Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 72 Membunuh Pria Itu

Bab 72 Membunuh Pria Itu

Ivonne dikirim kembali ke Paviliun Serenity, kedua Bibi dan juga Letty ketika melihatnya yang seperti itu benar-benar terkejut. Bibi Vera yang masih lebih tenang, bergegas meminta Letty menyiapkan sup penghilang mabuk. Kemudian menanyakan kondisinya pada Peter.

Peter berkata, "Mabuk di Istana Paduka Kaisar, sudah diberikan sup penghilang mabuk tapi semuanya dimuntahkannya."

"Mabuk di Istana Paduka Kaisar? Ya Tuhan. Apa membuat marah Paduka Kaisar?" Bibi Vera berkata dengan terkejut.

"Marah atau tidak itu tidak tahu, tapi wajah Kasim Artur benar-benar pucat." Kata Peter.

"Haiya!" Bibi Vera berbalik dan menatap Ivonne. Dia duduk di ranjang. Bibi Linda ingin membaringkannya, tapi Ivoone malah memegang tangannya dan berkata, "Jangan sentuh aku, aku pusing!"

"Tuan Peter silakan kembali. Terima kasih." Kata Bibi Vera.

Peter memandang Ivonne. Wajah Ivonne merah dengan sangat mengerikan, matanya juga merah. Rambutnya berantakan, pakaiannya juga acak-acakan dan kusut, benar-benar sangat menyedihkan.

"Aku undur diri!" Peter berbalik badan dan keluar.

Tidak disangka Permaisuri Ivonne yang biasanya terlihat begitu tenang, ketika mabuk benar-benar sangat menakutkan.

Ketika Peter baru tiba di Istana Pearlhall, dia melihat Ivonne sedang mengangkat bangku dan ingin melemparkannya. Paduka Kaisar meringkuk di sudut ranjang, sekujur tubuh Kasim Artur terkena muntahan, dengan kesal menghentakkan kakinya dan dengan menyedihkan meratapi pakaian barunya.

Peter belum pernah melihat Istana Pearlhall begitu ... berperikemanusiaan.

Dan juga belum pernah melihat raut wajah Paduka Kaisar selain serius masih memiliki ekspresi lainnya. Misalnya, seperti kelinci yang ketakutan.

Mungkin, dia harus membicarakan hal ini dengan Yang Mulia Ronald.

Ivonne duduk di ranjang, merasa dunianya berputar, benda-benda di depannya tiba-tiba membesar dan mengecil, suara berisik terus menerus terdengar di telinganya, dia sepertinya mendengar suara yang datang dari kejauhan, tidak ada hubungannya dengannya, tapi dia merasa kepalanya sudah akan meledak.