Prince Please Don't Chase Me

Bab 85 Sangat Bahaya

Bab 85 Sangat Bahaya

Aku hanya bisa melihat dia pelan-pelan berjalan kemari, aku semakin ketakutan.

Walaupun aku tidak dapat mencegah dia kemari, tetapi aku bisa menyebarkan siapa orang-orang itu.

Sambil berfikir seperti itu, kau mengeluarkan perak yang diberikan Andi kepadaku.

Walaupun aku merasa bersalah kepadanya, tetapi keadaan ini sangat mendesak, aku tidak dapat melakukan apapun, tanganku mulai bergetar.

Aku segera membuka kantong itu, mataku melihat Edo, pada saat dia hampir sampai, tidak sempat lagi jika tidak mengingatkannya.

Aku membuang perak keatas, dan perak itu berhamburan.

Suaranya sangat keras, cahaya perak bersilau.

"Apa itu?"

Ada yang menyadari perak jatuh dari langit.

"Perak, itu perak!"

Aku segera berteriak, sepertinya semua orang sudah menyadari, tidak tahu mereka mendengar atau tidak, tetapi mereka sudah menatapku.

Semua perak jatuh kebawah da nada yang menyadarinya.

"Apa itu?"

"Sepertinya perak!"

"Perak? Dimana perak?"

Terdengar suara yang keras, semua orang menunduk dan melihta perak, para pembunuh itu tidak tahu apa yang terjadi, semua orang menunduk dan mencari perak.

Melihat semua orang menunduk dan mengambil perak, para pembunuh saling bertatapan, mereka menyembunyikan pedang mereka, tetapi sudah tidak sempat.

Mereka terdiam, dan cahaya pedang ditangan mereka sangat silau.

dia tidak memperhatikan yang

"Jangan kemari, ada pembunuh!"

mendengar suaraku, semua penjaganya mengelilingi

suara pedang ditarik, dan

yang menunduk mencari perak, mendengar suara itu dan mengangkat kepalanya, melihat pembunuh itu

memperdulikan perak

hanya bisa terdiam, mereka sudah melewatkan kesempatan

mereka menarik pedang

juga

"Bunuh!"

Hanya terdengar suara itu.

yang

membunuh,

pernah memikirkan hal ini, pedang saling berlawan.

bergetar dan diam

ada satu orang yang menatapku

Nyaman dilihat olehnya, dia diam ditempat

"Segera kemari."

Suaranya bagaikan mantra.

aku baru sadar

Aku mundur beberapa langkah.

Edo melihatku dan merah.

saat aku sedang berencana untuk kabur, tetapi aku merasa ada seseorang

Edo tidak merespos,

tampa pikir panjang langsung berlari

"Edo, jangan!"

melihat pedang itu sudah hampir melukainya, aku langsung memeluknya, mendorongnya

dengan tingkahku, aku memeluknya

bergetar memeluknya, hanya mendengar dia

"Lisa!"

membuka mataku dan melihatnya, cahaya dari pedang

sakit, aku mendengr

besar itu putus dan merontokkan beberapa helai rambutku.

Bình Luận ()

0/255