Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 91 Tidak Ada Alasan Tidak Bisa Mengalahkan

Bab 91 Tidak Ada Alasan Tidak Bisa Mengalahkan

"Kesatuan" dari keluarga Hendra telah membangkitkan sifat kemarahan pemberontak dari dalam diri Ivonne.

"Aku akan menghitung sampai tiga, lepaskan!" Ivonne menatap dan berkata dengan dingin pada Yenny.

Yenny tertawa pelan, "Aku benar-benar tidak bisa membiarkanmu pergi. Jangan sampai Permaisuri mengganggu Nyonya besar yang sedang merawat penyakitnya."

Masih menghitung sampai tiga, kekanak-kanakan.

Ivonne menatapnya, "..."

Kedua tangannya mendorongnya, Yenny jatuh, berlutut di atas lantai.

"Maaf, disengaja!" Ivonne berjalan cepat ke sana.

"Hei, Permaisuri memukulku. Permaisuri memukulku..." Yenny berteriak dan menjerit kesakitan di lantai, menari perhatian orang yang ada di dalam kediamaan.

Ivonne menghentikan langkahnya, terpaku untuk sesaat, menoleh dan berjalan kembali.

Yenny menangis dan berkata, "Tidak beralasan, setidaknya aku ini adalah Istri dari Pamanmu. Kamu ternyata bisa memukulku, memangnya jika kamu Permaisuri maka bisa seenaknya? Pulang ke rumah keluargamu tapi makan menindas orang yang lebih senior."

Ivonne membungkuk, dengan dingin tersenyum dan berkata, "Bibi, kusarankan kamu untuk menutup mulutmu, hari ini Nenek Viola saja tidak berani keluar untuk menghentikanku. Kamu ini malah maju untuk menjadi orang yang memimpin."

"Kamu ... apa sebenarnya yang ingin kamu katakan?" Yenny tiba-tiba berhenti menangis, matanya tidak bisa dipaksakan untuk mengeluarkan air mata.

"Dulu ketika aku ingin pulang, aku harus meminta berkali-kali pada Yang Mulia, tapi sekarang aku bebas ingin pergi kemanapun aku ingin pergi, bagaimana menurutmu?" Ivonne berkata dengan makna dalam.

Pandangan mata Yenny terkejut, "Kamu jangan menakut-nakuti orang, Yang Mulia tidak memandangmu sama sekali, kalian hanya memainkan pertunjukan sandiwara untuk kami pada hari itu." Mereka hari itu memang benar melakukan sandiwara bagai pasangan suami istri yang penuh cinta, tapi makin seperti itu, makin membuat orang curiga.

"Bahkan jika itu sandiwara, itu juga harus Yang Mulia bersedia menemaniku untuk melakukannya."

Yenny berpikir itu memang memiliki kemungkinan besar, sebelumnya ketika Ivonne pulang dia selali bersikap takut, tapi dua kali ini dia pulang sikapnya tidak seperti itu.

Yenny tidak berani bersuara, hanya menyaksikan Ivonne bergegas pergi dengan matanya sendiri.

Bình Luận ()

0/255