Bab 88 Menolak

Edo menimpaku, tubuhku terpengaruh oleh kehangatannya, dan seperti terbakar.

Aku bergerak sedikit, ingin lepas darinya, tetapi dia memeluk dengan lebih erat, tubuhnya bersentuhan dengan tubuku, aku merasa geli.

Tangannku mendorong dadanya dengan keras, ingin menghentikan gerakkannya, tetapi aku tidak sanggup.

Aku hanya bisa diam dibawahnya, merasakan kehangatannya.

Edo semakin panas, aku merasakan jarinya yang panas, menyentuh tubuhku bagaikan api.

Tangannya meraba punggungku, turun dan naik, tangan yang gesit memegang leherku, melepaskan pakaianku dengan cepat seperti sudah sangat terlatih.

Pakaianku pelan-pelan lepas, tubuhku terlihat, aku bergetar.

Tangannya menyentuh lukaku, aku merasakan sakit yang luar biasa, aku berteriak.

"A.....!"

Sakit membuat aku sadar, aku menggelengkan kepalaku, berusaha mendorong dia.

"jangan!"

Edo tidak menyangka aku akan seperti ini, tenagaku sangat kuat, dia hampir terjatuh.

Aku melihat dia dengan khawatir, Edo melihatku dengan tidak mengerti.

Aku melihat diriku yang saat ini, pakaianku sudah lepas sebagian, dadaku hampir terlihat.

Pada saat bertemu dengan Edo, aku tidak bisa menahan, bisa mengikutinya tampa sadar.

wajahku memerah melihat

merapikan pakaianku, muncur beberapa langkah

semakin dalam, dia tidak memperdulikan penolakanku

membuat aku tersadar, dan aku tidak memperdulikan

seperti apa, mungkin karena sudah cukup lama, aku pelan-pelan melupakan kejadian diistana, tetapi ingatan itu

dengan jelas, dia tidak akan

aku mengingat, aku berkata dengan

sebelum selesai

tetapi pada saat dia membuka pintu dan ingin

Kenapa? Apakah dia terluka?

mengapa dia

Aku terbaring ditempat tidur.

bahkan

hanya itu, aku merasa hari ini dia sangat berbeda, seperti ada yang aneh, tetapi tidak

tidak mengerti, aku menggelengkan

aku berusaha

berusaha memakai pakaian, didepan pintu ada suara kaki, pada saat

dia dengan

Rita, sekarang luka dibahumu belum sembuh, lebih baik aku saja yang memakaikan

menjawab, wanita itu

puluh tahun, melihatku

"Siapa namamu? Mengapa disini?"

memanggilku iis, tugasku adalah

"A? apa maksudmu?"

telingaku salah dengar, dia

apakah kamu tidak salah? Aku hanyalah seorang pelayan,

"Bukankah kamu nona Rita?"

Bình Luận ()

0/255