Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 33 Cedera Berat

Bab 33 Cedera Berat

Ivonne menepuk wajahnya dengan lembut, "Ronald, Ronald."

"Jangan menepuknya. Dia sudah pingsan." Raja Oscar marah.

Ivonne masih menepuk wajah Ronald, "Ronald. Bangun, coba buka matamu."

Ivonne memegang tangan Ronald, dengan lembut meluruskannya, lalu meraihnya dan menggenggamnya dengan erat. "Buka matamu."

"Wanita ini, benar-benar tidak tahu untuk apa Paduka Kaisar memanggilmu kemari?" Raja Oscar melangkah mendekat, ingin mengulurkan tangannya menarik pergi Ivonne.

Tapi dia malah melihat Ronald perlahan membuka matanya.

Ivonne mendorong Raja Oscar dan berkata: "Kamu mundurlah ke samping. Jangan halangi aku."

Raja Oscar menatapnya dengan terkejut, mengapa wanita ini begitu galak?

Kedua tangan Ivonne berada di atas kepala Ronald, dia bertanya: "Ronald, lihat aku, apa kamu tahu siapa aku?"

Adegan di depan Ronald tidak jelas, tapi dia dapat mendengar suara Ivonne, mengatakan beberapa kata. "Gadis jelek."

Bibir Ivonne tertegun, "Siapa kamu? Apa yang terjadi? Apa kamu tahu?"

"Aku diserang ..."

Dia sadar.

"Oke. Aku akan membantumu memeriksa, jika sakit katakan padaku, harus menghilangkan pendarahan otak dan pendarahan internal." Kedua tangan Ivonne mulai menekan tengkorak kepala Ronald dengan lembut dan perlahan-lahan bergerak ke bawah. Jantung, paru-paru ...

Ada suara yang terdengar dari dada Ronald, tubuhnya kaku, kemudian wajahnya memerah dan napasnya menjadi sulit.

Ivonne dengan cepat menilai bahwa ada cedera internal, batuk yang menyebabkan pneumotoraks.

"Kak Ronald..."

"Yang Mulia..."

yang

bergegas berjalan ke belakang bilik, mengeluarkan

dia mengalami pneumotoraks, akan membahayakan nyawanya, udara di paru-parunya

jarum yang ada

terlalu malas untuk menjelaskan, menarik tangannya untuk menahan tangan kanan dan kiri Ronald, "Sebisa mungkin cobalah untuk

Ronald begitu kesakitan, dan sekarang tidak ada Tabib di sini, dia hanya bisa mendengarkan perkataan Ivonne, lagipula

semua orang mendengarkan kata-kata

napas dalam-dalam, menarik udara dari paru-pari, dia sudah lama tidak

terkunci, di celah tulang rusuk kedua dia menusukkan

semuanya berjalan dengan

jarumnya yang bergerak masuk dengan perlahan, dan juga seiring berjalannya waktu, Ronald terlihat jauh lebih

tenang, tapi hati Ivonne malah

luka internalnya tidak ringan, tapi terluka di bagian mana, seberapa berat lukanya, Ivonne tidak tahu, sebagai Dokter medis modern yang memiliki sedikit pengalaman klinis, sebagian besar diagnosisnya

stetoskop, dia tidak memiliki instrumen lain

darah, Ronald telah kehilangan terlalu banyak darah,

dalam kotak obat itu harus ada strip untuk melakukan tes darah dan

kotak obat, ternyata benar-benar ada, apa yang diinginkannya benar-benar ada, menghibur dirinya sendiri, ini adalah kontrol

teteskan darah di atas

tidak mengerti, "Apa itu transfusi

untuk diberikan

kukunya, darah segar menetes, dia mengarahkannya

tapi kamu tidak bisa membantunya jika seperti ini, bahkan jika darah itu tertelan itu hanya akan mencapai perut

menatap Ronald yang mulutnya sudah penuh dengan darahnya, kemudian berkata: "Apa bukan

menjulurkan kertas tes darah dan mengenai darah Rendi, semua orang melakukan sesuai dengan

jari

hasil tes dan berkata: "Peter, Yanto, darah

darah O, Ronald adalah

dan Yanto seketika berdiri tegak, menunggu instruksi

mengambil darah, dalam situasi kritis mengambil darah, dia tidak bisa bersikap lebih teliti lagi, Ivonne

sebuah tabung kecil, berubah menjadi dua kantong berwarna hitam, mereka mendongak dan memandang Ivonne sekilas, melihat raut wajah serius Ivonne, mereka

mengambil dua kantong darah, Ivonne menggantungnya di depan ranjang,

apakah ada yang pecah dan mengalami

hemothorax, tadi seharusnya dalam

Bình Luận ()

0/255