Pria Keberuntunganku

Bab 284 Tamparan Mendadak

Bab 284 Tamparan Mendadak

Juan mengernyitkan alis, sebelum dia membuka mulut, Rumi sudah melangkah maju dan berkata dengan suara yang rendah, "Jika Linyu Real Estate bersedia bekerja sama dengan saya dan Wakil Direktur Pratama, saya yakin persentase kemenangan kita akan jauh semakin besar. Kerja sama antara Direktur Lu dan Fred Pratama belum tentu bisa dapat untung besar."

Ekspresi Juan menjadi datar, dia tidak sangka kalau Rumi berani terang-terangan merebut dia, dia pun langsung menolak, "Maaf, saya tidak punya niat ini."

Usai berkata, dia pun langsung pergi.

Rumi mendahuluinya dan menghadang di depannya.

"Direktur Lu, tidak usah buru-buru, saya akan kasih kamu waktu untuk berpikir. Transaksi ini hanya akan beruntung tidak akan rugi. Seharusnya tidak akan ditolak. Lagipula, mitra kamu juga belum tentu merupakan temanmu, dia adalah saingan cintamuloh…"

Pandangan mata Juan menjadi sirna, dia tidak sangka kalau Rumi juga tahu masalah dia suka kepada Diana. Dia merasa pria di hadapan ini bagaikan harimau yang berwajah tersenyum. Tanpa ragu lagi, dia langsung pergi meninggalkannya.

Baru jalan beberapa langkah saja, Juan sudah melihat seseorang yang berdiri di tempat yang tidak jauh, orang itu adalah Diana.

Diana sedang melihat ke arah sini, berarti dia sudah melihat Juan berbicara dengan Rumi.

Hati Juan menjadi tegang, dia tidak tahu apa yng Diana dengar dari percakapan ini, dia seger mendekat dan berkata dengan buru-buru, "Diana."

Pandangan Diana mengandung rasa curiga, "Kenapa kamu bisa bersama dia?"

Juan baru menebak kalau Diana tidak mendengar percakapan mereka dan tidak mendengar kata "saingan cinta" juga.

Dia baru merasa tenang, dengan suara pelan, "Kebetulan saja. Kita balik dulu, akan saya ceritakan semua isi percakapan saya dengan dia."

tidak seperti berbohong, Diana baru merasa lega,

Juan baru menceritakan semua percakapan

maaf, saya sudah salah paham padamu. Saya tidak sangka kalau kamu

begitu," Juan tersenyum, "Ini adalah prinsip dalam berbisnis. Walaupun kerja sama yang lain, yang tidak boleh dilakukan tetap

saya telah berhutang padamu kali

juga tidak menolak, dia menjawab

bayar, mereka pun keluar dari restoran bersamaan. Setelah berpisah dengan Juan, dia pun melihat hape, pekerjaan dia juga sudah selesai, dia pun langsung

pintu, Diana sudah melihat Bibi Zhang sedang berdiri di depan pintu,

Bibi Zhang membuat Diana menjadi

kamar. Tidak lama kemudian, saya mendengar suara banting-banting dari kamar,

naik

Diana adalah kepinga-kepingan pot bunga dan pria yang sedang duduk di sofa dengan

menarik nafas, kemudian melangkah maju dengan mengernyitkan alis, dia belum sempat buka mulut, langsung terdengar pertanyaan dari Fred dengan suara yang berat, "Apa

Diana tercengang, padahal dia hanya makan bersama Juan

dia melihat langsung

meninggikan suara dan tanya balik, "Saya hanya makan bersama lawan jenis, kami di siang hari,di tempat

mengerutkan alis, urat di bagian dahi sampai keluar, "Jelas-jelas kamu tahu dia suka padamu, jelas-jelas saya sangat keberatan kalau kamu bertemu berduaan dengan dia. Kenapa

Fred Pratama, kamu berpelukan dengan wanita lain

mata Fred pun sirna, dengan mengerutkan

sudah membara dalam hati, "Kenapa? Kalau bukan saya kebetulan melihatnya, kamu pasti tidak akan

Elly terseleo, saya tidak mungkin tinggalin dia," kata Fred kemudian bangkit dari tempat

saya telepon, dia yang

ragu.

Bình Luận ()

0/255