Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 42 Memasuki Istana

Bab 42 Memasuki Istana

Pavilion Xiaoyue masuk ke dalam keheningan yang cukup lama.

Ronald merenungkan berulang kali, mendongak dan berkata pada Yanto: "Kamu pergilah cari tahu, Paduka Kaisar terkena racun apa."

"Yang Mulia, takutnya sulit untuk mencari tahu."

"Peter pasti tahu!" Kata Ronald.

"Sekarang Peter harusnya bersiaga di depan Istana, sama sekali tidak bisa keluar, dan lagi tadi Peter juga datang kemari, jika dia bisa mengatakannya maka tadi dia pasti akan mencoba untuk memberitahu." Kata Yanto.

Mata Ronald penuh dengan raut kejam. "Laporkan ke Istana, bilang aku akan mengaku bersalah."

"Yang Mulia!" Rendi dan Yanto berseru terkejut bersamaan, apa Yang Mulia sudah gila? Dia ingin mengaku bersalah.

"Aku mengaku bersalah, semua yang dilakukan Ivonne itu adalah perintahku." Kata Ronald dengan raut wajah tanpa ekspresi.

Rendi menghela nafas, dia berpikir Yang Mulia ingin mengakui bahwa dialah yang meminta pembunuh itu untuk melukai dirinya sendiri.

Tapi, bahkan jika mengaku bahwa Permaisuri mengobati Paduka Kaisar itu atas perintah Ronald, itu juga tidak beguna.

"Itu tidak boleh, Yang Mulia, kamu sekarang sudah dituduh bersalah." Kata Rendi.

Yanto berpikir sejenak kemudian berkata: "Apa Yang Mulia percaya pada Permaisuri?"

"Hanya itu satu-satunya cara!" Kata Ronald dengan dingin.

Yanto menatap Ronald. "Yang Mulia memutuskan untuk melakukan ini, maka Permaisuri benar-benar di ujung tanduk, jika Permaisuri tidak dapat membalikkan kondisi, maka situasi Yang Mulia juga akan menjadi lebih buruk. Yang Mulia apa kamu sudah memikirkannya baik-baik?"

"Selain itu, apa masih ada cara lain?" Ronald marah. Darah di tenggorokanya kembali naik, dia berusaha menekannya, tapi masih tetap dapat tercum bau amis darah itu.

Raja Juno ketika bertindak selalu begitu rapi dan juga tidak ada celah.

Karena si pembunuh sudah membunuh dirinya sendiri, maka pasti tidak akan meninggalkan jejak apapun, masalah ini, Ronald sudah dipastikan akan mendapatkan kesulitan.