Terkasih

Bab 800 Berantem Karena Hal Kecil

Bab 800 Berantem Karena Hal Kecil

Sambil memikirkannya sambil dia mengantung ornamennya, dan sesekali melirik Rayfan yang berlawanan arah secara diam-diam.

Tampaknya dia melakukan hal ini dengan sangat serius, cukup serius sehingga tidak menyipitkan matanya. Tapi dia juga menunjukkan keseriusannya ini, bahwa betapa banyak perjuangan yang ada di dalam hatinya.

***

Rayfan dan Gisel secara bertahap menutupi pohon natal dengan berbagai ornament.

Dengan kerjasama mereka berdua, pohon natal ini dengan cepat selesai dihiasi.

"Iya, hampir selesai, sekarang mari kita lihat hasilnya.", ujar Rayfan sambil menggeser tangga di kedua sisi, dan menyalakan daya listriknya.

Berbagai ornamen kecil yang digantung di pohon natal hijau bersinar tampak sangat memesona dan indah.

Gisel berdiri di samping Rayfan dengan tangan merangkul dadanya, dia sedikit mengeryit setelah melihatnya, "Aku lihat sepertinya ada sesuatu yang kurang. Apa itu……"

Rayfan tersenyum ketika melihat penampilannya, "Pikirkanlah, apa yang menarik bagi anak-anak selama festival?"

"Uang tahun baru!" Gisel berseru.

Ini membuat seekor burung gagak terbang di atas kepala Rayfan……

"Mengambil uang tahun baru cocoknya untuk tahun baru. Apakah kamu bisa mendapatkan uang tahun baru di setiap festival?"

Memang, kalimat barusan keluar tanpa terpikirkan lewat otaknya.

"Tadi aku mengatakan sesuatu yang salah, adakah pria yang perhitungan seperti dirimu, apakah seperti seorang pria?"

Rayfan tanpa daya, "Sendiri yang salah apakah masih mau menyalahkan orang lain. Bagaimana bisa menjadi panutan bagi anak-anak jika kamu berbicara tanpa berpikir menggunakan otak terlebih dahulu."

"Baik, baik, kamu seorang pria yang benar-benar telah kecanduan mengajar orang. Jika kamu begitu menyukainya, pergilah ke sekolah dan menjadi seorang guru. Apa yang telah mereka kasih kamu makan akhir-akhir ini, dulunya sangat menghargai kata-kata sebagai emas, sekarang menjadi lebih konyol."

Gisel tidak tidak menunjukkan kelemahan, mengeluarkan semua keluhannya.

Kalimat terakhir datang, "Tidak ada kado natal dan hanya ada pohon natal, apanya yang disebut sebagai pohon natal. Aku rasa masih kekurangan satu kamu setelah menghitungnya."

"Sudah siap sejak awal, bisakah aku membiarkanmu menangkapnya dengan begitu mudah. Barusan kamu tidak peduli dan berbicara tentang banyak hal, jika kamu diizinkan untuk mengejarnya, maka tidak akan berbicara dari malam sampai fajar. Ayo pindahkan barang-barangnya bersamaku."

Rayfan masuk ke rumah lagi, Gisel mengikuti dengan ekpresi yang suram.

Belum lagi, rumah ini juga sangat besar. Pada saat ini hanya ada lebih dari 20 kotak besar dan kecil yang ditumpuk di satu sisi dinding.

"Apakah semua ini mau dipindahkan?" Gisel bertanya.

tengah malam baru dapat tidur.", ujar Rayfan mengambil sebuah kotak dan berjalan

rela, jangan pedulikan aku.", ujar Gisel

semua ini mau kapan kamu

bisa menyulap semua ini

tapi jangan berbicara dengan duri di mana-mana." Gisel tidak tahan

aku tidak merasa kesal sekarang. Tentu saja

masalah sebesar ini kamu masih bisa

wajah

melihat senyum di

bukan

bercanda denganmu, jangan menganggapnya serius. Aku tahu bahwa keluarga Bintara adalah keluarga yang

bawah pohon natal, lalu menegakkan tubuh,

bahwa produknya merupakan produk kelas atas yang tahan dengan

lalu melemparkan pemantik di sampingnya.

Jika apa

kukatakan barusan di ruang pengakuan tadi?",

mengikutinya, "Itu rahasiamu,

itu adalah sebagian bayangan tersisa yang telah lama

yang Tuhan berikan padamu?" Gisel barusan ingin mengatakan, sebenarnya aku tidak penasaran dan aku juga

sedikit tergerak. Aku benar-benar

di bagian belakang sofa, mengangkat kepalanya dan menutup matanya, kemudian dengan perlahan berkata, "Tuhan membuatku melepas semua beban psikologisku. Memperlakukan orang di sekitarku dengan baik, dan secara alami

Tapi aku benar-benar minta maaf, kalimat yang tadi merusak suasana hatimu. Kamu sudah cukup mengkhawatirkan hal itu beberapa

dia berhenti, berbalik dan berkata pada Rayfan, "Apakah

Rayfan mendengar anak-anak, matanya segera terbuka, juga sedikit

sekarang." Setelah Gisel selesai berbicara, dia sedikit tersenyum, "Mereka memiliki pendapat yang

dari wajah

banyak aura yang kamu kenakan di luar, ini jauh lebih rendah daripada

antara pohon natal dan kamar, dan segera

ada kekurangan

mengatur kembali suasana hatinya, bangun dan memindahkan hadiah dengan Gisel.

besok pagi?" Setelah Gisel meletakkan potongan terakhir di tempatnya,

dengan lembut menyeka keringat yang keluar dari dahi

benar-benar panas, apalagi setelah melakukan

jam lagi, sudah jam setengah satu

akan sibuk sampai seperti ini.

"Bersih-bersih dan bersiap untuk beristirahat.", ujar Rayfan pada Gisel.

Bersih-bersihlah……

panik, apa maksudnya ini? Bukankah itu karena orang ini belum menyerah pada ide

menjadi merah memikirkannya.

Bình Luận ()

0/255