Terkasih

Bab 805 Makna Dari Hari Natal

Bab 805 Makna Dari Hari Natal

"Pergi buka hadiahmu……" Dia juga merasa bosan di saat ini. Setelah berkata, dia turun dari kursi dan langsung pergi menuju ke pohon natal di sana.

Selanjutnya si Gigih. Dia juga penuh dengan berbagai macam penasaran terhadap masalah hadiah. Terutama kotak itu, apakah di dalamnya berisi boneka?

Bagi mereka, yang tampak sangat tenang dan diam adalah Steve. Dia terlihat tidak gegabah, dilihat saja sikapnya ini tidak cocok dengan umurnya.

"Ev, Gigih, kalian tunggu di sini ya. Jangan sentuh apapun." Pada saat ini, masih saja Rayfan yang banyak omong kosong.

Kemudian, melihat-lihat ke mangkuk kosong yang berada di depan Gisel dan Steve, "Kita pergi ke sana saja."

*

Pohon natal yang tinggi dan besar, dua orang dewasa dan tiga anak kecil memeluknya bersama.

"Anak-anakku, apakah kalian mengerti makda dari melewati Hari Natal?" Gisel duduk di sebelah Rayfan, wajahnya terukir sebuah senyuman.

Gigih menggeleng kepala. Dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa.

Berkata tentang Evan, dia memutar bola matanya ke arah langit-langit, kemudian menunjuk tangan, "Aku tahu!"

***

Gisel melihat tatapan mata Evan, tahu bahwa terlihat sebuah tatapan yang mencurigakan.

Meskipun tidak bisa menyangkalnya, dia dibesarkan di Amerika dan tentu saja tidak sedikit kalinya dia melewati Hari Natal. Tapi, mengenai ‘Acara Orang Barat’ ini, Gisel tidak memiliki niat untuk melewatinya pada saat itu.

Tentu saja, hanya ada satu alasannya, yaitu: Suasana hatinya di saat itu tidak begitu bagus. Setiap kali melihat Evan, dia bisa terpikir dengan anak yang satu lagi.

Meskipun tahu bahwa anak itu dibawa pergi oleh keluarga besar, tapi dirinya masih tetap khawatir apakah dia melewati hari-harinya dengan baik? Apakah dibuli oleh orang-orang?

Ini adalah sifat bawaan yang dimiliki oleh seorang ibu. Meskipun tergesa-gesa saat bertemu dengan anak itu, tapi pertemuan ini sudah membuat mereka berkomunikasi dengan begitu dekat.

Setiap kali melewati Hari Natal, itu artinya satu tahun sudah berlalu. Evan bertambah satu tahun dan anak itu juga bertambah satu tahun.

Melihat sikap Evan sama seperti melihat anak itu saat berada di sisinya. Inilah kembar, mereka sering menggantikan satu sama lain, terutama di saat kekurangan yang satu lagi.

Tapi, Evan tidak tahu akan masalah ini. Meskipun dirinya waktu itu masih tidak mengerti apa arti dari Hari Natal, tapi yang dia tahu adalah setiap kali hari ini tiba, suasana akan menjadi sangat meriah.

Kesan ini berlalu sampai setelah kembali ke negara sendiri dan melewati Imlek yang pertama, baru menyadari dan merasakan bahwa acara orang barat juga begini saja.

Evan yang menyukai kemeriahan, Imlek adalah festival yang paling

hanya itu, kedua festival ini memiliki karakteristiknya masing-masing.

keras, "Makna dari Hari

setiap kali anak ini berkata tidak ada yang serius. Dia diam-diam marah, "Jadi, apa makna

"Itu tidak perlu ditanyakan lagi. Tentu saja jawabannya adalah mendapat

membuat Rayfan yang di

anak kecil, jawaban ini bukanlah yang paling

dikalahkan oleh si bocah Evan ini. Lagipula, kegagalan

tapi bukan berarti ini baik untuknya. Kasih sayang yang benar adalah membiarkannya

masalah ini, Gisel benar-benar tidak memiliki tempat duduk, bahkan tidak bisa

ekspresi ibunya yang sedikit kaku, dia tidak tahu apa yang

Natal atau Festival Imlek, Gigih yang masih kecil

ini, mengarahkan pandangannya kepada Steve, "Sayangku,

Dia merasa meskipun Evan

ini juga sudah dikalahkan

uang adalah barang yang tidak boleh berkurang bagi seorang anak kecil.

mewakili arti terakhir dari festival-festival

tidak akan membiarkan orang dewasa merasa kecewa, terutama Gisel yang begitu

***

anak yang paling besar, dia memiliki tanggung jawab untuk memberi contoh yang

saling mengucapkan salam, berharap semuanya akan terus sehat dan bahagia untuk ke depannya. Dari sudut pandang besar, orang-orang

Bisa mengerti makna ini sangatlah tidak mudah bagi Steve yang

yang dikatakan Steve tidak salah, ini artinya dia benar-benar mengerti makna dari acara festival. Tapi, apa yang dikatakan Ev di satu sisi juga benar. Bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain, sama seperti, mendapatkan juga bisa membahagiakan orang lain. Ini tidak ada yang salah. Jadi, aku di sini tidak menilai siapa yang salah dan benar. Karena sekarang ini, kita

sibuk membuka

ini aku berikan padamu." Tangan Gigih sedang memeluk sebuah kotak hadiah yang masih

merasa sangat terharu untuk sesaat.

Gigih yang masih kecil tapi sudah bisa mengerti apa arti dari perkataan

Gisel mengambil kotak hadiahnya, di saat yang

untukmu." Evan juga mengambil sebuah kotak dan berjalan ke sisi Gisel pada saat ini.

tangan sambil mengelus-elus kepala kecilnya itu, "Kenapa, kamu tidak cepat pergi ambil hadiah, tapi malah

katakan tadi sudah membuatmu malu. Sebenarnya aku juga tahu berbagi dengan keluarga adalah yang paling penting. Tapi, aku malah kepikiran hal lain di saat itu. jadi, ibu, kamu jangan marah

aku cium juga, tapi lain kali kamu harus ingat, tidak peduli apa yang ada dipikiranmu mengenai ucapan dan tindakan, kamu jangan langsung mengeluarkannya. Kamu harus mengerti sendiri terlebih dulu baru melakukannya, mengerti? Jangan terlalu gegabah.

khawatir. Aku pasti akan memberi contoh yang bagus

aku tidak tahu benda di dalamnya cocok untukmu, tapi ini juga berarti aku

mulai terlihat berkilauan. Dia langsung memeluk ketiga anak itu

peduli siapapun yang ada di dalam hatinya, Gisel menyukai semuanya, "Terima kasih, anak-anakku. Kalian semua adalah

***

sebuah kotak hadiah yang tidak

Bình Luận ()

0/255