Terkasih

Bab 806 Menjadi Nyata

Bab 806 Menjadi Nyata

Tiga anak kecil mengambil hadiahnya sendiri dan berlari masuk ke dalam kamar, yang diikuti oleh Rayfan dan Gisel.

"Paman Mo"

"Ayah angkat!"

"Selamat Hari Natal!"

Masalah Bintara Grup membuat Delson Mo sedikit khawatir akan Rayfan dan Gisel. Takut hari-hari mereka selamanya tidak bahagia karena masalah ini.

Tapi, melihat mereka hari ini membuat kekhawatirannya menghilang.

"Kalian berdua cepat masuk. Kamu tahu, aku dan ibumu sedang membahas kalian, loh. Hehe…"

Berjumpa dengan putranya sendiri, cucunya dan Gisel sudah membuat Raissa Yu senang sekali. Dia sendiri tidak tahu sudah menantikan hari ini selama puluhan tahun.

***

Semuanya duduk. Setelah tiga anak memberi hadiahnya masing-masing, mereka berlari ke kamar lain untuk bermain.

Memberi kesepatan kepada empat orang dewasa untuk berbincang-bincang.

"Fan, Sel, terima kasih kalian sudah datang untuk melihat kami." Hati Raissa Yu merasa sedikit bersemangat pada saat ini.

"Bibi Raissa, apa yang kamu katakan? Apakah kami yang sebagai anak muda tidak boleh datang kemari melihat kalian? Biasanya sedikit sibuk, jadi tidak punya kesempatan untuk datang. Kalau tidak datang di hari liburan ini juga keterlaluan."

Gisel tahu bahwa Rayfan tidak bisa berkata ucapan yang sopan, jadi dia sendiri yang memberanikan dirinya untuk berbicara.

"Kami tahu akhir-akhir ini kalian sedang menghadapi maslaah, kami juga sangat khawatir akan kalian.", ujar Delson Mo sambil menghembuskan nafas, "Tidak disangka hasil jerih payah Tuan Bintara berubah menjadi seperti ini setelah kepergiannya."

"Si tua Mo, kamu lihat dirimu ini. Sekarang sedang liburan, kenapa kamu malah membahas masalah yang tidak menyenangkan ini?", omel Raissa Yu.

Rayfan tersenyum, "Bu, tidak masalah. Aku akan memikirkan caranya untuk membereskan masalah ini dengan baik. Aku lihat, hari ini kalian juga tidak punya acara, bagaimana kalau aku bawa kalian dua pergi ke tempatku sana untuk nginap beberapa hari?"

Ucapannya ini, benar-benar membuat Raissa Yu tidak dapat menahan air matanya.

Dia tidak pernah berharap Rayfan memaafkan apa yang telah dia lakukan, tapi tak disangka ternyata di sudah memaafkannya. Seperti sekarng ini, bisa bertemu dengannya dan berbincang-bincang beberapa kata juga sudah membuat hatinya merasa puas.

sendiri yang sendirinya mengajak

sendiri adalah seorang ibu. Raissa Yu sendiri yang sangat mengerti bagaimana sifat Rayfan. Bisa membuatnya berbicara beberapa patah kata ini saja benar-benar sudah di

mengalami perubahan sedikit demi sedikit, tidak seperti dulu yang sangat

Mo melihat Rayfan dan mengangguk, "Putraku yang baik, apakah kamu tahu? Ibumu sudah menunggu kalimat ini selama bertahun-tahun. Dia selalu memiliki perasaan bersalah terhadapmu di dalam hatinya. Sekarang melihat kalian ibu dan putra sudah berbaikan, aku juga merasa lebih tenang dan mewakili kalian merasa bahagia. Lain kali harus banyak-banyak mengajarinya

saja. Kamu sudah menemani ibuku bertahun-tahun juga telah menyulitkanmu.

Mo menjatuhkan sebuah pukulan ke pundak Rayfan, "Baik! Aku tunggu, hehe."

tertawa di sebelah, "Memang kalau pria-pria bertemu

hari setelah Rayfan membawa Raissa Yu dan Delson Mo kembali

di Keluarga

Rayfan memutuskan untuk menyuruh mereka berkumpul ke sini, melewati Hari Natal bersama dengan meriah.

wajib datang kemari setelah selesai

dia masih sengaja memerintah Rendra Yun untuk membawa ibunya

dia yang begitu luas, Raissa Yu benar-benar

***

di kediaman Bintara Grup dan berdiri di depan pintu

Bintara yang sedang menjadi topik berita teratas di Kota A, tapi juga tidak harus melindungi pintu rumah selama 24 jam dan hanya takut tidak tahu kapan akan

sebuah bayangan orang dan apakah ada yang tahu

dikhawatirkan. Selama kamu berusaha dengan jerih payahmu sendiri untuk mendapatkan penilaian yang tinggi semacam ini juga tidak akan membuat orang

Randy, "Semalam aku tidak pulang. Bagaimana keadaan rumah?"

dan keluarganya serta Ray terus merasa khawatir akan masalah Bintara Grup. Karena hari

juga hancur karena masalah

sedang duduk di ruang tamu, "Keadaannya masih bagus, tapi kami masih tidak memiliki perkembangan apapun

lain. Hari ini adalah Hari Natal, mereka juga tidak akan lanjut kesusahan akan hal ini. Jika ada ide yang bagus, mereka juga tidak akan tergesa-gesa. Aku perkirakan tidak ada reporter di

dan dengan cepat menulisnya, "Baik, aku akan pergi tanya mereka dulu."

bertemu lagi untuk ke depannya." Setelah Rayfan berkata, dia langsung mengakhiri panggilan telepon

dan memberikan sebuah apel yang baru dicuci kepada dia, "Kenapa begitu galak sama

itu dan

itu benar-benar kriuk

Aku sangat tahu dengan jelas bagaimana sifat mereka. Jika tidka berkata begini, mereka pasti akan mencari seribu satu alasan untuk tidak datang kemari. Lebih bersedia

mengunyah apel itu dengan hati-hati

terlihat lebih tenang, "Aku tidak seperti kamu yang begitu keras. Ani, Casandra dan yang lain sudah bersiap untuk datang kemari

berkata, dia menunduk melihat jam, "Aku mau bersiap-siap dulu. Sudah menyuruh mereka datang kemari tidak boleh membuat mereka menjadi tamu dan melakukan sesuatu

sudah menganggap ini sebagai

ruang tamu, dia melihat tiga anak kecil sedang mengelilingi

Bình Luận ()

0/255