Pria Keberuntunganku

Bab 283 Teman Seperjuangan

Bab 283 Teman Seperjuangan

Begitu mendengar suara dari hape, Diana berisak lalu berkata dengan pelan, "Saya di lobi."

Dia baru ingin bilang akan menunggunya di depan, tetapi nada Juan menjadi tegas dan buru-buru, "Diana, kamu lagi menangis?"

Air mata Diana yang sudah berhenti malah bercucuran lagi setelah mendengar pertanyaan Juan.

Dari suara yang kecil dari hape saja, Juan sudah ada jawaban, dia berkata, "Tunggu saya, saya pergi cari kamu sekarang."

Usai telepon, Diana menjadi bimbang dan tidak tahu harus berbuat apa.

Sebelumnya, dia masih belum sadar seberapa peduli dia terhadap Fred, tetapi setelah melihat kejadian tadi secara langsung, hatinya menjadi sakit, air matanya juga berlinang, semua ini sudah cukup untuk membuktikan seberapa pentingnya Fred di dalam hatinya.

Tetapi, Fred telah membuat dia kecewa.

Saat dia termenung, tiba-tiba terdengar suara, "Diana!"

Begitu melihat ke arah datangnya suara, terlihat Juan yang berjalan mendekatinya dengan buru-buru, Diana terlengah dan merasakan kehangatan.

Begitu semakin mendekat, Juan pun melihat mata Diana yang memerah, lalu bertanya, "Kamu kenapa? Kok menangis?"

Diana melambaikan tangan, dia tidak ingin menceritakan privasinya pada orang lain, jadi dia tidak menjawab.

Karena Diana tidak menjawab, Juan pun tidak banyak tanya, dia mengeluarkan sapu tangan dari kantongnya, lalu diberikan kepada Diana, "Hapus air matanya, kita pergi makan."

Diana menerima dan mengangguk, "Baik."

ke restoran, Diana tidak cerita apapun, Juan pun ikut terdiam. Setelah tiba di

tetapi karena ekspresi Diana terlihat tegar, dia merasa Diana pasti tidak ingin mengungkit masalah tadi,

sangat mirip dengan aslinya. Saya tahu dari teman saya, kebetulan hari ini

kemudian mengikuti Juan masuk ke

bertanya, "Kakak senior, apa yang ingin kamu

dengan Diana yang sudah mengendalikan suasana hati dan mulai membahas kerjaan,

saja, saya mau

melangkah, bahkan proposal tender juga sudah diajukan, tetapi tidak berarti kerja sama ini akan berhasil. Waktu pengumuman hasil tender juga semakin dekat, bukankah kita juga

memahami maksud Juan, dia

gerakan yang tidak terlihat. Kamu dan saya juga sudah paham, jadi berbagai jalinan dan pengetesan hubungan pasti ada, tetapi kalian masih tidak ada gerakan demikian, dari segi kerja sama, saya tidak mengerti dengan perbuatan

menghirup nafas dalam-dalam, karena dia juga sudah pernah tanya kepada Fred, tetapi Fred bilang akan urus sendiri

menjawab-jawab, sehingga Juan melanjutkan, "Saya juga tahu kalau hubungan antara Direktur Pratama dan Wakil Direktur Pratama adalah persaingan, makanya Pratama Jaya Group mencari 2 rekan kerja sama yang berbeda.

lalu berkata dengan pelan, "Saya sudah diskusi dengan Fred Pratama, tetapi dia suruh saya

adalah teman seperjuangan Pratama Jaya Group, dia tidak bisa mengambil keputusan atas

adalah mitra, seharusnya mendiskusikan masalah yang lebih

sampaikan kepada Direktur Pratama, akan saya usahakan

gitu harus merepotkan kamu," ucap Juan pelan, "Jika ada metode yang lebih bagus dari Direktur Pratama, saya bersedia

"Baik, akan saya sampaikan."

sudah dihidangkan. Ekspresi Juan yang serius pun menjadi

tersenyum dan mengangguk,

pun teringat akan kejadian tidak menyenangkan saat perkumpulan kali itu. Dia melihati Juan dan berkaa dengan

juga bersalah atas kejadian itu, tidak usah diungkit

Juan sudah berlapang, Diana pun tersenyum dan

setengah, ada telepon masuk, Diana mengangguk untuk melihat hape, muncul tulisan "Fred Pratama", gerakannya pun terhenti, ekspresi wajahnya pun

Bình Luận ()

0/255