Pria Keberuntunganku

Bab 290 Mengambil Keuntungan Dari Dia?

Bab 290 Mengambil Keuntungan Dari Dia?

Ekspresi Jeff sangat memburuk nafasnya juga semakin kencang, walaupun ditahan di lantai oleh Fred, tetapi ekspresinya masih sangat marah.

Karena dia tidak mau meminta maaf, Fred pun tidak buru-buru, "Jeff Pratama, harusnya Tuan Feng sudah tidak sabaran menunggu. Kamu telah bersusah payah untuk menang dengan cara licik, apakah kamu masih akan membuat senior menunggumu. Menurutmu, apa yang akan dia pikirkan?"

Ekspresi Jeff pun berubah, dengan suara tinggi, "Lepaskan saya!"

"Tidak minta maaf, saya tidak akan membiarkan kamu bangun," ucap Fred dengan tegas, "Jika Tuan Feng menunggu sampai tidak sabaran, dan begitu kembali langsung melihat kamu sedang tiarap di lantai, saya rasa, dia akan tertawa terbahak-bahak."

Jeff menjadi malu, kemudian mengepalkan tangan dan melirik ke arah Diana, setelah beberapa saat kemudian, baru berkata, "…maaf"

Fred berkata tanpa ekspresi, "Suaranya terlalu kecil."

Fred menggigit gigi dan menaikkan suara, "Maaf!"

Pandangan Fred menunduk, "Tidak tulus!"

"Kamu!" Jeff berusaha melepaskan diri, tetapi tidak berhasil kemudian dia meminta maaf untuk ketiga kalinya. Kali ini, suaranya agak pelan, "…maaf."

"Ini baru bisa diterima," Fred menaikkan alis lalu melepaskan dia. kemudian melangkah mundur untuk melihatnya.

Jeff pun bangkit dari lantai dengan kesal, kemudian melirik ke Jeff dan Diana. Karena merasa jika di sini terus akan lebih merugikan, dia pun pergi dengan membawa rasa kesal.

Fred menatapi kepergian Jeff, setelah itu baru memalingkan pandangan kepada Diana, lalu berkata, "Maaf."

Diana geleng kepala, dia merasakan kehangatan di hati karena pria di hadapan ini.

"Phak! Phak!"

Suara tepuk tangan dan tertawa dari Gerald, "Seru! Seru sekali! Ternyata ilmu bela diri Pratama kita sangat luar biasa. Walaupun hari ini tidak berhasil memenangkan Tuan Feng, tetapi memberi pelajaran kepada Jeff juga balik modal."

Fred meliriknya sekilas, "Tidak usah banyak omong. Makan dulu."

pundak Diana, lalu pergi meninggalkan tempat

kepikiran masalah Tuan Feng, dia pun berkata, "Tuan Feng bersama

dia tidak mungkin bantu semuanya. Tetapi kalau dari kejadian hari ini, seharusnya dia sudah

Diana pun menjadi galau,

Fred, "Jangan banyak pikir, makan

mengangguk, kemudian ikut dia

terlebih dahulu, tetapi

bangga, "Bagus sekali punya teman. Lihat saja, mau makan apa

Diana, "Kamu

ini

"Bos Gautama yang masukan per bulan di

saya ada buka resor baru, lingkungannya sangat ok. Bagaimana kalau kita cari waktu untuk jalan-jalan

Fred bertanya, "Di mana?"

suburban timur sana. Saya sudah lihat foto, ada danau juga,

pada

ragu-ragu, "Apakah kita

bukanlah masalah. Tunggu hasil tender

Diana mengangguk, "Baik."

pun memberikan kode mata, "Diana Tanoe, bawa teman ya, kalau ada

Diana hanya tertawa.

terhidang, mereka bertiga pun makan dengan suasana yang gembira, ditambah

berdering, begitu melihat layar hape,

dari ayah Elly, Yohanes. Kenapa bisa

He, kenapa

berani tanya saya ada apa? Kamu tidak tahu apa

"Paman He, ada

baik, berarti kamu bisa menindas

Telepon langsung diakhiri.

datar saat melihat

Bình Luận ()

0/255