Pria Keberuntunganku

Bab 286 Siapa Yang Sayang Sama Dia?

Bab 286 Siapa Yang Sayang Sama Dia?

Diana turun ke bawah dengan buru-buru, tetapi sebelum sampai depan pintu, langkah sudah semakin pelan.

Ibu Tanoe sedang menggunting tanaman, begitu melihat Diana yang ragu-ragu, dia pun berkata, "Sudah tidak tahan diri ya?"

"Siapa bilang saya tidak tahan diri," wajah Diana memerah, dia segera membantah, "Saya Cuma lapar, mau sarapan."

Begitu melihat anaknya yang beda di mulut beda di hati, Ibu Tanoe pun menahan rasa tawa, "Saya masak bubur, ada di dapur, ambil sendiri saja."

Diana menjawab iya, ketika melewati jendela ruang tamu, pandangannya pun tidak lupa untuk melirik ke bagian depan.

Ibu Tanoe menyaksikan semuanya itu, kemudian berkata dengan tersenyum, "Tidak mau mengaku."

Setelah mengambil semangkok bubur, Diana duduk di meja makan, setelah makan beberapa suap, hatinya masih tidak bisa tenang.

Ibu Tanoe sengaja mendekat, lalu bertanya, "Enak tidak?"

Diana menjawab dengan tidak fokus, "Masih ok."

Ibu Tanoe tertawa, "Kamu sih senang-senang saja di sini, tetapi ada orang tuh yang berdiri di depan, mungkin saja belum sarapan, cuaca dingin lagi…"

Diana mengernyitkan alis, kemudian meletakkan sendok di tangan lalu berkata pada Ibu Tanoe, "Mama, kalau kamu sayang sama dia, kasih dia masuk saja."

"Saya sayang dia?" Ibu Tanoe sampai tertawa yang keluar suara, "Saya saja tidak kenal sama dia, terserah dia mau berdiri sampai kapan, saya tidak peduli."

Usai berkata, Ibu Tanoe pun jalan ke balkon untuk menata bunga, dia tidak berkata apapun lagi.

Hati Diana sangat kacau, jelas-jelas, dia masih kesal sama Fred, tetapi begitu melihat Fred menunggunya di depan tanpa bersuara, hatinya pun menjadi khawatir.

terkaget, dia langsung bangkit dan jalan ke belakang jendela

tahu apa yang mereka berdua bicarakan, ternyata Ibu Tanoe

masuk, walaupun ingin

di meja makan dan lanjut makan

yang berat dan rendah, sepertinya sedang membahas

Tanoe yang sambil tertawa, "Di rumah ini tidak

Diana pun terkagok. Bantu? Bantu apa? Bukankah Fred datang

masuk, setelah melihat sekeliling, pandangannya pun terpaku pada Diana, tetapi Diana pura-pura

sini," Ibu Tanoe jalan ke

melihat mereka berdua pergi, Diana pun mengernyitkan alis, rasa khawatir dia

atau tidak, tetapi begitu dapat masuk bukannya minta

terus, dia pun membuka sana

Fred keluar dari gudang, di tangannya sudah ada

dapur ada 1 lampu yang rusak, ganti yang itu

tahu apa yang dipikirkan

mengganti semua lampu yang rusak, setelah itu Ibu

tetapi pandangan matanya terus mengikut ke mana perginya

arahan Ibu Tanoe untuk memindahkan

yang kuat ini, wajah Diana pun memerah. Tiba-tiba, Fred membalikkan badan, pandangan mereka pun berkontakan,

kaku, jantungya berdetak kencang dan tidak terkendali, walaupun dia sudah mengalihkan pandangan, tetapi hatinya tetap

suara "Phom", kemudian diikut suara teriak

arah datangnya suara, terlihat Fred yang setengah membungkuk, alis mengernyit, Diana

tangan Fred yang merah dan bengkak, alisnya pun mengerut, "Sudah berdarah, saya ambilkan

mendengar berdarah, Diana pun segera bangkit dan langsung jalan ke arah balkok

terlihat jari tangan Fred yang merah dan bengkak, bahkan kulit di punggung tangannya lecek dan

langsung menangkap tangan Fred,

Bình Luận ()

0/255