Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 82 Hukuman Kaisar

Bab 82 Hukuman Kaisar

Ronald mengertakkan gigi, mengelus bagian dadanya itu, bersumpah dalam hati, setelah semuanya mereda, dia pasti akan menarik Ivonne ke kamar gelap, kemudian membiarkan anjing gila menggigitnya seratus kali untuk membalas dendam hari ini.

Setelah Ivonne melampiaskannya, dia begitu lega, hatinya juga sudah tidak begitu gelisah.

Tapi, ketika melihat raut wajah Ronald yang membiaru, tadi gigitannya itu memang agak kejam, Ivonne kemudian dengan tulus mengatakan, "Maaf, aku tidak seharusnya menggigitmu."

Ronald melihat pandangan matanya yang tulus dan jernih, menampar dirinya sendiri dalam hati seratus kali dengan kejam, dia tidak boleh bersikap lunak, wanita ini tidak benar-benar meminta maaf dengan tulus, dia berpura-pura.

"Hei. aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada diriku, berubah menjadi seperti orang gila, aku benar-benar minta maaf." Ivonne terus meminta maaf. Penampilannya sangat menyedihkan, "Aku tahu kamu seperti ini demi kebaikanku, juga membantuku bermain drama di depan keluargaku, dan masih ingat ketika mabuk aku berkata bahwa aku ingin pulang, kamu sebenarnya sangat baik, aku yang tidak tahu sebenarnya ada apa dengan diriku, selalu ingin melawanmu. "

Wajah Ronald dingin, "Sudahlah, aku malas mempermasalahkannya denganmu."

Ivonne berkata dengan penuh rasa terima kasih, "Aku tahu bahwa kamu adalah orang yang murah hati, kalau begitu di hadapan Ibu Suri, kumohon Yang Mulia membantuku berkata hal yang baik."

"Yang kujanjikan padamu, pasti tidak akan kuingkari." Ronad melambaikan tangannya.

Ivonne menunjukkan senyum yang cerah, "Terima kasih Yang Mulia."

Pria sebenarnya sangat mudah untuk dibujuk, hanya dengan dipuji maka sudah beres.

Ronald sebenarnya diam-diam merasa bahwa dia sudah dijebak, tapi, lupakan saja, dia tidak mempermasalahkan dengan wanita, terlebih dengan wanita jelek.

Setelah bertengkar tadi, merasa bahwa suasana hatinya dalam perjalanan menuju Istana sudah tidak terlalu berat.

Sejak menikah dengan Ivonne satu tahun yang lalu, Ronald selalu berada dalam suasana hati yang buruk setiap kali dia memasuki Istana, pandangan mata orang-orang yang dia pedulikan di Istana mengungkapkan raut kekecewaan.

Seiring waktu, ketika Ronald menginjakkan kaki di jalan ini, suasana hatinya akan menjadi lebih buruk.

Bình Luận ()

0/255