Terkasih

Bab 812 Berhutang

Bab 812 Berhutang

Sekarang, tidak ada apa-apa yang perlu disembunyikan dari Delson Mo, "Benar. Suasana hatiku sama dengan mereka. Apa kamu tahu apa yang Gisel dan aku lakukan ketika tadi kita ke luar?"

Delson Mo menggeleng kepala. Dia mengerut kening sambil menatap Rayfan, tidak mengerti apa maksud dari kata-katanya.

"Kami pergi mengunjungi Lishen Li."

Ini benar-benar di luar sangka Delson Mo.

"Apa kamu ingat panggilan telepon yang diterima Gisel sebelum makan? Itu adalah dari Ariel Tang. Karena Lishen Li ingin menemui Gisel, jadi menyuruhnya mendengar telepon. Sedangkan aku diam-diam mengikutinya." Rayfan melanjutkan dengan sederhana kejadian yang terjadi selanjutnya kepada Delson Mo.

"Lishen Li benar-benar semakin tua semakin keras kepala. Dia tidak memercayai kata-kata siapa pun. Tampaknya akan sangat sulit bagimu untuk mengambil Bintara Group kembali."

Rayfan menuangkan teh ke cangkirnya sebelum dia menyesapnya, "Iya. Aku ingin mengambil Bintara Group kembali dengan adil dan jujur. Tidak ingin menggunakan trik seperti dia. Tapi, sekarang aku berada di situasi yang dilema."

Pada saat ini, Delson Mo mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya dan menyerahkannya kepada Rayfan.

"Apa ini?" Rayfan memegang benda itu di tangannya, matanya penuh dengan kecurigaan.

"Kamu akan tahu setelah membukanya. Ambillah jika itu berguna untukmu."

Ketika Rayfan membukanya, dia menemukan sebuah kunci. Ini membuatnya semakin curiga. Ini tampaknya bukan seperti barang yang berguna bagi dia.

"Ini......"

"Ini adalah kunci brankas Bank XX. Aku memasukkan sesuatu di dalam."

Tangan Rayfan memegang kunci itu, meskipun dia tidak tahu isi dalam brankas. Namun, dia bisa merasakan beratnya.

Delson Mo menatapnya, "Sekarang aku ingin menanyakan sesuatu. Jika suatu hari Bintara Group kembali milikmu, apa yang akan kamu rencanakan selanjutnya?"

Rayfan menatapnya sambil tersenyum pahit, "Aku belum memikirkan ini. Lagi pula, masih belum pasti aku bisa mendapatkannya kembali, jadi tidak perlu membicarakan urusan masa depan."

"Ada apa? Apa Rayfan yang pernah aku kenal, yang berani membayangkan dan bertindak sudah menghilang di serangan kali ini? Jika begini, aku benar-benar kecewa." Pada saat ini, pandangan mata Delson Mo yang sedang tertuju padanya terdapat kekecewaan.

"Paman Mo, kamu salah. Aku masih sama dengan diriku yang sebelumnya. Hanya setelah aku mengalami banyak hal, aku merasa aku harus tahu apa yang aku paling perlukan. Dulu, aku menaruh semua energi di Bintara Group, itu hanya untuk membuktikan kemampuanku kepada ayah, dan tentu saja juga terlibat untuk membalas dendam. Tapi, sekarang aku merasa hal-hal dulu yang kulakukan bukanlah keinginanku. Kehidupan itu tidak cocok denganku sama sekali. Jika membiarkan aku memegang Bintara Group lagi, aku memutuskan untuk orang lain yang mengurusnya."

Delson Mo menatapnya, "Apa kamu sama sekali tidak mau kembali ke kehidupan berkuasa? Kamu berpikir kembali baik-baik dua kehidupan ketika kamu menjadi Presiden Bintara Group dan tanpa kesibukan. Aku merasa kamu adalah seorang yang memiliki cita-cita, apa kamu termasuk orang yang membosankan?"

