Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 30 Membicarakan Dengan Jelas

Bab 30 Membicarakan Dengan Jelas

Namun, Ivonne hanya berdiri diam, raut wajahnya tidak ada jejak kemarahan, bahkan sama sekali tidak peduli.

Clara tidak percaya dia benar-benar acuh tak acuh, dia terus memprovokasi, "Kamu tidak ingin tahu mengapa dia mengatakan hal ini padaku?"

Ivonne menahan pergelangan tangannya, menyeretnya masuk ke dalam, "Ingin, tapi aku merasa, tidak ada yang tidak bisa dibicarakan di antara kita kita berempat."

Ivonne yakin Ronald dan Raja Oscar ada di dalam, berdasarkan pada situasi yang dia tahu, tujuan Raja Oscar dan istrinya datang mencari Ronald, dia juga tahu, jadi Clara baru bisa berdiri di depan pintu dan tidak masuk.

Melihat Ivonne datang, sengaja memprovokasi, ingin membuatnya marah dengan menggunakan cara apa pun, membuatnya tidak akan bisa tinggal di Istana dan mendekati Paduka Kaisar.

"Lepaskan!" Clara tidak menyangka Ivonne akan melakukan ini. Dia terkejut, ujung jarinya menekuk, pisau tipis tajam di ujung jarinya itu mengenai pergelangan tangan Ivonne, ingin memaksa Ivonne melepaskan tangannya.

Ivonne memiliki sifat keras kepala, apa yang harus dia lakukan maka dia akan bertarung mempertarukan nyawa untuk melakukannya.

Jadi, sepanjang jalan, darah menetes ke lantai, seluruh lantai diwarnai dengan tetesan-tetesan darah bagai bunga delima yang mekar.

"Raja Ronald, Raja Oscar!" Ivonne berteriak, tidak mempedulikan sopan santun lagi, langsung manarik Clara duduk di kursi, kemudian mengeluarkan saputangannya untuk membalut lukanya sendiri, tidak lupa berkata, "Ada yang ingin dikatakan Permaisuri Raja Oscar pada kita. "

Ronald menyaksikan tindakan Ivonne yang memperlakukan Clara dengan kasar, pandangan matanya menggelap, dengan dingin bertanya: "Apa yang ingin kamu lakukan?"

Clara tadi begitu menyedihkan, tapi setelah duduk, dia merapikan penampilannya, denan datar menatap Ivonne.

Dia tidak percaya Ivonne bisa mengucapkan kata-kata tadi, di sini tidak hanya ada Raja Ronald, tapi juga ada Raja Oscar, siapapun yang tahu rasa malu tidak akan mengatakan apa-apa mengenai urusan ranjang.

Tapi dia salah menebak, setelah Ivonne membalut pergelangan tangannya, dia mendongak menatap Raja Ronald, "Tadi, Permaisuri Raja Oscar memberitahuku bahwa kamu dan dia berduaan di Menara Ivylane, kamu memberitahunya bahwa ketika bersetubuh denganku kamu harus minum obat, dan mengatakan bahwa kamu tidak bisa melupakannya seumur hidupmu, ingin aku tahu diri, dan terakhir, dia berkata bahwa Lucky dilempar olehnya, perkataan ini, karena dia bisa mengatakannya padaku, sepertinya dia juga mengatakannya di hadapan kalian. "

Raut Wajah Clara berubah, dia menangis di tempat, sekujur tubuhnya gemetar,. "Kamu ... mengapa kamu berbicara omong kosong? Mengapa kamu ingin menjebakku?"

kelam dan mengerikan, pandangan

mendongak, ada kemarahan di matanya, "Pukul, pukul sepuasmu, jika tamparan ini dilayangkan, aku dapat memastikan bahwa kita

Raja Oscar bergegas berdiri dan menarik tangan Ronald, "Kak, jangan perhitungan dengan Istri cacat semacam

cacat, maka Istrimu itu adalah Istri beracun, apa yang bisa kamu lakukan dengan menikahi seorang wanita beracun? Apa dia benar-benar melihat dirimu? Dia hanya melihat bahwa kamu ini keturuan kerajaan

yang cacat, tapi aku belum pernah melihat yang sepertimu ini yang hatinya begitu

perkataan ini, benar-benar ingin tertawa, disambar petir? Apa ini yang dikatakan oleh seorang

bisa begitu cemas, dia menikah dengan orang yang tidak punya ambisi, jika dia tidak merencanakan, kapan pria

dalam hati dia malah sedang

dia tidak bisa membantu Clara

berlinangan air mata, "Raja Ronald, aku tahu dia membenciku, tapi perkataannya tadi, aku tidak mengatakannya,

tidak tahu malunya akan

telah menjadi vegetarian selama bertahun-tahun,

dari sudut matanya, air mata kristal itu meluncur di pipi putihnya, tidak bisa mengatakan itu

"Benar dan salah, diri masing-masing tahu dalam hati, tidak

Raja Oscar, tapi menatap Ronald dengan pandangan

adegan ini dengan mata dingin, hatinya benar-benar merasa

dari wanita cantik, mengalahkan

pandangan matanya menjadi tenang, berkata

takut Ronald akan memukul Istrinya di Istana, jika

selesai berbicara, dia membawa Clara

ingin muntah darah, mengapa pergi sekarang? Hal ini masih belum dibicarakan dengan

dan menatap Ronald, berkata dengan

mengangguk, "Kalian kembalilah

jaminan, dia sangat marah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa pergi mengikuti Raja

bahkan tidak berani menoleh untuk memberikan sebuah tatapan pada

kembali pandangan matanya, menatap Ivonne yang sedang memegang tusuk rambut dengan erat di tangannya,

Bình Luận ()

0/255