Bab 22 Ambisi

Ronald kembali ke kediamannya, semakin dia pikir merasa ada yang tidak benar.

Dia melihat Ivonne menggunakan jarum untuk menusuk Kakek, tidak tahu apa yang dimasukkan ke dalamnya. Apa itu racun atau benda lain, itu tidak diketahui.

Meski kondisi Kakeknya sedikit lebih baik. Namun, racun itu ternyata bisa membuat Kakek kehilangan akal, mungkin juga memiliki efek lainnya, misalnya dapat dikontrol.

Ivonne tidak mengerti semua ini. Siapa yang mengajarinya di belakang?

Apa Ayah Ivonne, Jeremia?

Dia tidak memiliki keberanian ini, Jeremia hanyalah orang kecil.

Ronald memikirkan konsekuensi yang lebih serius, Ivonne adalah Permaisuri-nya, yang dia lakukan pada Paduka Kaisar, jika diekspos, maka dia sudah pasti akan dituduh menjadi penghasut di belakang layar, tidak akan ada yang percaya bahwa dia sama sekali tidak terlibat.

Semakin memikirkannya, dia semakin tidak tenang, kemudian meminta Yanto untuk memanggil Bibi Linda dan juga Letty kemari.

Keduanya melayani Ivonne dalam jarak dekat, jika ada tingkah laku yang tidak biasa, seharusnya tidak akan luput dari mata Bibi Linda.

Letty memang tadinya menemani ke Istana, tapi ketika keluar dari istana, dia diberitahu bahwa Ivonne harus tinggal di Istana Pearlhall untuk merawat Paduka Kaisar, dia kembali dan memberitahu Bibi Linda, dan Bibi Linda juga sangat terkejut.

Mendengar Yang Mulia memanggil mereka, keduanya bergegas pergi menghadap.

"Yang Mulia!" Ketika memasuki ruang kerja, keduanya memberi hormat.

Ronald menatap Bibi Linda sekilas, memikirkan hal mengenai cucunya, kemudian dia bertanya, "Bagaimana keadaan Denis?"

"Terima kasih atas perhatian Yang Mulia, sudah tidak ada hal besar lagi."

Ronald sedikit terkejut, "Sepertinya, perawatan medis Tabib Rudi tidak buruk."

"Ya ... Ya!" Bibi Linda berkata setelah ragu-ragu sejenak.

Ronald mengetahuinya, dengan datar menatapnya sekilas, "Apa ada hal yang disembunyikan Bibi Linda dariku?"

bergegas berkata: "Aku

telah melayani di sisiku sejak kecil, kamu setia padaku, sepertinya, kamu tidak akan menyembunyikan

takut, dia segera berlutut, "Budak tua ini bersalah, aku bukannya ingin sengaja

ada kilatan dingin di

bukan disembuhkan oleh Tabib Rudi, tapi Permaisuri yang menyembuhkannya, hanya saja Permaisuri mengatakan tidak boleh mengatakan

ilmu medis? Saat itu, Permaisuri juga menggunakan pisau pada Denis, karena itu dia dihukum oleh Yang Mulia dipukul sebanyak 30

perkataan dan juga kondisi setelahnya yang diucapkan oleh Denis, kemudian dengan merasa bersalah berkata: "Budak

Yanto saling memandang, pandangan mata mereka

masuk ke dalam ruangan, dia tidak membawa kotak itu, tapi setelah masuk, kotak itu tidak tahu muncul dari mana, kemudian ketika

Letty segera berkata, "Ada obat-obatan di dalam kotak itu, hanya saja obat-obatan itu, budak belum pernah melihatnya, dan

yang datang menemuinya baru-baru ini? Atau dia keluar menemui

kemari, sangat jarang ada orang yang datang mengunjunginya, dan lagi dia juga tidak pulang ke rumah keluarganya dalam beberapa bulan

jika Permaisuri masuk dan keluar, petugas memiliki catatannya, aku pernah melihat Permaisuri terakhir kali kembali ke rumah keluarganya itu tiga bulan lalu, pergi

telah mengkhianati Ivonne, dia merasa bersalah, dan khawatir tentang kondisinya, kemudian dia berkata: "Sejak Permaisuri dipukuli dengan papan, dia tidak pernah keluar, Yang Mulia memerintahkan para Budak agar tidak mempedulikannya, karena itu, dia menangani lukanya

rasa sakit dan sekujur

sipan di sana, membuat masalah di Istana

kemudian berkata: "Yang Mulia, sebenarnya memukul 30 kali dengan

juga butuh istirahat selama beberapa

pelayan wanita yang lemah, takutnya nyawanya

Mulia benar-benar

dingin: "Hal-hal yang dia lakukan,

takut melibatkan Ibunya, dan juga merusak reputasi keluarga

berkata: "Yang Mulia, budak merasa Permaisuri seakan berubah menjadi

mendongak memandangnya, hatinya terpaku, "Bagaimana

begitu sombong, tapi pada hari dia menolong Denis, sikapnya, nada bicaranya ... Dia

sebenarnya mengkonfirmasi dugaan dalam

kepalanya untuk memukulnya, perkataan yang diucapkannya itu, "Melakukan sesuatu

tahu itu akan merugikannya, jadi Ivonne hanya berani bertingkah

hari ini, sepertinya dirinya sudah

perlawanannya di aula

Bình Luận ()

0/255