Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 31 Tidak Melihatnya Masuk Istana

Bab 31 Tidak Melihatnya Masuk Istana

Ronald mengangkat sumpit dan memakan hidangan yang sudah dingin, memandang Ivonne dengan datar dan berkata, "Ingin bertarung? Makanlah terlebih dulu jadi punya energi yang cukup untuk bertarung lagi."

Ivonne tahu dia salah paham. Merasa agak canggung, kemudian kembali mengenakan tusuk rambutnya dan duduk di kursi.

Dia memang sangat lapar. Sejak datang ke sini, dia terus kelaparan.

Karena Ivonne selalu bersikap waspada, dia makan dengan sangat cepat, melahap semuanya bagai binatang buas.

Ronald makan dengan perlahan. Ekspresinya masih suram, tapi dirinya terlihat tenang, hanya saja jenis ketenangan ini membuat orang merasa sedikit tersembunyi.

Ivonne menyelesaikan makanannya dengan setengah hati. Kemudian dia pergi ke balik bilik dan menyuntik dirinya sendiri dan juga memakan obat.

Bilik sutera itu transparan, Ronald sebenarnya bisa melihat apa yang Ivonne lakukan di dalam.

Ronald menatapnya lekat-lekat. Beberapa hari ini, banyak hal terjadi di luar kendalinya, perubahan Ivonne membuat situasinya juga telah berubah.

Ronald sekali lagi ditempatkan di dalam kebimbangan.

Ini bukan hal yang baik. Tapi jika bisa membuat Paduka Kaisar sembuh, Ronald juga tidak peduli.

Perubahan Ivonne itu, dia bisa perlahan-lahan mengamati dan menyelidikinya ketika kembali ke kediamannya sendiri, dia tidak akan bisa lolos.

Setelah Ivonne selesai menyuntik dirinya sendiri, dia memasukkan obat ke dalam mulutnya, kemudian menelannya dengan air dingin.

Ronald mendongak menatapnya, dengan datar berkata: "Kembalilah ke Istana, jangan tanya apa-apa, jangan berdebat, aku akan keluar dari Istana."

Jika sikap Ivonne terhadapnya tiba-tiba berubah maka akan merasa aneh, Ivonne selalu merasa bahwa dia jahat.

"Lukamu itu, aku akan membantumu untuk membalutnya." Ivonne berkata, teringat kejahatannya, perkataannya ini memang tidak tulus.

Ronald menggelengkan kepalanya, bangkit berdiri dan berbalik pergi.

Ivonne menatap sosok punggungnya, merasa aneh, Ronald bisa pergi tanpa harus makan terlebih dulu.

Dan lagi, Ivonne tadi berlaku seperti itu pada Clara, dan Clara yang adalah orang paling dipedulikan Ronald, apa mungkin dia bisa berhenti begitu saja seperti ini?

saat Ronald melepaskan tamparannya, kengerian di

dikarenakan cahaya matahari, setelah belokan, sosok bayangannya menghilang, tidak ada jejaknya

perlahan-lahan memiliki

yang nyaris

Ivonne duduk di samping, Kasim Artur berdiri di depan ranjang, berdiri sambil menundukkan kepala, terkadang melirik

sudah lebih bersemangat, sepertinya

Paduka Kaisar juga sudah membaik, kondisinya juga

Raja Ralph, Ratu, Ibu Suri, para selir, kemudian para pangeran lainnya, Istana Pearlhall ini tidak pernah

besar tidak berbicara, dan para Raja tersebut pergi setelah

mata Clara memerah, Raja Oscar

Istana, dia melihat sekilas pada Ivonne, pandangan matanya itu

Lucky, sambil berkata pada Lucky: "Lucky, jika melihat orang yang melukaimu, kamu

sekilas pada Ivonne, mengapa wanita ini begitu keji?

Oscar pergi, Paduka Kaisar memandang Ivonne dan berkata: "Apa mulutmu tidak bisa diam? Untuk apa

tangannya, "Ya, aku

Ini demi kebaikanmu!" Paduka Kaisar berkata sambil mendengus, "Apa kamu tidak tahu

sejenak, dengan tulus berkata:

orang yang bisa dijadikan sandaran, memang benar, dia

samping ranjangnya, "Berlutut

samping ranjang sudah terdapat bantal yang empuk, memudahkan Ivonne

Kaisar tahu Ivonner terluka dan tidak bisa duduk, berlutut sambil duduk adalah yang paling nyaman, jadi dia meminta Kasim

melayani di Istana 3 hari ini, dia mengetahui karakter Paduka Kaisar, jika dia sudah lebih bersemangat

Benar saja, sudah dimulai.

berpikir aku memintamu bersabar itu

"Aku tidak

di dalam hatimu, merasa

begitu naif, jadi dia menggelengkan kepalanya dengan tegas, "Aku benar-benar tidak berpikir

seperti itu ketika muda, setelah mengalami penderitaan beberapa kali baru memahami kebenaran itu, ketika kamu memiliki kemampuan, kamu boleh mengutarakan hal apa saja

menundukkan kepalanya, terlihat seperti orang yang sedang

senang?"

emosi ingin memberontak, bagai kelinci putih

matanya melirik sekilas ke luar, para Raja sudah datang, mengapa Ronald

berkata, "Jika kamu tidak mendengarkan perkataan orang tua ini, maka kamu yang akan kesulitan ke depannya, di kemudian hari kamu akan tahu bahwa perkataanku

Bình Luận ()

0/255