Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 71 Permaisuri Yang Berbuat Gila Dikarenakan Mabuk

Bab 71 Permaisuri Yang Berbuat Gila Dikarenakan Mabuk

Kaisar Mikael berkata, "Karena Ronald menghormatimu, maka aku juga akan menghormati Ronald kali ini, pernikahan tidak dapat dipaksakan. Jangan sampai itu akan menjadi keluhan di kemudian hari, masalah ini aku akan menjelaskannya pada Selir Prilly. Kamu pergilah."

Benar, masih ada Selir Prilly, kali ini Ivonne bahkan benar-benar telah menyinggung Ibu mertuanya sendiri. Benar-benar dikelilingi oleh musuh.

Keluar dari ruang kerja kerajaan, Ivonne sedang mempersiapkan pisau sepanjang 40 cm di dalam hatinya. Jika membunuh orang tidak berdosa, maka Ronald harus mati di tangannya.

Meninggalkan ruang kerja kerajaan, ada orang yang menunggunya di luar, mengatakan bahwa Selir Prilly ingin menemuinya.

Tidak tahu kapan tekanan dari dunia luar tiba, tapi Selir Prilly adalah yang tercepat.

Ketika sedang memantapkan diri pergi ke Istana Moonlight tempat Selir Prilly, tanpa diduga, di tengah jalan muncul Kasim Artur.

"Permaisuri, Paduka Kaisar mengundangmu!"

Bibi dari Istana Monnlight berkata, "Kasim Artur, Selir Prilly yang terlebih dahulu mengundang Permaisuri, dia hanya ingin memerintahkan beberapa kata. Atau tidak, bagaimana jika Permaisuri pergi terlebih dulu ke Istana Monnlight baru kemudian ke Istana Pearlhall?"

Kasim Artur tersenyum seperti Buddha Maitreya. "Tidak masalah, hanya saja takutnya Paduka Kaisar tidak sabar menunggu dan kemudian akan marah."

Bibi itu juga tidak lagi bersikeras, "Kalau begitu, tolong setelah Permaisuri menemui Paduka Kaisar langsung pergi ke Istana Monnlight."

Kasim Artur berkata, "Takutnya tidak akan begitu cepat. Ada banyak hal di tempat Paduka Kaisar sana. Dan lagi ada satu hal yang mengharuskan Permaisuri untuk segera keluar dari Istana untuk mengurusnya, kamu jawab saja pada Selir Prilly, katakan bahwa Permaisuri akan memasuki istana lagi lain kali dan akan pergi menemuinya."

Raut wajah Bibi itu sedikit berubah.

"Ini adalah maksud Paduka Kaisar." Kasim Artur berkata mengingatkan.

Bibi itu membungkukkan badab, "Ya, kalau begitu aku akan kembali dan memberitahukannya pada Selir Prilly."

Ivonne menghela nafas lega, berjalan mengikuti Kasim Artur.

Sepanjang jalan Ivonne berkata, "Terima kasih atas bantuan Kasim Artur."

"Itu karena Paduka Kaisar yang sudah mengetahuinuya." Kasim Artur berkata sambil tersenyum.

Ya, orang tua itu memang pintar.

Tapi berapa lama dia bisa melindunginya? Di istana ini, tangannya bisa melindungi Ivonne, tapi ketika meninggalkan istana, maka tidak bisa mencapainya lagi.

Ketika sampai di Istana Pearlhall, Paduka Kaisar ternyata sedang berjalan-jalan di halaman, walaupun langkahnya canggung, tapi sudah lebih bersemangat dibanding hari-hari sebelumnyna.

dengan sopan, melihat tubuhnya

berkata, "Tidak

Kaisar memandangnya

begitu keras kepala, seperti tadi saja masih

untuk bicara." Kata Paduka

sekilas, memapahnya berjalan masuk ke

duduk bersila dan bersandar di ranjang, Kasim Artur menghidangkan the, Paduka Kaisar malah dengan santai

mengambil selir." Paduka Kaisar memejamkan matanya, bertanya

hal baik tidak tersebar, hal buruk malah tersebar

berkata aku keberatan, maka aku keberatan bukan." Ivonne tidak

jika keberatan." Paduka Kaisar berkata

Ivonne memandangnya, "Kenapa bagitu?"

membereskan Hendra, kemudian Hendra akan membereskanmu, Selir Prilly juga akan membereskanmu, bahkan Keluarga Su juga

atas penderitaan

tersenyum menatap Ivonne, "Selamat, di kemudian hari, kamu akan menjadi

jalan untuk hidup, Paduka Kaisar."

mendorongmu ke dalam badai, mengapa

Ivonne berkecil hati.

sekilas, tersenyum dan berkata, "Baiklah, aku akakn

alkohol." Alkohol tidak baik untuk hati, hidup Ivonne

di dalam hati, hari-harimu sudah berat, jangan takut

sambil mengangkat tangannya memanggil Kasim

meminum dua gelas, dia sudah benar-benar mabuk, tapi dengan tubuh yang

dibawa oleh Kasim Artur, Ivonne

ingin mencium aroma alkohol pun sangat sulit." Paduka Kaisar sangat

menahannya dengan satu tangan,

Paduka Kaisar menarik napas dalam-dalam, aroma anggur perlahan-lahan masuk ke dalam penciumannya, mengingatkan kembali bagaimana rasanya

mencium aromanya!" Paduka Kaisar mengangkat gelasnya kemudian bersulang dengan

sebelumnya? Pada pelayan ini tidak menempatkannya dengan baik, aku akan

dia mencicipi satu teguk,

menahannya dengan satu tangan, "Paduka Kaisar, bisakah kamu mengganti caramu ini? Kamu

aku perlu berbohong untuk minum?

lepaskan, cium aromanya saja." Kata Kasim

menatap ke arah Ivonne, "Kamu

menyesap seteguk, merasa baik-baik saja, manis, sedikit bau alkohol, seperti alkohol buah,

30 menit kemudian.

Bình Luận ()

0/255