Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 35 Kalau Begitu Dengarkan Aku

Bab 35 Kalau Begitu Dengarkan Aku

Ivonne memandangnya, "Apa maksudmu dengan hal lainnya?"

Tubuhnya sekarang merasa tidak nyaman, itu dikarenakan berada di bawah tekanan tinggi. Dia tidak bisa merasakannya, tapi ketika duduk atau berbaring, Ivonne masih bisa merasa organ dalamnya bagai terlilit menjadi satu, sangat tidak nyaman melebihi rasa sakit luka.

Bibi Linda menggelengkan kepalanya, "Sebenarnya, budak juga tidak tahu secara spesifik, mungkin Tuan Yanto atau pengawal Rendi tahu lebih jelas, budak hanya tahu bahwa setelah sup golden purple itu diminum maka akan merusak organ-organ internal, pertama akan memuntahkan darah, batuk, mimpi buruk dan kondisi lainnya. Dulu ada orang yang diam-diam menjual barang-barang antik di kediaman Yang Mulia, menolak untuk mengakuinya, dan juga membenturkan kepalanya ke dinding ingin bunuh diri. Tuan Yanto memberinya sup golden purple, dia kemudian mengaku, sekitar setengah bulan kemudian dia meninggal. "

Ivonne terkejut mendengarnya, "Dalam setengah bulan dia meninggal? Itu karena sup golden purple?"

"Tuan Yanto berkata, setelah meminum Sup golden purple, harus diobati dengan menggunakan obat selama satu setengah tahun baru bisa kembali normal, tapi orang itu benar-benar menjijikkan, Tuan Yanto tidak memberinya pengobatan jadi dia meninggal, sebelum meninggal, dia juga muntah darah, sakit perut, batuk dengan sangat parah, sekali batuk susah untuk berhenti, ketika meninggal wajahnya berwarna ungu. "

Batuk hingga kekurangan oksigen?

Bibi Linda ragu-ragu sejenak dan berkata: "Dan lagi sebelum dia meninggal, dia selalu mengatakan bahwa dia melihat banyak hantu, berkata ingin menangkapnya unutk diadili, dia sangat ketakutan, karena itu sup golden purple juga disebut sup kematian."

Ivonne menatap Bibi Linda lekat, kemudian perlahan-lahan mengulas senyum pahit, Ronald, seberapa bencinya dia pada Ivonne? Dan hal yang paling ironis adalah dia sebagai pengganti Ivonne malah berusaha untuk menyelamatkan Ronald.

Jika benar-benar ada reinkarnasi, maka dia dan Ivonne yang asli apakah berbuat dosa pada leluhur keluarga Ronald hingga mendapat karma seperti ini.

Ivonne berpikir, apa yang disebut melihat hantu, itu harusnya adalah halusinasi, ilusi yang disebabkan oleh kurangnya oksigen di otak, jadi sup golden purple ini membuat orang kekurangan oksigen hingga berhalusinasi.

Ivonne mendengar Lucky berbicara, apa itu ilusi?

Ivonne bahkan tidak bisa membedakannya dengan jelas.

Bibi Linda memandangi tatapan Ivonne, merasa dia sedikit menyedihkan, tapi dia hanyalah seorang budak, tidak memenuhi syarat untuk mengasihani majikannya.

Ivonne kembali ke Paviliun Eternity, Raja Oscar dan Yanto masih berjaga di sana, ketika melihat Ivonne kembali, Yanto bergegas berkata: "Yang Mulia baru sadar, apa Permaisuri merasa harus memanggil Tabib kemari?"

"Tidak perlu untuk saat ini." Ivonne ingin pergi melihat, Oscar melangkah maju dan menghalanginya.

Ivonne memandangi pilar penghalang ini, benar-benar sudah tidak sabar, "Raja Oscar, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?"

Kak Ronald sudah membaik, kamu katakan dengan jelas, mengapa memfitnah Clara?" Raja Oscar berkata sambil

tangannya, "Apa menurutmu pantas

akan datang untuk menjenguk Kak Ronald,

dingin, "Hatimu sangat besar, apa kamu tidak tahu bahwa orang yang ingin dinikahi Ronald

"Clara dan Kak Ronald tidak seperti yang kamu pikirkan, hubungan

sedikit tidak tahu

tapi apa yang ingin Clara lakukan, Ivonne tahu dengan

bisa begitu polos dan naif, percaya dan juga lurus, sebenarnya adalah hal

saja, jika dia datang, aku

yang lebih pahit dan kasar untuk melawan kata-kata Ivonne tapi tiba-tiba dia terbuka, dia malah tidak tahu harus

bisa dengan sinis berkata: "Dia tentu tidak akan melakukan hal yang memalukan

ke tepi ranjang, melihat Ronald yang tidak tahu sejak kapan sudah sadar, sedang

ditarik kembali, kemudian

mengulurkan tangan dan menyentuhnya, lukanya telah

yang kamu rasakan?" Ivonne menatapnya dengan agak

untuk sementara waktu." Ronald berkata dengan suara serak,

menghampiri, dengan senang berkata:

menatap Oscar, "Semua berkat pil Golden

"Apa arti pil itu? Adikmu ini juga tidak maju ke medan perang, sama sekali

tersenyum, pandangna matanya

kemudian berkata: "Oscar, Yanto, kalian keluarlah lebih dulu

"Aku tidak lelah, aku

menghela nafas pelan,

masih ada beberapa

mengatakannya di sini." Kata Oscar, tapi

masih sedikit kesal, ketika dia melihat adegan ini,

isyarat, "Kamu

di gerbang kematian, tapi meskipun begitu, pandangan matanya masih relatif

Bình Luận ()

0/255