Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 66 Kembali Ke Rumah

Bab 66 Kembali Ke Rumah

Hati Yanto terkejut, jika begitu, Kaisar dan Paduka Kaisar takutnya akan menjadi makin marah.

Tapi, kemarahan itu hanya sesaat, setelah menceraikan permaisuri, kediaman ini akan damai, dan lagi tidak harus terjerat oleh Hendra, jika dilihat dalam jangka panjang, lebih banyak keuntungan daripada kerugian.

"Bagaimana dengan masalah menikahi putri kedua dari keluarga Cui, bagaimana pendapat Yang Mulia?" Tanya Yanto.

Ronald sudah bosan dengan topik ini, tapi Ayah dan Ibunya terus mengungkitnya, ini adalah masalah yang tidak dapat dihindari dan harus dihadapi, dia balik bertanya pada Yanto, "Bagaimana menurutmu?"

Yanto menganalisis dan berkata, "Dari sudut pandang situasi, ini memang bermanfaat bagi Yang Mulia, keluarga Cui meskipun sudah menikahkan putri tertua pada Raja Oscar, tapi Gilang masih belum sepenuhnya menyatakan dukungannya untuk Raja Oscar, dikarenakan Ibu Suri, Gilang masih memiliki beberapa pertimbangan. Ditambah Paduka Kaisar selalu menghargai Yang Mulia, dirimu ini, jadi ini membuat keluarga Cui mau tidak mau berperilaku konservatif. Ini adalah situasi saat ini, tapi begitu Yang Mulia menikah dengan putri kedua dari keluarga Cui, maka keluarga Cui sedikit banyak akan mendukungmu, jika Raja Oscar tidak berguna, maka Gilang akan mengerahkan seluruh kekuatannya padamu. "

Ronald dengan samar berkata, "Sepertinya, kamu juga setuju dengan kata-kata Ibu."

Yanto menggelengkan kepalanya. "Tidak. Jika mengnalisis situasi memang seperti itu, tapi aku tahu Yang Mulia tidak memiliki hati untuk mengejar posisi Pangeran Mahkota, tapi aku masih berharap Yang Mulia bisa menikahi putri kedua keluarga Cui sebagai selir, jika putri kedua keluarga Cui itu rela menjadi selir."

"Mengapa perkataanmu ini saling bertentangan?" Ronald mengerutkan kening.

"Tidak bertentangan. Selir Prilly ingin dirimu menikah dengan putri kedua keluarga Cui demi berjuang memperebutkan tahta, tapi aku berhadap Yang Mulia menikahi putri itu demi mendapatkan perlindungan."

"Aku masih perlu mendapatkan perlindungan?" Ronald berkata dengan dingin.

"Yang Mulia, ada beberapa hal yang tidak bisa kamu lakukan, tapi keluarga Cui bisa melakukannya." Yanto berkata dengan jelas, "Seperti tindakan Raja Juno saat ini, jika keluarga Cui berdiri di sisimu, bukankah bisa memberikan pelajaran pada Raja Juno? Raja Juno sekarang benar-benar terlalu sombong. "

Prajurit sombong akan dikalahkan, sebelum bisa dikalahkan, masih sangat mematikan.

Ronald dengan samar berkata, "Aku mengerti maksudmu."

Yanto bertanya ragu-ragu, "Apa

perlu seperti itu!" Kata

dia tidak berkata

malah bertanya, "Menceraikan

sejenak dan

Ronald terdiam.

pergi ke gudang untuk mengemas beberapa sarang burung dan ginseng untuk dibawa kembali ke

Bibi Linda atau Bibi Vera,

tiba di

hari ini, jadi Nenek Viona sudah membawa menantunya dan menunggu di aula utama, melihat Ivonne masuk dia bangkit bangun dan tersenyum, "Ivonne sudah

sebutan gelar Permaisuri, dan juga memberi hormat, tapi dengan panggilan

rumah, setelah Nenek Viona bangun, mereka baru bangkit, raut mereka tidak terlalu hormat, dengan malas saling

menanggapi, dan langsung

menantu tertuanya bermarga Luan, mengenakan rok sutra biru bersulam, alisnya tipis, matanya sipit, hidungnya pesek, ada beberapa kerutan di sudut matanya, tapi tidak terlihat begitu jelas, bisa

asli, Lundy, bermarga Cui, mengenakan rok sutra bercorak bunga kuning, mengenakan gelang giok di pergelangan tangannya, aksesoris di kepalanya juga sangat mahal, dia terlahir di keluarga kaya, wataknya

berusia 15 tahun, baru mencapai usia dewasa, memakai riasan, menatapnya dengan dua mata bundarnya, mata bagian putihnya lebih banyak dibanding bola matanya, tampak seperti bentuk mata segitiga, bibirnya sedikit lebih tipis, terlihat seperti orang yang tidak bisa menjaga omongan,

selir, berdiri di samping dengan patuh, menundukkan pandangannya, karena

dalam rumah yang belum keluar, tapi karena Nenek Viona melihat orangnya terlalu

sekarang lebih berisi, wajahnya bundar, keriputnya sedikit, rambutnya juga dicat, sama sekali tidak ada uban yang terlihat. Dia mengenakan pakaian yang mahal, ditutupi satin, rambutnya disanggul

orang-orang di kediaman ini

yang melaporkan bahwa kondisi Nenek semakin

bahwa Ivonne hanya membawa 1 pelayan kecil dan bukannya membawa Bibi Linda kemari, ekspresi seriusnya berkurang, "Nenekmu sama seperti sebelumnya, tapi kali ini Ayahmu

tidak perlu memberi muka pada Ronald, dan juga

bukankah bisa langsung datang ke kediaman Ronald, untuk apa repot-repot berbohong memberitahu bahwa

bukan Nenek yang sakit, jadi Ivonne tidak terburu-buru, dengan samar berkata,

Bình Luận ()

0/255