Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 32 Menemui Serangan

Bab 32 Menemui Serangan

Sampai matahari terbenam menutupi Istana, Ronald masih tidak terlihat memasuki Istana.

Ivonne agak gelisah, hari ini berjalan begitu lancar, sejak melewati ruang dan waktu datang ke tempat ini, dia tidak pernah melewati hari seperti ini.

Setelah mengobati luka Lucky di malam harinya, Kasim Artur membiarkannya kembali ke Paviliun Riverswood untuk beristirahat.

Ivonne pergi ke luar Istana, melihat tandu Kaisar Mikael tiba di depan gerbang Istana, Ivonner sedang ragu-ragu apa dia harus segera pergi dari sini atau menunggunya datang terlebih dulu untuk mengucapkan salam baru pergi, tapi dia melihat seseorang yang berpenampilan seperti pengawal maju dan mengucapkan beberapa kata, kemudian raut wajah. Kaisar Mikael berubah, dia berbalik badan dan pergi.

Setelah sampai di luar Istana kemudian berbalik dan pergi? Apa ada masalah besar yang muncul?

Ivonne kembali ke Paviliun Riverswood sambil melamun, Bibi Vera datang untuk membantunya untuk mengganti obat, Ivonne menyeka tubuhnya dengan air panas, mencuci wajahnya, dirinya sudah jauh merasa lebih nyaman.

Setelah makan obat antibiotik, Ivonne naik ke ranjang dan tidur.

Beberapa hari ini dia selalu memakan obat antibiotik, membuatnya depresi, tubuhnya lelah, ketika tubuhnya menyentuh kasur, kelopak matanya langsung menutup.

Bahkan Ivonne tidak punya waktu untuk memikirkan mengapa Kaisar Mikael datang kemudian langsung pergi.

Tengah malam, Bibi Vera masuk dan membangunkannya.

Ivonne mengusap matanya, melihat Bibi Vera yang berdiri di samping sambil membawa lentera. Ekspresinya memiliki kesedihan yang tersembunyi, Ivonne hampir meloncat dari ranjang, dengan suara serak bertanya: "Paduka Kaisar ..."

"Bukan, bukan!" Bibi Vera segera menyelanya. "Permaisuri cepat bangun, berpakaian dan cepat keluar Istana, Peter sedang menunggumu di luar."

"Keluar istana?" Ivonne bingung, tengah malam seperti ini, apanya yang keluar istana?

"Jangan tanya, cepat pergi!" Bibi Vera mengulurkan tangan dan menyibak selimutnya, menoleh dan berkata memerintahkan, "Bantu Permaisuri berganti pakaian."

Ivonne baru melihat bahwa tidak hanya Bibi Vera yang ada di sini, masih ada 2 pelayan wanita lainnya.

Handuk basah yang dingin diletakkan di wajahnya, Bibi Vera berkata, "Permaisuri harus lebih tersadar."