Terkasih

Bab 817 Sering-sering Pulang Ke Rumah

Bab 817 Sering-sering Pulang Ke Rumah

Lohan Luo mengangguk: "kalau begitu aku tahu apa yang harus ku lakukan selanjutnya. Benar-benar telah menyulitkan mu Gisel, Informasi ini sangat berharga bagi kami. Karena ini adalah kasus Ariel Tang, ku rasa kau tidak perlu lagi terlibat dalam penyelidikan orang di belakangnya. Hari ini kau seharusnya sudah membangkitkan kewaspadaannya, jadi akan lebih sulit lagi untuk mendapatkan informasi lain dari mulutnya. Aku tidak ingin mempersulit dirimu lagi. "

Gisel menggelengkan kepalanya, "Tidak masalah, bahkan jika Ariel Tang bersikeras untuk tidak mengatakan apapun, ku rasa itu hanya caranya untuk menghadapi kalian. Lohan Luo, aku seharusnya meminta maaf pada mu di sini."

"Minta maaf? Aku tidak mengerti maksudmu."

Ia memutar cangkir yang diletakkan di atas meja: "Aku menyembunyikan sesuatu darimu sebelumnya. Sebenarnya aku tahu siapa orang yang berada di belakang Ariel Tang."

"Kau tahu?" Ini benar-benar membuatnya terkejut.

"Pria yang berada di belakangnya bernama Lishen Li, alasan kenapa aku menyembunyikannya sebelumnya adalah karena dia adalah ayah kandungku."

"Ayah kandung! Lishen Li ..." tampaknya Lohan Luo benar-benar harus lebih berhati-hati lagi.

Berbicara tentang Lishen Li, ia dengan cepat berpikir bahwa memang ada orang tersebut di kalangan politik atas. Dia selalu berhati-hati dan diam-diam dalam melakukan apapun, dan juga jarang muncul di berbagai tempat umum.

Namun biarpun begitu, dia memiliki reputasi yang tinggi. Dia dianggap sebagai orang yang sukses di masa depan.

Tak disangka dia adalah ayah kandung Gisel, dan juga orang yang berada di belakang Ariel Tang ... Tampaknya agak sulit untuk menghubungkannya.

"Gisel, aku tahu kau tidak akan bohong, tapi kejadian ini memang tak terduga."

Gisel tersenyum pahit: "Meskipun aku bisa merasakan bahwa dia bukan sebatas orang biasa, bagaimanapun juga harus berstatus tinggi baru bisa membuat Ketua Guo tunduk padanya. Selain itu, dia adalah ayah ku, Jadi aku ... awalnya ku pikir masalah ini akan selesai di Ketua Guo. Tapi tidak disangka mereka akan semakin keterlaluan, Memakai segala cara, Bintara Group sekarang berada di tangan Ariel Tang. Ini membuat ku semakin merasa bersalah kepada Keluarga Bintara. "

Ketika Lohan Luo mendengar ucapannya, ia awalnya berpikir ini hanya kasus yang sedikit istimewa, tapi tidak disangka malah ada cerita lain di baliknya.

"Gisel, bisakah kau memberitahuku lebih banyak lagi? Ini seharusnya bisa membantu kita dalam pekerjaan selanjutnya."

Gisel pun mengangguk, yang bisa dia lakukan sekarang adalah mengatakan yang sebenarnya kepadanya.

***

Lohan Luo mendengarkan pernyataan Gisel dengan sangat fokus sambil membuat catatan. Ini adalah dendam yang terpendam selama lebih dari 20 tahun.

Dengan demikian, ia juga perlahan memilah motif-motif Lishen Li.

Ketika Gisel selesai berbicara, dia juga sudah hampir menyelesaikan transkripnya.

berdasarkan informasi yang kau berikan. Aku harap kau tetap dapat terus bekerja sama dengan

masalah. Lagipula aku juga pengacara hukum. Aku merasa bersalah

terlibat. Tapi aku masih sangat mengagumi semangat dan keberanianmu. Baiklah, aku sudah harus pergi." Lohan Luo berkata sambil membereskan

pulang. Ku rasa kau harus meluangkan waktu untuk pulang dan melihat orang tua mu. Setelah mengalami begitu banyak hal aku juga baru menyadarinya betapa pentingnya peran keluarga dalam kehidupan ku. Terutama ketika kita tidak tahu masih berapa tahun mereka dapat menemani kita, itu yang

Luo pun mengangguk: "Gisel, apa yang kau katakan benar, aku seharusnya pulang dan melihat mereka. Nanti

dan tersenyum, "Bahagianya punya keluarga,

orang lain iri? Kau mempunyai tiga anak yang imut, dan aku bisa melihat bahwa Rayfan sangat peduli padamu. Meskipun keluarga kalian dulu mempunyai sedikit masalah, tapi melalui ungkapan mu, harusnya itu adalah kesalahpahaman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan jika ayahmu terus mengingatnya, seharusnya

kasih, ada beberapa hal yang

*

tengah duduk di kantornya, setelah sibuk selama seharian, ia akhirnya mengambil surat pengalihan

dan mencap stempel pribadinya. Sekarang hanya dengan menandatanganinya di bagian Pihak Kedua,

ingin mengambil kembali Bintara Group, tetapi ia masih belum juga menandatangani perjanjian

duduk di sini?" Setelah itu, dia melihat dokumen di tangannya. "Apakah kau merasa

tidak ada yang salah. Tapi aku selalu merasa

memahami penjelasannya. Bocah ini memang sangat angkuh. Meskipun dia telah banyak berubah, tapi sikap angkuhnya ini sudah dari sananya,

mu sendiri. Oh ya, aku pergi

***

Ariel Tang, api di

nama itu saat ini, ini akan membuatnya

tetapi ia harus menyebutkannya. Karena ia merasa bahwa Rayfan perlu

sampai bawah. Dan tempat pertama adalah kantor presiden. Ku rasa kau sudah sangat hafal dengan tempat itu, saking hafalnya kau bisa berjalan dengan

saja apa yang dikatakan Gisel barusan hanya

yang dikatakannya, otot-otot di

Bintara Group sangat berarti. Bahkan sepotong batu bata pun

bergegas membereskan barang-barangnya dan keluar dengan membawa

masih belum dijemput. Mengenai urusan Bintara Group, besok juga masih sempat, mereka sudah

*

tetap tenang-tenang saja." Dalam perjalanan menjemput anak-anak, Gisel

karena aku pasti akan merebut kembali Bintara Group, aku membiarkannya di sana untuk menjaga seperti anjing penjaga selama beberapa hari. Tapi itu tidak berarti dia bisa melakukan apa pun yang dia

penjaga ..." Gisel tidak bisa menahan diri untuk menggelengkan kepalanya dan tertawa: "Aku beranggapan bahwa apa yang baru saja kau katakan adalah karena kau tidak mau melepaskan harga dirimu. Sekarang aku tanya, Jika ayah angkat ku tidak memberi mu ini, apa yang akan kau lakukan ketika mendengar bahwa Ariel Tang akan melakukan 'operasi plastik' pada Bintara Group ? ku rasa kau tidak akan bisa mendapatkan

...

apa yang dikatakan Gisel benar, Rayfan juga mengakui bahwa keberaniannya saat ini berasal dari apa

sedikit menertawakan dirinya sendiri, bahkan sekarang dia perlu mengandalkan

ini, ia tahu bahwa itu tampaknya menusuk lukanya, jadi

*

Bình Luận ()

0/255