Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 38 Masih Ada Luka

Bab 38 Masih Ada Luka

Ivonne menatapnya dengan aneh, "Apa maksudmu?"

Ronald tidak menjawab dan balik bertanya: "Mengapa kamu berpikir bahwa yang melakukannya adalah Raja Juno?"

Ivonne berpikir sejenak kemudian berkata: "Intuisi."

Tentu saja Ivonne bukan tipe orang yang intuitif, hanya saja berdasarkan pemahamannya akan situasi saat ini, kesimpulannya adalah Raja Juno.

Ronald mengetahuinya. "AKu tidak mempercayai pernyataan ini, kamu hanya berkata asal."

Ivonne dengan datar berkata: "Memang hanya intuisi."

Ivonne kesal dengan dirinya yang banyak berkata, dia tidak ingin mencari lebih banyak masalah, meskipun analisis yang diucapkannya ini benar, tapi itu tidak memiliki manfaat baginya, malah akan membuat Ronald berpikir bahwa Ivonne memahami hal-hal ini ketika berada di Istana.

Seseorang yang membaca buku sejarah, memiliki perasaan yang tajam terhadap kondisi seperti ini, Raja Juno adalah putra tertua dan juga memiliki kemampuan perang, Kaisar juga mengapresiasi, dia juga memenagkan beberapa peperangan, sudah pasti menginginkan posisi Pangeran Mahkota.

Dan Raja lainnya, meskipun memiliki ambisi, tapi dengan kekuatan Raja Juno saat ini, mustahil untuk membantunya menyingkirkan Ronald.

Karena dengan mempertahankan Ronald maka itu sama saja dengan memberi penghalang bagi Raja Juno untuk mendapatkan posisi Pangeran Mahkota, bukannya mengatakan yang lainnya menyukai Ronald, hanya saja dengan kondisi saat ini, tidak seharusnya bertindak seperti itu.

Ronald juga sudah tidak bertanya, tapi hatinya sedikit terkejut. Ivonne, wanita bodoh ini ternyata tahu bahwa pelakunya adalah Raja Juno.

Sepertinya di kediaman Hendra terdapat banyak diskusi seperti ini.

Dalam hatinya, Ronald bahkan makin jijik terhadap Hendra.

Ivonne tengkurap di atas tikar, perlahan-lahan menutup matanya.

Akhir-akhir ini dia sangat lelah, ingin tidur ketika menyentuh ranjang.

Tapi ada banyak hal dalam benaknya yang terus berputar, membuat tubuhnya yang sudah lelah dan bahkan tidak bisa membuka matanya ini malah tidak bisa tidur.

"Gadis jelek!" Terdengar suara dari atas ranjang.

Ivonne menolehkan kepalanya ke arah luar, tidak ingin mempedulikan orang yang begitu tidak sopan ini.

Sebuah bantal dilemparkan ke bawah, mengenai kepala Ivonne.

Ivonne mengangkat kedua tangannya, membuka matanya tanpa semangat, "Apa?"