan mengizinkan Cassie menemani orang minum, jadi dia bisa

orang yang baru sadar,

kemudian baru bertanya lagi, "Saya dengar kalau proyek seperti ini membutuhkan relasi yang sangat kuat, apakah kita tidak perlu melakukan

menjawab, "Tidak usah, saya bisa

Diana tidak ada jadwal untuk bertemu dengan pihak penyelenggara tender, Diana pun penasaran dan ingin bertanya, tiba-tiba,

kea rah kamar mandi oleh

Diana, dengan suara ringan, "Sudah malam, mandi,

menjadi panik, "Saya… bisa

merasakan kemanisan di dalam hati. Dia merangkul leher pria, wajahnya menjadi merah ketika dia mengingat target

Wawan, lebih terbuka dalam masalah

pun semakin kencang, Diana menghirup

yang melakukan sesuatu

mengambil keputusan, dia mendekat dagunya ke telinga Fred dan berkata dengan suara

hatinya pun seperti mau meleleh, jelas-jelas hatinya sangat gembira, tetapi dia harus berpura-pura tenang, sekitar

Fred masih

di samping

Dia melihat sana sini, sepertinya dia tidak mendengar pertanyaan Fred tadi, dia

membungkukkan pinggang, kedua tangannya menahan di pinggir bak mandi untuk bertatapan, lalu bertanya

memerah, "Tentu saja…

lagi? Saya

kalimat itu, riwayat cintanya cukup sedikit, menyatakan

lama, tetapi

telinga wanita, dengan suara ringan,

mulut dan menggigit daun telinga wanita, begitu merasakan getaran di tubuh

tergetar, tubuhnya menjadi panas, dia membalikkan kepala, pandangannya langsung ditangkap oleh pandangan pria, kemudian

agresif, tubuh Diana sampai gemetar dan susah bernafas, kemudian muncul 2 kata

Bình Luận ()

0/255