Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 46 Pil Trinity

Bab 46 Pil Trinity

Kaisar Mikael dan Raja Ralph maju dan melihatnya, salah satu obat itu, bagian tenagahnya ketika dibuka berwarna merah, dan satunya lagi warnanya hitam kekuningan.

"Kedua obat itu berbeda? Apa yang terjadi?" Raja Ralph bertanya kepada Tabib Istana.

Tabib Istana tertegun. "Ini tidak mungkin, obat ini dibuat bersamaan, tidak mungkin bisa berbeda warna."

"Kalau begitu tolong Tabib periksa, lihat mana yang beracun." Kata Ivonne.

Tabib menunjuk ke arah obat yang tengahnya berwarna merah, "Obat ini awalnya bukan berwarna seperti ini, mengapa bagian tengahnya bisa begitu merah?"

Dia mengambil sedikit obat itu kemudian menaruhnya di dalam cangkir, menuangkan air, kemudian meletakkan jarum perak. Jarum perak itu berubah warna menjadi hitam, menunjukkan racunnya begitu kuat.

"Kaisar!" Tabib Istana itu berlutut, bibirnya dengan gemetar berkata, "Ini benar-benar tidak mungkin, ada orang yang telah mengganti obatnya, obat yang diberikan oleh pihak Tabib Istana itu tidak beracun, sudah diuji."

Pandangan mata Kaisar Mikael menjadi dingin, "Pegawal, segel bagian pembuatan obat, periksa dengan seksama!"

Para penjaga menerima perintah dan keluar.

Raja Ralph memandang Ivonne, "Bagaimana kamu bisa tahu bahwa obat itu berbeda?"

Ivonne menjelaskan: "Obat itu berkurang satu, ini berarti ada seseorang yang mengambilnya, mengapa dia harus mengambilnya? Sudah jelas, obat yang diambil itu ada masalah, Kasim Artur mengatakan ketika memberikan obat terakhir kali, kotak obat itu pernah terjatuh di lantai, maka ada kemungkinan urutannya menjadi kacau, obat yang diambil itu tidak beracun, dan obat yang seharusnya diambil itu masih ada di sini."

"Analisismu benar!" pandangan mata Raja Ralph juga menjadi dingin, "Ada orang yang berani meracuni Paduka Kaisar, benar-benar tidak menginginkan nyawanya."

Kaisar Mikael melampiaskan amarahnya pada Tabib Istana, Ivonne ragu-ragu sejenak kemudian berkata: "Kaisar, takutnya masalahnya bukan berada di Tabib Istana."

Kaisar Mikael menatapnya, "Apa maksudmu?"