Terkasih

Bab 808 Menambah Kekacauan

Bab 808 Menambah Kekacauan

Dua orang yang penting bagi Lishen Li tidak berada di sisinya. Menurut dirinya yang sudah berumur tua begini.

Apakah ini adalah penyesalan terbesar di dalam hidupnya?

Di mata Ariel Tang, dia juga merasa sedih demi dia. Dia merasa pada saat ini, bukankah seharusnya dia melakukan suatu hal demi gurunya?

Dia berdiri dari sofa, "Guru, aku pergi urus masalah dulu."

Dia langsung pergi tanpa menunggu Lishen Li berkata apapun.

Suasana di jalanan tidak meredakan depresinya, melainkan semakin bertambah tanpa alasan apapun.

Orang yang lajang tidak cocok dengan suasana seperti ini.

Dia selalu memiliki suatu hal yang tidak dimengertinya selama perjalanan.

Yaitu berdasarkan apa si Rayfan bisa memiliki anak sedangkan dirinya tidak bisa memiliki apa-apa.

Dia sangat ingin melakukan suatu hal untuk membalaskan dendamnya kepada Rayfan.

Mengambil alih Bintara Grup sudah dilakukannya, tapi hal ini terus tidak bisa membuat hatinya merasa tenang.

Apa yang masih bisa dilakukannya agar bisa lanjut membalaskan dendamnya?

Wanita? Anak?

Ini semua sudah di—bantah.

Kenapa… Kenapa wanitanya adalah Gisel?!

Di tengah ketidaksadarannya, dia sudah menyetir mobil sampai ke depan pintu ‘Bieyuan’.

Di sini adalah tempat dia dan anaknya tinggal.

Ariel Tang masih tidak lupa, dirinya datang kemari adalah demi keinginan gurunya.

Jadi, dia memberhentikan mobilnya dan mengeluarkan ponsel menghubungi Gisel.

*

Makanan yang beraroma lezat dihidangkan dengan penuh di atas meja.

"Ehem. Sudah waktunya makan……" Tidak tahu sejak kapan, di atas kepala Evan dipakaikan sebuah topi koki.

Tapi, begitu dilihat saja sudah tahu bahwa itu terbuat dari kertas.

Tetapi, dengan celemek yang dipakaikan di pinggang serta sendok sup yang bergagang panjang itu membuatnya benar-benar terlihat seperti koki kecil.

langsung berhenti bicara dan berjalan

masak?", tanya Raissa Yu tersenyum kepada

ada satu porsi makanan yang aku masak. Coba kalian tebak yang

tebak dengan benar?" Saat

alisnya dan berpikir-pikir, "Tentu saja ada. Aku akan memberimu tanda tanganku saat

menggoyang-goyangkan mulutnya, "Kalau mau mengatakan tanda tangan, tanda tangan aku dan paman ketigamu benar-benar banyak orang yang

sebuah ekspresi

masih bercanda seperti ini. Apakah kamu tidak bisa membuatnya lebih senang sedikit? Kenapa harus

atau dua tahun, tidak akan ada yang mengenalimu lagi, tapi aku akan terus menjadi artis baru yang terkenal. Masih ada hari yang panjang bagiku untuk

paman ketiga lihat-lihat…… apakah kamu masih rakus? Jika ingin bekerja di dalam hiburan, tidak boleh ada tubuh yang gemuk loh. Tapi, berdasarkan perkataanmu tadi, tidak heran jika kamu adalah orang

Evan. Dia juga langsung

***

turunkan aku, aku tidak mau berubah jadi menyukai sesama jenis!" Akhirnya Evan menggunakan tenaganya untuk bebas dari Ray dan langsung menjauhinya sekitrar dua

dia menggunakan lengan baju menghapus ke area pipi yang baru dicium tadi.

itu ekspresi wajah Ray langsung terlihat sinis. Dia tidak pernah kepikiran hal ini bisa terjadi.

sesama jenis…… Awas kamu ya bocah, aku sama sekali tidak terlihat seperti itu! Jangan kira karena kamu masih kecil dan aku tidak berani berbuat apa-apa kepadamu, aku juga bisa memfitnahmu meskipun ayahmu menghalangiku.", ujar Ray sambil berpura-pura ingin menangkapnya.

"Untung kamu sudah bertahun-tahun di dunia hiburan. Apakah kamu tidak tahu bahwa masih ada pria lain yang lebih enak dipandang? Masih ada si siapanya siapa dan keluarganya siapa yang

ada. Terutama dengan orang-orang itu

langsung berkata, "Si siapa yang kamu bilang itu, ternyata dia bisa…… Aku pernah syuting bersama dengannya. Dipikir lagi sekarang sepertinya sedikit mirip. Tapi saat itu aku tidak kepikiran sampai sana, bahkan berpikir jika

yang berwajah sinis berubah menjadi si

ke luar, Casandra merasa dirinya terlalu terus terang, jadi dia diam-diam

tubuh dan ketampanan, tidak ada yang

yang jujur, tapi terlalu kolot. Dia takut begitu Casandra berkata beigni, bisa membuat hatinya sakit. Kenapa harus melakukan hal

sih…… Ani, jika kamu mengatakan begini aku merasa tidak bisa menerimanya loh."

lagi. Masih belum tahu apakah Henry sudah sedikit lebih lega atau tidak,

Sekarang ekspresi wajah yang terlihat

lagi. Kamu

melainkan ibunya Rendra Yun. Dia melihat putranya sendiri, wajahnya tampak sedikit marah, "Cepat minta maaf kepada

Rendra Yun seakan-akan dipukul oleh pejabat tinggi dan

sudah tidak mau putra kandungnya sendiri, malah mendukung kamu. Takdirku ini…… Padahal bisa tumbuh meskipun tidak begitu

Rendra Yun, Ani

menepuk pundak Rendra Yun serta berkata dengan singkat dan

membawa mereka menuju ke ruang makan.

sikap yang jujur dan lemah lembut, dia berjalan sampai ke sebelah Henry, menggunakan lengannya dan menyentuh

***

melihat Casandra.

berubah menjadi seorang

yang penuh pemikiran di dalam hatinya. Akan tetapi, eksrepsinya yang tadi muncul karena perkataan tersebut ke

peduli bagaimana pun, setidaknya masih memiliki

terakhir kali itu membuatnya

keluarga, siapa juga tidak

peringatan apapun, dia langsung mencium pipi Casandra. Karena terlalu cepat, bahkan

aku hanya bisa berkata, anak kecil itu benar-benar tidak seberuntungnya aku." Selesai berkata, dia menggandeng tangan

Casandra seperti pantat monyet? Apakah kamu sakit?" Perkataan Gigih ini membuat pandangan orang-orang terjatuh

Casandra seperti wanita muda yang sedang malu. Begitu melihatnya, sudah pasti tahu bahwa Henry berkata sesuatu kepadanya.

Bình Luận ()

0/255