"Bagaimana aku mau menjelaskan? Aku begini karena aku berhutang banyak kepada anak-anakku. Aku tidak berada di sisi mereka ketika mereka dalam masa pertumbuhan. Aku bahkan sedikit memerhatikan Steve. Sedangkan mengenai dua lagi, aku bahkan tidak seperti ayah mereka. Jadi, aku berpikir aku seharusnya meluangkan waktu untuk melihat mereka tumbuh. Tentu saja aku juga berhutang kepada satu orang lagi, lalu aku merasa aku seumur hidup tidak akan bisa membayar hutangnya."

Rayfan berkata sambil tangannya meraih saku jasnya untuk mengambil sesuatu, tapi dia tidak menemukannya setelah meraba untuk beberapa waktu.

saat ini, Delson Mo menyerahkan sebungkus rokok

melihatnya, tapi tidak mengambilnya, "Tidak perlu.

Mo menyimpan kembali rokoknya. "Kamu lakukan itu untuk Gisel, anak angkatku. Aku dari awal sudah dapat melihat isi hatimu ada

Dialah yang telah membantu menemukan diriku yang hilang.

kamu

kata-kata Rayfan,

Delson Mo terkejut melihat anak angkatnya berdiri

karena dirinya sedang mengobrol dengan Rayfan, jadi

kata Gisel lalu berjalan ke depan Rayfan. "Tidak ada hubungan hutang berhutang di antara kita. Bukankah kita sudah membahas ini sejak awal? Group Bintara adalah bisnis Keluarga Bintara, tapi siapa yang mampu mengambil tanggung jawab itu jika kamu sebagai tulang punggung Keluarga Bintara

Gisel yang berdiri di depannya. Dia yang

bisa selalu mengandalkanku untuk menyelesaikan semuanya. Aku juga hanyalah seorang manusia, bukan terbuat dari besi dan

untuk menggenggam tangan Gisel. Matanya penuh dengan kelembutan, "Jika kamu bersedia untuk menghadapi masa

Ini terlalu tiba-tiba. Benak

belum mempersiapkan hatinya sendiri,

merasakan perasaannya terhadap dirinya sendiri, tapi masih ada beberapa

hilang pada waktu dia tidak berhati-hati. Tapi, dia tidak berani mengaku

jahat yang dilakukan oleh orang yang pernah menyakitimu?

tidak dapat menerima. Setidaknya luka di hatinya belum menguburkan

seperti terbakar. Biarkan

tidak akan ada perbedaan dan kontradiksi di antara mereka, tapi setelah beberapa

melepaskan tangannya yang digenggam Rayfan, "Terlalu banyak masalah di antara kita. Aku sama sekali tidak bisa menerima janjimu, maaf." Setelah itu, dia buru-buru meninggalkan ruang tamu dan naik

yang meninggalkannya, dan

balasan dia ketika dia dulu sangat

tapi masih dapat meninggalkan bekas

membuatnya untuk melihat diri sendiri

yang terjadi dengan kalian dulu, jadi dia sekarang sedikit tidak berani untuk menerimanya. Dia

menghela napas pelan-pelan, "Gisel sama dengan ibunya. Ibu dan anak ini benar-benar memiliki terlalu

tinggal Rayfan seorang

Gisel terus terngiang di

lalu membaikkan badan dan kembali ke kamar

sama sekali tidak ingin tidur. Dia membuka pintu dan berjalan ke balkon. Suhu saat ini lebih dingin daripada di pagi

suhu seperti ini membuatnya

Gisel masih belum

Gigih tinggal di kamar yang sama dan untungnya tempat tidurnya cukup besar. Dia tidak bisa menyangkal bahwa

katakan, dia tidak berani percaya bahwa

pagi hari pertama setelah Hari Natal, Gisel

lantai bawah, tanpa diduga Rayfan sudah duduk di ruang

Bình Luận ()

0/255