Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 43 Benar-Benar Seharusnya Membiarkanmu Mati

Bab 43 Benar-Benar Seharusnya Membiarkanmu Mati

Raja Ralph juga sudah tidak tahan lagi, dia mengeluarkan sebuah pil dari balik lengan bajunya, memasukkan ke dalam mulut Ronald. Kemudian dia berbalik dan berlutut, "Kaisar, aku tidak percaya bahwa Ronald melukai dirinya sendiri, luka ini, bahkan Tabib Istana juga akan sulit untuk menyelamatkannya, jika hanya untuk mempertunjukkan drama padamu, dia tidak perlu terluka dengan begitu parahnya."

Ketika Ivonne mendengarkan perkataan ini, hatinya terkejut, Kaisar curiga Ronald melukai dirinya sendiri?

Peter yang dari awal mengawasi Ivonne juga ikut memohon, "Kaisar, aku juga merasa ini tidka mungkin, Tabib Istana bahkan tadinya sudah mengatakan bahwa Raja Ronald sudah terluka terlalu parah, ingin kita bersiap akan hal yang terburuk. Paduka Kaisar yang meminta Permaisuri keluar dari Istana untuk menyelamatkan Raja Ronald. Aku adalah seniman bela diri, tahu bahwa pisau dan senjata tidak memiliki mata, tidak mungkin bisa akurat melukai hingga begitu parah tapi tidak membahayakan nyawa. "

Kaisar Mikael dengan samar berkata: "Kalian semua bangunlah."

Pandangan Peter sedikit menggelap, Kaisar masih tidak menunjukkan reaksi.

Tabib Istana bergegas datang, bekerja di Istana, telah merawat Paduka Kaisar selama bertahun-tahun, dia sudah memiliki keterampilan ini, bisa berjalan sambil berlutut memberi hormat.

Karena situasinya sangat kritis, setelah berlutut harusnya dia menunggu jawaban Kaisar terlebih dulu.

Namun, kali ini, setelah dia berlutut dia segera berdiri tanpa menunggu Kaisar mengatakan apa-apa.

Ketika otak mengeluarkan perintah, dirinya sudah berdiri dan melangkah, berhenti kemudian kembali berlutut, kemudian kotak obatnya jatuh ke lantai, dirinya juga terjatuh.

Ivonne tidak mempedulikan apa yang akan dikatakan Kaisar, satu tangannya membuka kotak obat Tabib Istana, mengeluarkan gunting untuk memotong pakaian, kemudian kasa untuk segera melilit luka pendarahan Ronald, menghentikan pendarahan secara paksa.

Gerakan Ivonne sangat cepat, setelah selesai membalut luka di perut Ronald, segera melepas sepatu Ronald, kemudian memotong celananya, semua lukanya terpapar di hadapan Kaisar Mikael.

Melihat luka di sisi dalam paha, pandangan Kaisar Mikael menggelap, berkata dengan dingin pada Tabib Istana: "Mengapa masih tidak bergegas menghentikan pendarahannya?"

Tabib Istana bergegas bangun dan membantu.

Darah perlahan berhenti setelah Raja Ralph memberikan pil golden purple, tapi luka-lukanya masih terbuka, masih harus ditangani dengan baik.

Kaisar Mikael duduk dan menyaksikan Ivonne dengan terampil menangani luka itu, tidak ada jejak ketakutan dan kepanikan di matanya, tidak ada keraguan dan gemetar dalam gerakannya, wajahnya berlumuran darah, tapi Ivonne tidak mempedulikannya dan tidak menyekanya.

menepuk wajah Ronald, "Cepat bangun,

memiliki

memeriksa nafasnya, dengan terkejut melangkah mundur, "Kaisar

berdiri, meletakkan jarinya di bawah hidung Ronald, tidak ada

seketika berubah, bertanya pada Raja Ralph, "Bukankah kamu tadi memberikannya pil golden

pernah memakan 1 sebelumnya." Kata

pil golden purple memang sangat baik, tapi memakan yang kedua dalam waktu singkat, efeknya akan sangat

Mikael sangat terkejut bagai

dada Ronald, sekuat tenaga

dan wanita

Ivonne berantakan, dahinya berkeringat, dia sangat panik,

menghilang di hadapannya, nyawa ini

Hatinya merasa sangat sedih.

ternyata benar begitu parahnya, saat itu Tabib Istana melaporkannya bahwa cederanya cukup serius, tapi tidak tahu Ayahnya mengetahuinya dari mana, meminta Kasim Artur melaporkan agar dia tidak perlu

Ivonne, Ivonne sangat marah, "Jangan sentuh aku!" Setelah mengatakan itu, dia melemparkan bantar

Ivonne dengan takjub, tidak

melakukan gerakan CPR, berharap Ronald hanya

adalah putra yang dulunya sangat dia sukai,

tapi dia terhuyung, Raja

"Beri tahu

menarik pergi Ivonne, tapi mendengar Tabib Istana

menolehkan kepalanya, hampir tidak percaya dada Ronald perlahan bergerak

secara

ke depan ranjang, terengah-engah, tidak tahu bagaimana air matanya mengalir keluar, amarah yang ditahannya di dalam

dia setengah berlutut, sambil menangis sambil mengaku bersalah, "Ayah, menantu tahu bahwa aku tidak sopan, tapi

dia menangis dengan begitu jeleknya, mata dan hidungnya sudah memerah, tapi kaisar Mikael yang tadi baru kehilangan putranya dan kembali mendapatkannya lagi, sama sekali tidak mempermasalahkannya, malah sebaliknya, dia merasa menantu yang

melakukan pemeriksaan, dia menghela nafas berulang-ulang dan

Tabib Istana dan berkata: "Ini

"Ya,

Bình Luận ()

0/255