Terkasih

Bab 810 Persiapan Musuh

Bab 810 Persiapan Musuh

Selesai berkata, Gisel menyingkirkan Ariel Tang dengan tubuhnya dan berjalan ke luar villa.

Dia sama sekali tidak ingin menetap lebih lama di sini, masuk ke dalam mobil dan dengan cepat meninggalkan.

Rayfan yang terus bersembunyi di tempat gelap sana saat melihat Gisel menyetir pergi, dia baru merasa lega.

Tidak disangka, Lishen Li bisa tinggal di sini.

Awalnya dia ingin menyalakan mobil dan pergi, tapi terlintas sebuah pemikiran di dalam benaknya untuk menyuruh dia tidak menyalakan mobil.

Mendengar suara ketuk pintu, Lishen Li yang sedikit kecewa dan sedang duduk di ruang tamu langsung terlihat sedikit bersemangat, "Cepat pergi buka pintu, mungkin Gisel yang kemari lagi."

Saat Ariel Tang membuka pintu, hanya terlihat Rayfan yang sedang berdiri di depan pintu, bukan Gisel.

Ini membuatnya merasa sedikit terkejut.

"Kenapa kamu bisa di sini?"

Rayfan melihatnya dan tersenyum dingin, "Kenapa? Memperbolehkanmu pergi mencari Gisel dan tidak memperbolehkan aku datang mencarimu? Kenapa? Tidak berani membiarkanku masuk?"

"Bercanda apaan, memangnya aku tidak berani? Hanya saja, aku takut kamu tidak berani masuk saja.", ujar Ariel Tang, membuat sebuah jalan kepadanya.

Rayfan melangkah masuk.

"Tenang saja, aku sendirian." Saat dia masuk, langsung merasa Ariel Tang mengikutinya masuk, memalingkan kepalanya untuk menatap.

"Tidak disangka, ketuamu masih saja orang yang merindukan hal lama." Rayfan berjalan masuk, tidak sengaja melihat foto yang digantung di dinding.

Pada saat ini, terdengar suara orang tua dari ruang tamu, "Benar. Jika tidak merindukan hal lama, kenapa bisa memiliki kemampuan yang besar untuk menghabiskan waktu bersama denganmu di sini?"

Lishen Li duduk di ruang tamu, dia mendengar dengan sangat jelas mengenai percakapan Ariel Tang dan Rayfan.

Dia tidak merasakan perasaan terkejut mengenai Rayfan yang datang kemari.

Sampai Rayfan masuk ke dalam ruang tamu dan bertatap muka dengannya.

"Memang orang dari Keluarga Bintara benar-benar memiliki keberanian untuk datang ke tempatku sendirian. Duduklah." Lishen Li duduk di sofanya sendiri sambil melihat Rayfan.

Rayfan juga tidak sungkan. Dia mengambil sebuah kursi dan duduk di hadapan Lishen Li, sedangkan Ariel Tang yang mengikutinya itu malah berdiri di depan pintu ruang tamu.

Rayfan menoleh kepala menatapnya, tersenyum dingin kemudian melihat sekilas keranjang berisi buah di atas meja yang tersusun beberapa peralatan teh.

Tanpa peringatan apapun, dia mengeluarkan segenggam pisau lipat dari kantungnya. Menekan tombol hingga mengeluarkan suara ‘KLIK’ dan cahaya yang terpancar ke pisau itu terpantul ke luar.

mengelus pinggangnya sendiri. Di sana terdapat sebuah belati prajurit yang sering dibawanya.

***

peduli itu adalah Ariel Tang ataupun Lishen Li yang melihatnya merasa sedikit tidak

ke arah Ariel Tang dan melengkungkan sedikit sudut mulutnya. Dia tidak mengeluarkan suara apapun, melainkan mengulurkan tangan dan mengambil sebuah apel dari keranjang buah itu.

lagi terlihat sangat membosankan, mengupas

peduli bagaimanapun juga kamu adalah orang tua. Keranjang buah yang begitu cantik, buah pertama seharusnya adalah milikmu, apalagi kamu

sini? Jangan kira sudah mengupas sebuah apel untukku dan mengucap satu kalimat yang

dia benar-benar tidak sungkan, mengambil

mengupas lagi apel kedua, tapi

waktu itu sudah bukan pertama kalinya kalian katakan, kehilangan Gisel dan ibuku tidak ada hubungannya sama sekali. Lagipula, jika kita lihat dari sudut pandang menganggap hal yang tidak mungkin

anak tidak ada yang baik. Yang satu membuang putriku, satunya lagi mengambil keuntungan putriku untuk melahirkan anakmu. Meskipun Gisel tidak memedulikan itu, tapi sebagai ayahnya, aku akan mengejarmu habis-habisan. Aku tidak akan mengembalikan Bintara Grup kepadamu. Mengenai utangmu itu, aku masih ingin kamu membayarnya!" Semakin berkata, Lishen Li merasa semakin emosi. Dia benar-benar sangat membenci pria di hadapannya ini hingga ingin menusuknya beribu-ribu kali baru bisa meredakan kebenciannya.

tampak memerah. Dia mengeluarkan belati prajurit

dia bisa langsung dengan cepat mengarah

yang sudah dia ingin

Li sekarang

seluruh ruangan sudah memanas. Lishen Li yang marah dan

Dia terus duduk

kemarahan di dalam

mengatakan bahwa kalian tidak berani menerima kebenaran yang kami katakan? Karena kalau dengan begini, benar-benar meruntuhkan segala ‘usaha keras’ yang telah kalian lakukan selama ini. Benar, terkadang memberitahu kebenaran bisa membuat seseorang semakin menderita, tapi ini adalah kebenaran. Tidak peduli kamu percaya atau tidak, dia ada di sini. Mengenai masalah Gisel, aku bisa mengakuinya bahwa aku telah melukainya saat itu. Untuk masalah ini, aku bersedia melakukan segala kompensasi demi

***

tangannya, "Karena kamu berkata begitu, segala hal akan lebih mudah untuk dilaksanakan. Hari ini kamu

menoleh dan melihat Ariel Tang.

dan melihatnya sambil tersenyum dingin, "Semuanya adalah orang yang bijak, apakah masih perlu berpura-pura? Maksudku, meninggalkan nyawamu di

ini ke luar, Lishen Li merasa sedikit terkejut, "Ariel, apa

memiliki dendam terhadapnya, begitu juga denganku. Hanya perlu menghabisinya, itu baru benar-benar melampiaskan seluruh kebencian ini! Tentu saja, kamu jangan khawatir, meskipun aku mengeluarkan ide ini, aku tidak

saat ini, terpancar hawa membunuh dari tubuh Ariel Tang.

"Aku selalu berpikir bagaimana caranya menghabisimu. Tidak kusangka, hari

panik dan berdiri dari tempat duduknya, "Kelihatannya, kita harus bersandar pada pengakhiran ini. Tapi, aku curiga apakah kamu memiliki kemampuan untuk

"TING TONG…"

waktu yang menegangkan, pintu

mengerutkan alis dan

paling membenci ada orang yang

Tidak peduli apakah guru menentang

sini juga adalah

sangat tepat baginya, semua

dalam bertarung, dia juga

pada saat ini ada orang yang mengetuk

ada orang yang berlalu lalang di sini, bahkan mengetuk pintu

"TING TONG…"

Bình Luận ()

0/255