Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 36 Pergi Matilah

Bab 36 Pergi Matilah

Setelah Ivonne membantunya untuk melakukan infus, dia kembali untuk menyeka tubuhnya dan mengganti pakaiannya, kemudian melihat Clara yang membawa pelayannya memasuki kediamannya.

Clara mengenakan gaun bersulam ramping yang dibordir, lengan baju dan bagian pinggang berwarna sama, menampilkan pinggangnya yang ramping yang begitu memukau orang lain.

Rambutnya mengenakan hiasan phoenix jade emas, telinganya yang putih memakai anting-anting lentera kecil berongga emas. Ketika bergerak, anting-anting itu mengenai kulit dan mengeluarkan bunyi gemericik pelan.

Oscar melihat Clara datang, tersenyum lembut, maju dan menggandeng tangannya, "Apa lelah menaiki kereta kuda?"

Clara membalasnya dengan lembut berkata: "Tidak lelah."

Kedua jari mereka saling tertaut, bersama-sama menaiki tangga batu.

Ivonne berdiri di depan pintu, menatap Clara dengan datar.

Clara menarik tangannya yang digenggam Oscar, membungkuk pada Ivonne. "Aku memberi salam pada Permaisuri."

"Hmm!" Jawab Ivonne sekilas.

Oscar marah, menurut etiket, dia harusnya membalas salamnya dan bukan hanya mengatakan Hmm saja.

Hmm apanya? Begitu sombongnya?

Clara mengulurkan tangannya untuk menahan tangan Oscar, tersenyum dan menggelengkan kepalanya, menunjukkan untuk tidak mempermasalahkannya.

Oscar melihat Clara yang begitu mengerti situasi, tanpa sadar mengasihani Ronald, dia ternyata menikahi wanita seperti ini menjadi Istrinya, benar-benar sangat disayangkan.

"Ayo kita masuk!" Oscar ingin menggenggam kembali tangan Clara, tapi Clara sudah terlebih dulu melangkah masuk.

Ivonne tidak ikut masuk, tapi hanya melihat di depan pintu, menyaksikan dan mendengarkan dengan tenang.

Clara berjalan ke tepi ranjang, dengan pandangan khawatir berkata, "Apa Yang Mulia baik-baik saja?"

Pandangan matanya tertuju pada luka di alisnya, jantungnya terkejut.

Bahkan sudah seperti ini saja, dia masih begitu tampan hinga membuat jantungnya berdetak kencang.

sedikit? Jika dia bisa menjadi pangeran mahkota, maka

sedih, tatapan matanya yang memandang Ronald tanpa sadar

tenang, bahkan tersenyum tipis, "Tidak masalah, terima

aku ... kita bagai saudara, perkataan terima kasih ini kamu tidak harus mengatakannya." Clara menghela nafas, wajah cantik itu meneteskan air mata tapi

belakangnya, tidak

terhadap perkataan Clara,

yang begitu kejam?" Tanya

berkata: "Jika tahu itu siapa, aku tidak

matanya, kemudian kembali berbalik dan memandang Ronald, "Apa Yang Mulia tahu siapa itu itu?

Ronald menjadi suram,

bingung, "Bahkan Yang Mulia tidak

ada yang melaporkan."

dan

perlahan menutup matanya, seolah

"Clara, kamu kembalilah lebih

melihat Ronald dan berkata: "Jika Yang Mulia tahu siapa yang melakukannya,

apa-apa, seolah-olah dia

sangat peduli tentang si pembunuh itu?

Oscar berkata sambil

terlihat seperti sedang tidur, jadi hanya bisa

pintu, Clara berdiri dan memandang Ivonne, "Rawat Yang

dengan datar berkata: "Kamu

dia menarik Clara kemudian berkata: "Pergilah, jangan pedulikan dia, bukankah

terpaku, tapi dia telah

mereka tuju, mendengar Clara bertanya pada Oscar, "Apa Paduka Kaisar yang memanggilnya kembali untuk merawat Kak

bertanya: "Mengapa kamu selalu menanyakan

Ronald, pasti akan ada orang juga yang ingin membunuhmu, aku

memblokir

kepalanya melirik orang di atas ranjang, matanya terpejam, tapi nafasnya tidak teratur, dia

Clara tadi, dipisahkan oleh

raut wajahnya begitu tidak enak

Ronald tiba-tiba membuka matanya, menatapnya

mengambil tikar untuk berbaring di depan ranjang, duduk setengah jongkok, seperti pose sedang berlatih

mempedulikannya, dia juga tidak tidur, membuka matanya tidak tahu apa yang dia

Bình Luận ()

0/255