Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 29 Paduka Kaisar Mengerti Dalam Hati

Bab 29 Paduka Kaisar Mengerti Dalam Hati

Setelah orang-orang di dalam ruangan keluar, Paduka Kaisar memandang Kasim Artur dengan tidak senang, mengapa dia tidak bergerak seperti kayu? Apa dia tidak mengerti?

Kasim Artur menatap Ivonne dengan pandangan benci, sejak Permaisuri Raja Ronald masuk ke istana untuk merawat, dia tidak punya tempat di depan Paduka Kaisar, tapi melihat bahwa Ivonne telah menyelamatkan Paduka Kaisar dan Lucky, jadi dia tidak mempermasalahkannya.

Kasim Artur keluar untuk mengusir para pelayan Istana yang masih menunggu di luar, Istana itu seketika sunyi.

Paduka Kaisar melirik sekilas pada Ivonne. "Apa itu di perut Lucky?"

"Kelabang ... !" Ivonne menjawab dengan lemah.

Semua orang tadi tidak menatap perut Lucky, lagipula, tubuh Lucky penuh darah.

Hanya pemilik yang benar-benar menyayanginya yang melihatnya.

"Masih tidak mengatakan yang sebenarnya? Apa perlu memanggil Ronald untuk menanyakan baru kamu mau berbicara?" Kata Paduka Kaisar dengan dingin.

Menanyakan pada Ronald apa hubungannya dengannya? Lebih baik membawanya untuk dipukul dengan papan, 30 kali, dengan begitu baru akan membalaskan kebenciannya.

Tapi, Ivonne tidak berani mengatakan hal ini, di bawah tatapan mata tajam Paduka Kaisar, dia berkata: "Limpa Lucky sobek, perlu dibuka dan dijahit, luka yang terlihat seperti kelabang ini adalah bekas luka yang dijahit."

Paduka Kaisar menutup mulutnya, benar-benar ingin bertanya bagaimana caranya dia melakukan ini, tapi martabatnya tidak memungkinkannya untuk bertanya. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia belum pernah mendengar tentang perawatan seperti ini.

"Siapa yang memakan pil ungu emas?" Tanya Paduka Kaisar.

Ivonne berkata: "Aku yang memakannya."

"Ronald bersikap tidak buruk padamu." Paduka Kaisar mengangguk.

Ivonne tidak setuju dengan perkataan ini, menggunakan papan kayu untuk memukulnya, memberikan tamparan padanya, apa ini dinamakan tidak buruk?

"Sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Tanya Paduka Kaisar.

Kali ini, Ivonne tidak berani mengatakan yang sebenarnya, "Benar-benar terjatuh."

"Begitu keras kepala tidak mau mengatakan yang sebenarnya, benar-benar perlu dipukul, pukulan yang kamu terima masih kurang." Kata Paduka Kaisar.

kepalanya, "Kebenaran

perkataan baik yang kudengar dalam hidup ini? Tapi seumur hidupku aku tidak mendengar perkataan yang jujur, kamu

berdiri terpaku, kemudian berkata dengan pelan: "Dipukul dengan

"Apa yang kamu lakukan?"

kepalanya,

begitu kamu sedang menuduh cucuku memukulmu

Kaisar, hanya merasa dia agresif tapi tidak memiliki niat jahat,

mengalihkan topik pembicaraan, berjalan belakang tirai untuk mengambil obat, kemudian mengambil air dan

Kaisar marah, "Usia masih kecil, tapi begitu

bergumam, tapi Paduka masih menelan

obat, Paduka Kaisar berbaring, menghela nafas lega kemudian berkata: "Ini sudah tiga kalinya nyawaku ditarik kembali dari gerbang kematian, jika masih ada lain kali lagi, takutnya aku benar-benar akan pergi, Permaisuri Raja Ronald, kamu membantuku melawan hantu-hantu jahat itu, kamu lemah,

menatap pandangan mata Paduka Kaisar yang memiliki makna

ini mengetahui dengan jelas di

bahwa ada

satu, jika ingin ambil maka ambil

tidak menyangka, pandangan mata yang menatap Ivonne perlahan mengaguminya, tapi perkataan dari mulutnya masih saja beracun, "Takutnya kamu tidak akan mati dengan mudah, akan disiksa hingga kamu seakan di

tidak perlu ditakutkan!"

takut, hanya saja takut

begitu banyak orang di Istana, siapa yang baik, siapa yang jahat, apa kamu bisa melihatnya?" Tanya

menggelengkan kepalanya,

jika hatimu cukup tenang, matamu cukup tajam, kamu perlahan-lahan akan melihatnya, ambisi tidak akan bisa disembunyikan, ketika kamu mengerti

kamu sudah tahu siapa yang baik dan siapa yang

perlahan akan menjadi jahat, ambisi, akan melahap hatimu, dan aku sudah akan melangkah masuk ke dalam peti mati, sudah tidak memiliki kekuatan, mereka semua itu adalah keluarga kerajaan, merupakan penerusku, jika membunuh satu

Kaisar setelah mengucapkan kalimat

ini, posisinya

pintar, sayangnya, dia itu buta!" Paduka Kaisar

merapikan selimut untuknya.

pergelangan tangan

mata kecemasan dan kekuatiran yang disembunyikan oleh Paduka Kaisar, dengan lembut berkata: "Hatinya yang buta, seberapa tinggi

matanya, tampaknya

beberapa saat, suara dengkuran pelan terdengar, Paduka

sedikit kemudian membuat suara

berjongkok dan membelai kepalanya, "Beritahu padaku, siapa yang

itu merupakan sebuah

Bình Luận ()

0/255