Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 73 Apa Kamu Itu Anjing?

Bab 73 Apa Kamu Itu Anjing?

Yanto melihat tampilan Ivonne yang mengangkat pisau dapur, jantungnya berdegup kencang ketakutan, ketika ingin membuka suara, Ronald perlahan berdiri, tangannya memapah meja, dengan suara dalam berkata, "Kalian keluarlah lebih dulu, Permaisuri mencariku."

Peter menatapnya, "Yakin?"

"Pergilah." kata Ronald.

Peter mengangguk. Berkata pada Yanto, "Ayo pergi".

Yanto sangat khawatir, Peter baru saja berkata bahwa Permaisuri dikirim pulang dalam keadaan mabuk. Kemudian Permaisuri datang kemari dengan membawa pisau dapur, benar-benar sama sekali tidak ada pertahanan.

Seorang wanita yang mabuk itu benar-benar berbahaya. Luka Yang Mulia masih belum sembuh, tapi masih tidak masalah untuk merebut pisau itu dari tangan Permaisuri.

Dia kemudian pergi dengan Peter.

"Tutup pintunya!" Ivonne melambaikan pisau dapur, berkata dengan dingin.

Yanto menatap ke arah Ronald, kemudian Ronald berkata, "Dengarkan Permaisuri, dia punya senjata sekarang, dia yang paling hebat."

Pintunya ditutup, ruangan itu sunyi, napas Ivonne terengah-engah, dada bergerak turun naik tanpa henti.

Ronald menatapnya, tidak ada kemarahan di wajahnya.

"Kamu menyindirku." Ivonne semakin marah ketika mendengar kalimat yang baru saja Ronald ucapkan, dia punya senjata, jadi merasa yang paling hebat? Ivonne tahu, bahkan jika dirinya memiliki senapan mesin, dirinya masih adalah orang lemah di hadapan Ronald.

"Tidak menyindir, kamu mabuk," Ronald mencoba berjalan menghampiri, suaranya sangat lembut.

"Jangan mendekat, berdiri di sana, kamu mendekat aku merasa itu berbahaya." Ivonne berkata dengan marah sambil mengangkat pisau dapur.

juga terluka parah, akulah yang harusnya merasa itu berbahaya."

sengit, tetapi karena mabuk membuat matanya berair, sama sekali

terhuyung-huyung, setelah berlari dia merasa kepalanya berputar, Ronald di depan matanya ini terus bergoyang tanpa henti, Ivonne menggumamkan kata

tangannya dengan tidak

mengantuk, "Aku tanya padamu, mengapa

"Kamu memang

di atas rambut Ivonne, kemudian Ivonne dengan asal mengulurkan tangan untuk menyingkirkannya, dengan kejam membuangnya ke lantai, Ivonne merasa gerakan ini benar-benar memalukan, karena itu ketika berhadapan Ivonne meningkatkan kepercayaan

kita menikah, kamu memperingatkanku bahwa

Ivonne memikirkannya sejenak, dia tidak mengingatnya. tidak memiliki ingatan

mengingatnya." Ronald berjalan menghampiri tanpat mengubah raut wajahnya, terdapat nada menggoda dalam nada suaranya, "Apa kamu ingat situasinya

dengan linglung, mencoba membuka matanya lebar-lebar, melihat wajah Ronald yang berayun di hadapanya, Ivonne tersentak mundur satu

bisa memegang pergelangan tangan Ivonne, wanita ini begitu waspada, Ronald sudah sedikit

tidak stabil, menunjuk padanya dengan pisau dapur, wajahnya sangat merah, "Mundur, terus mundur, yang terbaik berdiri di samping ranjang, aku pusing, aku harus duduk baru

mundur hingga ke sisi ranjang dan duduk di

dengan terhuyung-huyung berjalan ke depan meja, melihat bangku dan ingin duduk, tapi terduduk dengan tidak stabil dan terjatuh ke lantai,

dia sudah tidak bisa mengembalikan tatapannya yang kejam tadi, pisau dapur itu juga berat, pergelangan tangannya sudah sakit, sudah tidak ada tenaga lagi memegangnya, pisau itu terjatuh ke lantai dengan suara keras, ketika

dengan memegang pisau dapur ingin menebas orang, pada akhirnya malah dirinya sendiri yang terluka, kemarahan dalam hatinya berubah menjadi kesedihan,

Ivonne duduk di lantai dan menangis keras tanpa memikirkan citranya, seperti seorang anak kecil yang begitu tertindas, hatinya sakit tanpa bisa dijelaskan, kemudian

yang ditinggalkannya sebelumnya, berjongkok untuk membalut lukanya, menghela nafas pelan dan berkata, "Anggap aku salah,

Ivonne mendengarkan kalimat ini, dia menangis makin sedih, mendorongnya pergi, "Kamu pergi, siapa yang menginginkan kebaikan palsumu itu? Aku

menjulurkan tangan memegang

aku tidak melihatmu mati?" Ivonne

begitu ingin menjadi janda, jika aku mati, kamu

padanya, "Jika kamu mati aku tidak akan

bahkan akan menyalakan petasan untuk merayakannya." Ronald

Bình Luận ()

0/255