Bab 52 Bukan Geri

Ivonne tertidur.

Kemudian Ivonne berpikir sekian lama, mengapa dia bisa menangis hingga tertidur di sebelah Ronald, Ivonne merasa itu mungkin dikarenakan bau desinfektan di tubuh Ronald. Bau ini membuatnya merasa nyaman.

Ketika terbangun keesokan harinya, diirnya penuh dengan energi.

Berpandangan pada mata Ronald yang hitam kelam. Ivonne perlahan-lahan melepaskan tangannya, sedikit canggung mengatakan, "Pagi!"

"Kamu meneteskan air lir ketika tidur tadi malam, mengotori lengan bajuku." Ronald berkata dengan datar.

"Maaf!" Ivonne tidak berpikir bahwa tidurnya bisa begitu kotor, dia merasa malu.

Ronald memejamkan matanya. Kembali ke ekspresinya yang acuh.

Ivonne bangun, Yanto dan Rendi sudah tidak ada di sini, tapi mereka sudah meletakkan air untuk membersihkan diri, Ivonne menggosok giginya, mencuci mukanya, merapikan rambutnya kemudian pergi keluar. Bibi Vera dan pelayan wanita berjaga di luar, melihat Ivonne keluar, Bibi Vera membungkuk dengan hormat, "Permaisuri, Paduka Kaisar memberi perintah, jika Anda sudah bangun, ingin Anda pergi ke sana untuk merawatnya."

"Aku akan mengobati luka Raja Ronald terlebih dulu, oke?" Ivonne bertanya.

"Ada Tabib Istana yang akan merawatnya."

"Tapi ..."

Bibi Vera tersenyum dan berkata, "Perkataan asli Paduka Kaisar adalah, Ronald tidak akan mati, ada tabib Istana, suruh Ivonne segera kemari."

"..." Ivonne hanya bisa kembali berkata pada Ronald, "Aku harus pergi untuk merawat penyakit, ingat ketika tabib Istana mengobati lukamu jangan bersikap tidak sabar, harus mengoleskan obat."

Ronald mengerutkan kening, "Sejak kapan aku tidak sabar? Pergilah, benar-benar sangat cerewet."

Bagus, Kakek dan cucu sama saja. Tidak menghormati Dokter.

Di jaman ini, yang menjadi Dokter sama sekali tidak dihormati.

Ketika datang ke Istana Pearlhall, Ivonne melihat Oscar dan Clara menunggu di luar Istana.

dia kemudian bertanya, "Bagaimana keadaan

memandang ke arah Clara, ada kebencian yang terlintas di mata Clara, kebencian yang tidak

Vera masuk ke dalam, tapi masih tidak bisa menahan diri untuk

Permaisuri Clara? Sepertinya tidak diizinkan untuk masuk, tapi Permaisuri Clara adalah anak berbakti, menunggu di luar hingga Paduka Kaisar memanggilnya,." "Ternyata begitu." Ivonne tidak tahu apa yang terjadi, tapi, ini tidak ada

Kaisar, "Bawa pergi, bawa pergi, apa-apaan itu? Meminum itu seharian, apa kesenangan hidup

nafas dan berkata, "Paduka

dan berkata, "Apa yang kamu

nafas lega, "Baguslah Permaisuri datang,

mengangkat kepalanya dari ranjangnya, menggonggong dua

itu dan meminumnya kemudian berkata, "Ada licorice,

ke arah Paduka Kaisar, ketika dia duduk, bahkan terlihat lebih kurus, matanya sangat dalam, pipinya tidak

rasa tidak sabar, sebenarnya, tidak peduli bentuk wajah maupun parasnya, Ronald sangat mirip dengan Paduka Kaisar,

lagi, obat ini

lagi,

banyak lagi!" Kata Paduka

sendok dan mengaduknya dengan pelan, kemudian menyuapkannya ke

Ingin menjebaknya?

suka disuntik, jadi dia hanya bisa

kembali mengerut

obat pada Kasim Artur, Kasim Artur menghela nafas lega, "Permaisuri,

membawa

Kaisar, obat sudah diminum, tapi

yang berkumpul di mata Paduka Kaisar, hendak memaki, Ivonne dengan tenang berkata,

itu tiba-tiba menutup, tidak

di bagian tangan? Mengapa sekarang harus melepas celana? Apa kamu tidak tahu malu? Apa kamu tidak

dalam jarum suntik, obat di dalamnya terpancar keluar, Ivonne memegang jarum, "Jika bekerja

tapi dia masih bekerja

kepada Ivonne apa

masuk, Paduka Kaisar mendongakkan pandangannya, dengan datar bertanya, "Apa orang itu

"Ya." jawab Kasim Artur.

Oscar dan Clara, meskipun dia bertanya-tanya mengapa

memejamkan matanya,

Bình Luận ()

0/255