Terkasih

Bab 815 Sangat Tidak Masuk Akal

Bab 815 Sangat Tidak Masuk Akal

Gisel mengangguk, "Biarkan aku mencobanya. Aku akan mencoba membujuknya untuk menyerah. Jika dia menolak, menurutku juga ada cara untuk membuatnya mengakui kesalahannya."

Ketika Lohan Luo melihat bahwa dia setuju, dia tersenyum lagi.

Tetapi senyum ini muncul setelah wajahnya yang serius, sebelumnya membuat orang merasa sedikit dingin.

"Karena kamu setuju, maka aku tidak akan tinggal di sini lebih lama lagi. Ngomong-ngomong, jika kamu punya cara, cari tahu juga mengenai identitas dan detail dari orang yang ada di belakang Ariel Tang."

Lohan Luo berdiri dan berjalan keluar setelah selesai berbicara.

Gisel juga mengikutinya dan keduanya kembali ke lantai pertama.

"Kenapa kalian selesai berbicara dengan begitu cepat? Tanya Ani dengan wajah yang masih tersenyum.

Lohan Luo seperti orang yang baik-baik saja, "Ani, aku benar-benar minta maaf menganggu pekerjaanmu. Pembicaraan antara aku dan Sel sudah selesai. Aku masih memiliki hal lain yang harus dilakukan, jadi aku akan pergi dulu."

Sambil berbicara, dia berjalan ke pintu dengan cepat.

Ani juga sangat pintar. Setelah melihat Lohan Luo dan kemudian melihat Gisel, dia tahu bahwa apa yang mereka bicarakan itu bukanlah hal biasa.

Dia juga tidak menahan Lohan Luo, hanya memperhatikannya pergi begitu saja.

Kemudian dia menarik tangan Gisel dan duduk di dekatnya, "Apakah kamu baik-baik saja?"

"Ya. Ani, aku harus pergi sekarang. Jika aku tidak kembali sore ini, tolong beritahu Rayfan untuk menjemput anak-anak."

"Jika kamu ada urusan, serahkan saja hal itu padaku. Tapi, kamu harus berhati-hati dalam segala hal." Ani mengatakan beberapa kalimat kepadanya.

Gisel bergegas keluar dari restoran Ani dan kembali ke mobilnya lagi, membuka pintu dan duduk.

Setelah menyala, dengan cepat dia telah berada di jalan raya. Dan menyetir ke arah Bintara Grup.

Dia tahu bahwa Ariel Tang pasti ada di sana saat ini.

*

Ariel Tang ada di kantor, dan di bawah kakinya ada lapangan golf mini.

Setelah menghitung jarak dan kekuatan, dia mengambil tongkat dari tas dan kembali ke tempat bola putih itu berada.

Melihat tujuan……

Saat dia hendak mengayun, pintu kantor tiba-tiba terbuka.

Ini sedikit mengejutkannya dan tentu saja bolanya juga terpukul.

kening dan

ketika dia akan berbicara, Gisel muncul di

senyum di wajahnya, "Sel, apa yang membawamu ke sini? Mengapa kamu tidak memberitahu aku jika akan datang. Lihat di sini, aku baru pindah dan sedikit berantakan. Aku sudah berpikir, aku akan meminta orang untuk merapikan ruangan ini

dan menutup pintu kantor, lalu berjalan ke depan Ariel Tang beberapa langkah, "Aku datang ke sini, tidak tertarik pada bagaimana kamu berencana untuk mendekorasi tempat ini.

karena ada sesuatu. Kalau begitu jangan berdiri, silahkan duduk."

di sofa

di seberangnya.

meskipun berbicara tentang suatu hal, juga harus ada rasa santai dan nyaman kan. Katakan,

pasti akan benar-benar tertipu oleh

***

perlu berputar-putar, ia langsung bertanya, "Apakah kamu

mengangkat alisnya dan menuang secangkir teh untuk dirinya sendiri, "Sel, apakah kamu terlalu banyak menonton film Hong Kong baru-baru ini. Aku sungguh tidak tahu

sepertinya masalah ini benar-benar tidak ada

sekarang sepertinya kamu hanyalah seseorang yang munafik. Bahkan hal-hal yang telah kamu lakukan tidak berani mengakuinya. Aku telah memberimu kesempatan, tetapi kamu tidak memanfaatkannya dengan baik. Karena begitu, kalau

berbalik

‘Tidak ada masalah’ di wajahnya sedikit mengernyitkan

Lendro. Dia sendiri yang menyelesaikannya. Hanya saja Gisel menanyakan hal itu padanya saat ini,

bisa dibilang dia mendapat banyak hal. Menurutku kamu seharusnya merasa beruntung, kemudian menemaninya melalui masa percobaan ini.

Ariel Tang, dia tidak bisa

dirinya

aku tau Rayfan, semua harus merasa bahagia atas situasi saat

pada saat itu tidak ada dalam kendaliku sama sekali. Jika

tidak ada hubungannya denganmu. Tetapi aku katakan padamu, jika kamu tidak memindahkan Ketua Guo ke sini saat itu, juga tidak akan terjadi masalah seperti ini. kamu adalah penyebabnya, tetapi semua hasilnya malah mengharuskan kami untuk

Awalnya dia ingin mengatakan beberapa kata, tetapi sekarang sepertinya dia mungkin akan kesal padanya sebelum

kantor dengan marah dan menutup pintu dengan

yang sepi, tiba-tiba terdengar suara ‘Peng’ yang

acuh tak acuh,

dengan pelan dan kembali ke mejanya untuk

hanya bertahan beberapa menit, kemudian dia

ke sini hari ini dan bertanya mengenai masalah Lendro.

***

dia lakukan adalah menelepon Lohan Luo dengan cepat

Luo juga tidak menyangka bahwa dia akan berpura-pura tidak ada

mencoba yang terbaik. Ini bukan pertama kalinya aku melihat lawan yang licik seperti dia. Karena dia tidak mengaku, maka kita tidak perlu membuang

segalanya di dalam hatinya, tetapi masih

Li, bagaimanapun

belum tahu, beri aku

aku harap jangan menunggu terlalu lama. Kamu tahu menemui Ariel Tang kali ini sama seperti membuat mereka waspada. Semakin lama menunda, semakin mudah bagi mereka untuk menghancurkan beberapa

"Aku akan berusaha."

pada saat itu kami

tentang keberadaannya, saling beritahu pihak lain. Agar tidak membuang waktu dan sumber daya." Gisel menutup

kepalanya di setir saat

Bình Luận ()

0/255