Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 21 Mengarah Pada Kecurigaan

Bab 21 Mengarah Pada Kecurigaan

Ivonne melirik sekilas ke raut wajah Paduka Kaisar, melihat jejak keunguan yang memudar dengna jelas, dan juga napasnya sudah teratur Ivonne menghembuskan nafas lega, orang ini bisa dikatakan diselamatkan untuk sementara waktu.

Paduka Kaisar memandang Ronald, perlahan mencoba menopang tubuhnya, Ronald melihatnya, bergegas bangundan meletakkan bantal di belakang punggungnya ahar dia bisa setengah berbaring.

"Raja Ronald, Istrimu ini Kakek sepertinya tidak pernah melihatnya." Paduka Kaisar berkata lebih memiliki kekuatan dibandingkan sebelumnya, tapi jika dibandingkan dengan orang normal, dia masih terlihat lemah.

Hati Ronald tidak begitu nyaman, Kakek bangun, ternyata malah menannyakan mengenai wanita ini.

Paduka Kaisar dalam keadaan sakit berbaring di ranjang selama 1 tahun ini, ketika mereka menikah dan memasuki Istana, karena kondisi tubuh Paduka Kaisar yang tidak baik, maka Ronald tidak membawa Ivonne untuk pergi memberi hormat padanya.

Ivonne menundukkan kepalanya, tidak berbicara, dan juga tidak menunjukkan tampilan apa pun.

Tapi dia merasa pandangan mata Paduka Kaisar terpaku di wajahnya. Dengan pandangan menilai, pandangan mata ini tampaknya memiliki daya tembus yang kuat, ingin melihat Ivonne secara keseluruhan.

Paduka Kaisar memipin selama 38 tahun, dalam era kekuasaan yang tinggi, aura dan kharismanya ini didapat setelah melewati bertahun-tahun kepemimpinan.

"Kakek Kaisar. Dia ... kondisi tubuhnya tidak begitu naik, cucumu ini tidak membawanya untuk dilihat olehmu, agar dia tidak menyebarkan penyakit padamu." Ronald hanya bisa menjelaskan seperti ini.

"Aku saja sudah menjadi orang yang sekarat, masih takut tertular penyakit?" Paduka Kaisar tertawa, nadanya sudah sedikit melembut.

Ivonne perlahan-lahan mendongak, bertatapan dengan pandangan mata Paduka Kaisar yang tajam, terkejut hingga kembali menundukkan kepalanya.

"Kakek jangan asal berbicara, kamu akan baik-baik saja." Suara Ronald sedikit sedih.

Kaisar Mikael dan Raja Ralph berada di samping dan berkata: "Ayah akan panjang umur."

Pelayan istana membawakan bubur, Kasim Artur datang untuk melayani, Paduka Kaisar melotot sekilas padanya, "Kenapa? Apa aku tidak layak untuk dilayani oleh orang muda? Kamu yang sudah tua ini, lihatlah kantung matamu yang sudah begitu hitam, aku masih belum mati, melihatmu yang bagai hantu ini membuatku terkejut, sana pergi, tidurlah, ada Permaisuri Raja Ronald di sini untuk melayani, itu sudah cukup. "

Kasim Artur telah melayani Paduka Kaisar selama bertahun-tahun, tentu saja dia tahu sifat Paduka Kaisar, dia juga tahu bahwa Paduka Kaisar berbelas kasih padanya, air matanya menggenang, dengan tercekat berkata: "Budak tua ini tidak lelah, budak tua ini akan berada di sini untuk melayani Anda."

"Pergi!" Temperamen Paduka Kaisar muncul, mulai terengah-engah, dia memegang dadanya, "Apa kamu ingin membuatku marah dan mati?"