Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 37 Tidak Ikut Campur Dalam Masalah

Bab 37 Tidak Ikut Campur Dalam Masalah

Rendi melihat Ivonne yang pergi dengan marah, dengan pensaran berkata: "Tidak tahu bagaimana dia membuat marah Yang Mulia, dia kembali dipukuli."

Yanto bergegas melangkah masuk, melihat alis Ronald yang mengalirkan darah, dan juga ada bekas tamparan di wajahnya yang pucat, dengan suara berat berkata: "Rendi, cepat ambil bubuk obat."

Rendi melangkah mendekat dan melihat, dengan marah berkata: "Dia beraninya memukul Yang Mulia?"

"Cepat ambil bubuk obat!" Yanto mendorongnya.

Ronald dengan datar berkata: "Tidak perlu."

Yanto bersikeras, tapi ketika Rendi membawa bubuk obat, Ronald malah berkata: "Tidak perlu diberi obat, dia sudah memberi obat tadi."

Rendi bingung, tidak bisa tidak mengeluh berkata: "Yang Mulia, dia berani memukulmu, mengapa kamu masih menggunakan obatnya? Sekarang dia semakin sombong."

Ronald tidak mempedulikannya, hanya berkata pada Yanto: "Kamu pergilah dan antarakan obat padanya, sup golden purple itu sepertinya sudah terlihat efeknya, tadi aku mendengarnya berkata melihat hantu."

"Apa sudah berilusi?" Yanto seketika mengerti, "Permaisuri salah paham pada Yang Mulia."

Ronald berkata dengan dingin: "Apanya yang salah pahan tidak salah paham? Itu bukan untuk menyadarkannya. Tunggu kondisiku sudah membaik aku juga akan menghukumnya."

Rendi mengangguk, "Ya, itu sudah seharusnya." Yang Mulia benar-benar begitu mengancam, dia begitu menantikannya.

Yanto meliriknya sekilas dengan tidak senang, "Kamu di sini dan jaga Yang Mulia, aku akan pergi sebentar dan kembali dengan cepat."

"Baik!" Jawab Rendi.

Ivonne kembali ke Paviliun Serenity dengan keadaan marah.

Letty sedang menyeka meja, melihat Ivonne kembali, dengan bingung berkata: "Permaisuri bukankah kamu harusnya berada di tempat Yang Mulia?"

Ivonne mengangguk, Ronald terluka, semua orang di kediaman ini mengetahuinya, tapi seberapa parah lukanya, itu tidak diumumkan, bahkan mereka tidak berani memberitahu Selir Prilly, Ibu Ronald.

Kaisar Mikael memberi perintah, tidak boleh menyebarkan sedikitpun berita mengenai hal itu, hanya saja tidak tahu bagaimana caranya, Paduka Kaisar bisa mengetahuinya.

"Permaisuri, kamu ..." Letty melihat raut wajah Ivonne yang tidak terlalu baik, teringat sifat kejamnya di masa lalu, tubuhnya secara tidak sadar gemetar, "Budak akan keluar untuk menuangkan segelas air untukmu."

"Terima kasih!" Kata Ivonne.

dengan ragu berjalan keluar, dia

baru saja

berkata dengan dingin: "Kenapa? Dia ingin kamu menyampaikan kemarahannya?

mengeluarkan sebuah botol porselen putih yang berukir bunga lotus, "Obat-obatan ini diminta Yang Mulia untuk diberikan pada

kecil yang sangat indah ini, mengambilnya dan membuka

semacamnya, maka harus segera meminum satu pil ini maka tidak

mungkin bisa melihat ilusi ..." Ivonne tiba-tiba menghentikan perkataannya, menatap botol itu, jangan bilang Ronlad berpikir Ivonne sama seperti pencuri itu yang berhalusinasi setelah meminum sup golden

tadi memang sepertinya berteriak

ber ilusi?" Ivonne berdiri dan

mengangguk, "Ya, dengan cedera Yang Mulia, tamparan ini seharusnya menghabiskan seluruh

matanya yang menatap

berdiri, "Ayo pergi untuk melihat

terlebih dulu"

"Apa dengan memakan obat ini

ragu-ragu sejenak, "Setidaknya itu

baru bisa menawarkan racunnya

menggelengkan kepalanya, "Ini takutnya harus menggunakan waktu

menelan sebutir obat kemudian berkata: "Baiklah,

dia merasa paru-parunya sedikit lebih nyaman, pernapasannya menjadi

efek melebarkan

melebar, pernapasannya menjadi lancar, otak tidak akan kekurangan

tahu siapa yang membuat golden

Rendi mengikuti Ivonne masuk, seolah-olah sangat waspada terhadapnya,

masih datar, tidak mengatakan sepatah kata

merasa bersalah, tapi tidak bisa mengucapkan

ini, apa tidak sakit?" Ronald tiba-tiba membuka suaranya, membuat

menatapnya lekat, pandangan

Ivonne berkata dengan

"Maaf!" Kata Ronald tiba-tiba.

30 pukulan,

berdamai, di antara mereka, perlu dipisahkan oleh sebuah tembok agar

tegas mengatakan bahwa permintaan maaf tidak ada

Bình Luận ()

0/255